Pemdes Jawilan Sesalkan Pemberitaan Sepihak, Tanpa Konfirmasi Dulu

Pemdes Jawilan Sesalkan Pemberitaan Sepihak, Tanpa Konfirmasi Dulu
Foto : Kartu bantuan dari pemerintah milik warga desa Jawilan yang diduga diberitakan yang disesalkan pihak Pemdes setempat. 

ANTERO CO SERANG – Menyikapi berita yang beredar di salah satu media online mengenai keberadaan salah seorang warga Desa Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, sangat disayangkan pihak Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat.

Pasalnya, saat memberitakan warganya tersebut salah satu media online itu tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap pihak Pemdes Desa Jawilan.

“Kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang seakan tidak berimbang dan seakan memojokan dan menyudutkan pihak desa,” kata Kepala Desa (Kades) Desa Jawilan, Misar, kepada media ini, Jum’at (23/8/2019).

Menurutnya, karena tidak konfirmasi dengan pihak lain atau pihak pemerintah, pihaknya sangat menyayangkan pemberitaan itu sendiri.

“Dengan sepihak memberitakan tanpa ada konfirmasi minimal dari pihak RT, kami pun sangat tidak menerima dengan berita seperti itu,” keluhnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Jawilan, Zakaria S. Pd mengatakan, pengawasan pihaknya selaku pemerintah desa terhadap masyarakat itu, setiap bulannya selalu ditekankan dan menghimbau dalam musyawarah desa melalui rapat dengan pihak RT RW.

“Kita selalu mengadakan musyawarah ataupun rapat dengan RT RW. Adapun, jika ada warga butuh bantuan kita tekan kepada pihak RT RW untuk memberitahukan, sudah kita himbau,’ jelasnya.

Untuk selanjutnya, sambung Zakaria, ketika ada warga atau masyarakat membutuhkan bantuan pihaknya segera mengajukan kepada pihak intansi terkait, baik pemerintah Kabupaten maupun pemerintah pusat agar SDM masyarakat meningkat dan terbantukan.

“Dengan beredarnya pemberitaan tersebut pihak desa sangat merasa keberatan. Sedangkan, warga yang dimaksud media itu butuh uluran tangan, itupun sudah terdaftar mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten Serang, seperti memiliki KIS dan KIP,” tandasnya.

Dikatakan Zakaria, padahal pihak media itu sempat bertemu dengan kepala desa, dengan alasan ingin membantu warga yang sedang sakit untuk dirujuk ke rumah sakit, bukan untuk memberitakan.

“Tapi ini  tidak sesuai dengan kenyataannya, malah memberitakan hal-hal yang sama sekali tidak diketahui oleh pihak desa tanpa ditindaklanjuti dengan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak desa,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here