Paguyuban Stadion Kreasi Sambut Tahun Baru 2021 Dengan Baksos 

oleh -22 views

ANTERO.CO SERANG – Paguyuban Stadion Kreasi melaksanakan kegiatan Santunan kepada ratusan anak Yatim Piatu dan Fakir Miskin, di Stadion Maulana Yusuf Ciceri-Kota Serang, pada Jum’at 01 Desember 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Berbagi serta Ucap Syukur atas Rejeki yang diperoleh Di tahun 2020 dan memulai awal 2021 dengan Penuh keberkahan.

Ketua Stadion Kreasi Holani mengatakan, bahwa kegiatan kali ini dilaksanakan dalam rangka Berbagi kepada Fakir miskin dan Anak yatim piatu dilingkungan sekitar wilayah stadion Maulana Yusuf Ciceri kota serang.

“Dalam rangka berbagi saja kepada fakir miskin dan anak-anak yatim piatu dilingkungan stadion, sehingga untuk peserta sendiri semuanya dari Kota Serang terutama lingkungan sekitar stadion, yaitu dari Lopang, Kaliwadas, Ciwaktu, Sukawana, Penancangan dan Ciceri yang berjumlah kurang lebih sekitar 120 Orang,” ujarnya kepada awak media seusai acara santunan.

Dijelaskan Holani, bahwa dana yang diperoleh pihaknya untuk kegiatan tersebut murni hasil dari seluruh Anggota Paguyuban Stadion Kreasi dan sumbangan dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di wilayah Stadion.

“Untuk dana sendiri tidak ada sponsor utama, kita murni dari para anggota dan sumbangsih dari para pedagang. Ya, intinya mengharap keberkahan lah atas rejeki yang kita terima selama tahun 2020, serta bisa lebih baik di tahun 2021,” tutur Holani.

Sementara itu Ketua Pembina Stadion Kreasi Iman Setia Budi menuturkan, adanya Paguyuban Stadion Kreasi ini bertujuan untuk MengKreasikan Stadion agar lebih tertib

“Tujuan adanya Paguyuban Stadion Kreasi ini, kita punya cita-cita ingin berkreasi agar stadion ini lebih tertib, lebih tertata dan bukan untuk membuat Kumuh,” terangnya.

Lebih lanjut Budi berharap, ke depan pemerintah bisa memberi solusi terbaik terhadap Pedagang kaki lima yang ada di wilayah Stadion

“Dalam situasi seperti ini saya berharap ke depan pemerintah bisa berpikir dan memberi solusi terbaik terutama untuk pedagang, jangan sampai kita Gontok-gontokan hanya karena pedagang punya perut dan pemerintah butuh keindahan, ya intinya pemerintah harus punya konsep sehingga tertata bukan dengan melarang, tapi membolehkan dengan aturan dan pasti kita ikuti,” tukasnya. (Arie/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *