Minggu, Maret 29, 2020
Beranda Budidaya Burung Mitos dan Filosofi Memelihara Burung, Bawa Rezeki hingga Bikin Merinding

Mitos dan Filosofi Memelihara Burung, Bawa Rezeki hingga Bikin Merinding

Mitos memelihara burung jalak suren merpati kenari walet kutilang srigunting mitos mengenai burung parkit Mitos Memelihara Burung Puter Putih
walet Burung gereja Cuculidae Burung hantu Merpati dan dara Jenis burung ocehan Pipit Gagak Jalak  mitos memelihara burung manfaat memelihara burung lovebird doa memelihara burung hukum memelihara burung merpati menurut islam sebutkan 2 alasan mengapa seseorang senang memelihara burung murai batu pelihara burung hukum memelihara burung untuk lomba sahabat nabi yang memelihara burung sebutkan 2 alasan mengapa seseorang senang memelihara burung murai batu

Filosofi Memelihara Burung Perkutut

Filosofi Memelihara Burung Perkutut
Filosofi Memelihara Burung Perkutut

Bagi orang Jawa, memelihara burung tekukur bukanlah masalah memelihara hewan peliharaan, bahkan lebih dari itu, karena memang ada banyak tip tentang sifat manusia, terutama masalah kedudukan dalam kedudukan. Karena di tempat kita, burung-burung dari burung perkutut adalah simbol kehidupan para bangsawan yang mulia atau darah biru.

Kadang-kadang bahkan karena masyarakat kita telah mempercayai hubungan antara kekuatan atau kedudukan kita dan kondisi burung perkutut yang kita pelihara, kita dapat memprediksi kondisi tersebut melalui kondisi kesehatan dan suasana hati burung perkutut kita. Bisa dibilang ada semacam hubungan, atau kedudukan kita dilambangkan oleh burung perkutut yang kita pelihara.

Misalnya, ketika burung perkutut sehat dan ceria dengan ditandai oleh kicauannya yang istimewa, maka kita menganggap kondisi kedudukan kita akan baik-baik saja. Tetapi jika ada masalah dengan burung perkutut kita, maka kita tahu bahwa akan ada masalah dengan kedudukan kita, ada kemungkinan seseorang akan mengocoknya. Bahkan jika burung perkutut mati, secara luas diyakini bahwa kemungkinan besar kekuatan atau karier yang kita jalani sekarang akan berakhir.

Bahkan bukan hanya itu, termasuk soal musibah yang akan datang, atau kapan akan mendapat rezeki, bisa diprediksi dengan melihat kondisi burung yang berlutut. Mungkin yang lebih menakutkan adalah pertanyaan tentang kedatangan arwah, burung perkutut juga dapat memberi tahu kita jika ada arwah yang datang. Ini dimungkinkan karena burung perkutut memiliki sensitivitas yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang.

Karena itu masih banyak di antara orang-orang di daerah kita yang tidak ingin memelihara burung perkutut, karena ini adalah masalah sifat manusia, dan bukan hanya masalah memelihara hewan. Apa yang kita takuti adalah bahwa kita tidak memiliki sifat yang seharusnya, dan dengan mengangkat burung tekukur, kita takut hal itu akan menghancurkan hidup kita.

Filosofi Burung Pipit

Filosofi Burung Pipit
Filosofi Burung Pipit

Burung pipit adalah salah satu burung yang dapat ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Burung pipit membuat sarangnya dengan sangat unik seperti bola yang berasal dari cabang padi untuk melindungi diri dan juga telur mereka sampai anak-anak burung mampu terbang sendiri.

Tahukah Anda bahwa burung pipit ini sangat bijaksana. Burung pipit tidak akan bertelur sebelum mereka memiliki sarangnya. Seorang teman saya, seorang pengamat burung, tertarik pada kehidupan burung ini. Dari presentasinya, dijelaskan bahwa burung-burung Pipit akan menghabiskan waktu lama membangun sarang mereka dengan mengumpulkan cabang-cabang padi setengah kering dan mengumpulkannya di cabang pohon yang tinggi. Setelah sarang bola rumput dibuat, burung jantan dan betina tinggal di sarang selama beberapa waktu dengan tujuan memastikan bahwa sarangnya aman dan dapat melindungi telur dan keturunannya setelah menetas kemudian dari cuaca dingin dan panas dan juga dari yang lain. gangguan hewan. Setelah dianggap aman, maka burung jantan dan betina melakukan proses pembiakan.

Jika dibandingkan dengan manusia yang memiliki otak dan pikiran berlebih, masih banyak dari mereka yang tidak berpikir atau berperilaku seperti burung pipit ini, manusia berkembang biak sebelum mereka memiliki tempat tinggal dan mapan, kebanyakan manusia berkembang biak di rumah-rumah mereka. orang tua atau tinggal di rumah sewaan sebelum melahirkan. Mungkin jika manusia bisa berperilaku seperti burung Sparrow ini, tentu saja manusia akan lebih rapi dan mapan dalam mempersiapkan masa depan mereka.

- Advertisment -