Mita Bayi Penderita Hydrocefalus Butuh Uluran Tangan Dermawan Untuk Biaya Pengobatan 

oleh -27 views
Mita Bayi Penderita Hydrocefalus Butuh Uluran Tangan Dermawan Untuk Biaya Pengobatan 
Mita Bayi Penderita Hydrocefalus Butuh Uluran Tangan Dermawan Untuk Biaya Pengobatan 

ANTERO.CO SERANG – Sungguh malang nasib Mita Ananda Sari, seorang bayi perempuan yang baru berusia 3 Bulan menderita penyakit Hidrosefalus. Warga Kampung.Cinanggerang, RT, 12/RW, 04 Desa pasir Limus kecamatan Pamarayan kabupaten Serang Banten, Minggu (18/07/2021)

Mita Ananda Sari, merupakan anak kedua dari pasangan Masduki, 28 dan AAS, 23, keluarga yang berasal dari Desa pasir limus kecamatan Pamarayan kabupaten Serang Banten

Saat disambangi sejumlah awak media. Terlihat. Mita Ananda Sari, menahan sakit luar biasa akibat penyakit yang di derita Hidrosefalus tersebut. As, hanya bisa berbaring tida bisa bermain seperti layaknya anak seusianya dan, hanya bisa menangis disela sela pangkuan ibunya,

Menurut Aas, Penumpukan cairan di rongga otak yang dialami anaknya itu sudah terlihat sejak berusia 2 bulan, dimana penumpukan cairan tersebut mengakibatkan tekanan pada otak yang membuat ukuran kepala, tambah membesar,

“Sejak mengidap penyakit tersebut Mita ananda sari, harus rutin ke rumah sakit, sampai harus menjalankan Operasi di RSUD Drajat Serang, dikarenakan Alatnya rusak menurut Dokter, maka di rujuk ke Rumah Sakit Kartini Rangkas Bitung Lebak Banten,” Ucap Aas ,

Kembali dari pantauan awak media. terlihat Mita ananda sari, hanya bisa berbaring di tempat tidurnya, Mita ananda sari, juga terus menangis kesakitan ketika buang air kecil atau air besar saluran saluran selang yang terhubung di kepalanya itu kerap mengeluarkan cairan bersamaan saat dia buang air.

Disebutkan. Masduki Ayah Mita Ananda Sari, yang hanya sebagai pekerja serabutan harian . Penghasilannya pun tak sebanding dengan beban yang harus ia tanggung. Demi mengobati buah hatinya itu. Masduki, rela pulang pergi dari pekerjaannya

Ironisnya lagi, AAS, ibunda Mita ananda sari, ini ternyata juga menderita kelumpuhan pada kaki dimana menurut pengakuan, Ia menderita kelumpuhan tersebut sudah cukup lama . dan harus menggunakan tongkat buatan suaminya yang berbahan kayu untuk berjalan dan melakukan berbagai aktivitas,

“Sebenarnya kami mau pulang kampung, tapi karena harus rutin periksa, Mita ananda sari makanya gak bisa pulang kalau pulang AAS, sangat menghawatirkan melihat kondisi Mita ananda sari,” terangnya.

Disisi lain Masduki mengatakan. pengobatan untuk anaknya ini tidak hanya selesai di serang Banten Bahkan dalam waktu dekat, mereka akan di rujuk menuju rumah sakit yang ada di Rangkas Bitung Lebak.

“Kami ini dari kampung, untung aja disini ada keponakan yang bisa antar kami kesana kemari  kalau ke serang maka kami tidak ada sanak saudara di sana, takut dan bingung nantinya di sana harus tinggal di mana,” keluhnya.

Hal yang lebih Masduki takutkan lagi, tidak lain uang simpanannya untuk berobat Mita ananda sari, sudah sangat menipis.

“Kami orang yang kurang mampu hanya bisa berharap, semoga ada Dermawan yang mau membantu kami untuk mengobati Mita ananda sari,” harapnya dengan raut wajah bersedih. (Muhtadin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *