Miris! Jelas Ada Santrinya Jelas Legalitasnya, Ponpes Al Kautsar di Pamarayan Tak Tersentuh Bantuan Covid-19, BOP dan Daring

oleh -139 views

Miris! Jelas Ada Santrinya Jelas Legalitasnya, Ponpes Al Kautsar di Pamarayan Tak Tersentuh Bantuan Covid-19, BOP dan Daring. 

 

ANTERO.CO SERANG – Pondok Pesantren (Ponpes) wadah menggali ilmu pendidikan agama sebagai generasi penerus bangsa yang patut diperhatikan pemerintah maupun swasta.

Misalnya, Ponpes Al Kautsar berdiri dari tahun 2015 bertempat di Kampung Jalupang RT010/003, Desa Damping,  Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten santri yang bermukim asal dari Jakarta, Tunjung Teja dan wilayah terdekat, kurang lebih 45 orang, namun yang tinggal di ponpes 15 orang disebabkan tempatnya belum memadai.

Awalnya ponpes ini mempunyai 12 kamar tempat tinggal para santri, tak kunjung di perbaiki akhirnya 6 kamar roboh sampai saat ini belum terbangun. Di samping itu, air bersih atau MCK kebutuhan santri dan majlis belum ada.

Kiyai Jumanta, Pimpinan pesantren yayasan Al Kautsar Pamarayan ini juga merasa heran, dengan maraknya bantuan Covid-19 untuk ponpes, malah untuk ponpes nya sama sekali tidak mendapatkan bantuan.

“Ponpes kami tidak mendapatkan bantuan, baik BOP maupun Daring, padahal jelas santri ada,” terangnya.

Dijelaskan Jumanta, ia mengaku ponpesnya pun memiliki legalitas berbadan hukum, Nomor AHU: 0012066 AH.01.04 TH 2018 Nomor statistik pondok pesantren NSPP)500036041143, termasuk piagam Ijin Operasional Pondok (IJOP) pesantren, bernomor.2794/KK.28.04.03/PP.007/10/2020.

“Pesantren adalah sebuah pendidikan yang para santrinya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih di kenal dengan sebutan Kiai, juga ada tempatnya untuk menginap santri, ruang untuk belajar dan kegiatan lainnya,” tukasnya.

Dikatakan Jumanta, pondok pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian, pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu.

“Jangan yang gak jelas dapat bantuan, yang jelas gak dapat,” keluh Kiyai Jumanta penuh heran.

Hingga berita ini di publish media masih berupaya konfirmasi terhadap intansi terkait yang berkompeten membidangi soal bantuan bagi ponpes tersebut. (rs/Red) 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *