Mengobati Muntah Pada Anak, Penyebab Anak Muntah

oleh -2 views

Mengobati Muntah Pada Anak, Penyebab Anak Muntah

Mengatasi Muntah Pada Anak Dengan Bijaksana – Ketika mengatasi muntah pada anak-anak, orang tua sering merasa panik. Muntah yang berlangsung untuk sementara mungkin tidak berbahaya, tetapi muntah yang berkepanjangan harus segera dicari penyebabnya untuk ditangani sesegera mungkin.

Mengobati Muntah Pada Anak, Penyebab Anak Muntah

Sebenarnya muntah pada anak-anak kadang-kadang dan tidak lebih dari dua hari, termasuk yang biasa. Namun, muntah pada anak-anak yang terjadi berhari-hari, frekuensi yang sering, dan banyak yang dimuntahkan, perlu diperiksa lebih lanjut. Kemungkinan ini adalah tanda masalah serius dan membutuhkan bantuan medis segera.

Kenali Penyebab Muntah pada Anak

Beberapa penyebab umum muntah pada anak-anak antara lain.

» Gastroenteritis atau infeksi mikroorganisme yang terjadi di sistem pencernaan, juga dikenal sebagai flu perut atau flu perut.

» Tanda-tanda yang muncul biasanya adalah diare, demam, dan nyeri

» Anak-anak secara tidak sengaja menelan zat beracun, seperti obat-obatan, bahan kimia, atau makanan dan minuman yang terkontaminasi.

» Alergi makanan. Selain muntah, gejala yang muncul bisa disertai kulit merah dan gatal (biduran). Selain itu bisa muncul bengkak di wajah, di sekitar mata, bibir, lidah, atau langit-langit mulut.

» Apendisitis atau radang usus buntu yang menyebabkan sakit perut yang lebih parah dari waktu ke waktu.

» Selain itu, muntah juga bisa disebabkan oleh gerakan tubuh yang berlebihan (misalnya berayun, berlari, atau melompat), infeksi telinga, infeksi saluran kemih, meningitis atau radang selaput otak, hingga stres atau kecemasan.

Menangani Muntah pada Anak di Rumah

Yang penting bagi orang tua untuk mengingat ketika ada muntah pada anak adalah terus memberi anak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Anda juga memberikan cairan elektrolit oralit. Dosis oralit dapat disesuaikan dengan rekomendasi dokter berdasarkan kondisi fisik anak. Namun jangan paksa anak untuk minum cairan ini jika masih muntah.

Oralit tersedia dalam bentuk bubuk yang kemudian dicampur dengan air sebelum diminum. Oralit mengandung gula dan mineral yang membantu menggantikan unsur tubuh yang hilang karena muntah. ASI, sirup, dan air madu juga bisa menjadi pilihan cairan yang disediakan.

Berikan 1-2 sendok makan cairan / minuman. Tambahkan jumlah cairan 15 menit kemudian, menjadi sekitar 2-3 sendok makan, dan tambahkan dengan mantap setiap 15 menit. Jika Anda masih muntah, kurangi jumlah cairan.

Teh hangat atau jahe hangat juga bisa diberikan sebagai obat pereda rasa mual dan muntah pada anak-anak. Asupan lain yang bisa diberikan adalah sup kaldu untuk membantu mencegah dehidrasi sekaligus memberikan rasa nyaman.

Berikan makanan setiap 15-20 menit, secara bertahap. Pilih makanan yang mengandung cukup kalori dan mudah dicerna.

Jika anak belum muntah selama lebih dari 6 jam, Anda dapat mulai memberikan makanan padat dalam bentuk buah atau sereal. Pada anak yang lebih besar dapat diberikan nasi, kentang, atau roti.

Setelah 24 jam tidak muntah, anak-anak dapat diberi makan dan minum seperti biasa. Pemberian obat untuk mengurangi muntah pada anak perlu disesuaikan dengan kondisi anak dan penyebabnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *