Cara Mengobati Luka Pada Kucing Agar Cepat Kering

oleh -2 views
Cara Mengobati Luka Pada Kucing Agar Cepat Kering
Cara Mengobati Luka Pada Kucing Agar Cepat Kering

Mengobati Luka Pada Kucing – Kucing adalah hewan yang kadang-kadang bertarung dengan kucing lain untuk menunjukkan dominasi mereka. Ketika kucing bertarung, mereka akan menggunakan gigi mereka yang dapat menyebabkan luka gigitan. Saat kucing menggigit kucing lain, gigi kucing yang merupakan sumber bakteri dapat menginfeksi luka yang terjadi. Luka gigitan ini bisa cepat kering tetapi menyebabkan bakteri terperangkap di bawah kulit. Dan ini dapat menyebabkan infeksi dan pembengkakan atau abses.

Cara Mengobati Luka Pada Kucing


Karena itu, jika kucing Anda terluka, lebih baik segera membawanya ke dokter hewan terdekat untuk perawatan lebih lanjut. Dan di sini kami akan memberi tahu Anda 10 cara untuk mengobati luka pada kucing sebagai pertolongan pertama terhadap cedera yang diderita kucing Anda.

1. Mencari Luka Jika Anda Menyaksikan atau Mendengarkan Perkelahian Kucing

Jika Anda mendengar kucing berkelahi atau Anda melihat kucing Anda tertatih-tatih, segera periksa tanda-tanda trauma. Tanda yang terlihat adalah adanya gumpalan bulu. Periksa area di mana bulu menggumpal dengan mendorong bulunya sehingga mereka dapat melihat kulit di bawahnya lebih jelas.

Selain itu Anda juga bisa melihat area yang botak karena terkadang kucing berkelahi dapat menarik bulu kucing lainnya. Area ini bisa terluka atau Anda bisa melihat area yang bengkak atau berdarah.

2. Melakukan Pemeriksaan Terhadap Luka

Jika kucing bertarung, terkadang kita tidak menyadarinya. Karena itu terkadang luka pada kucing sudah tertutup sementara di dalam jaringan ada bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Untuk itu kita bisa mengecek tubuh kucing seperti di kepala, kaki depan, dan di ujung ekor. Lihat apakah ada pembengkakan, maka kemungkinan besar itu adalah bekas luka.

Selain itu kita dapat memeriksa seluruh tubuh kucing dan merasakan jika ada area lunak, kemungkinan area tersebut dapat menyebabkan rasa sakit. Tanda lain yang bisa diperhatikan adalah suhu tubuh. Jika kucing mengalami demam maka itu adalah tanda seekor kucing mengalami infeksi. Terkadang kucing juga terlihat pincang dan menjilati area tertentu yang merupakan area luka.

3. Merawat Tanda-Tanda Lainnya Pada Kucing

Sebagai pemilik kucing, penting bagi kita untuk mengetahui perilaku normal kucing. Ini dapat membantu kita mengetahui apakah ada yang aneh. Perhatikan perubahan perilaku seperti perubahan pola makan, bentuk gerakan, dan interaksi dengan lingkungan kucing kita. Jika ini terjadi, kucing mungkin menunjukkan tanda-tanda penyakit termasuk trauma fisik. Dan jika kucing Anda menunjukkan perubahan perilaku drastis tetapi tidak dapat ditentukan mengapa, segera bawa dia ke dokter hewan terdekat. Tanda-tanda ini bisa menjadi masalah medis lain.

4. Memilih Cairan Pembersih Luka

Pembersih luka yang mudah ditemukan adalah Saline. Dengan menyiram luka dengan cairan Saline steril, kita bisa menghilangkan bakteri dan kotoran yang tersisa. Saline adalah cairan dengan pH yang sama dengan jaringan tubuh sehingga dapat meminimalkan kerusakan jaringan. Untuk luka yang terlihat sangat kotor karena tanah atau lumpur, kita bisa merebus air dan menggunakannya sebagai pembersih luka ketika dingin. Selain itu kita juga bisa menggunakan air asin sebagai pembersih luka karena garam alami memiliki sifat disinfektan. Air asin dapat dibuat dengan merebus segelas air dan kemudian menambahkan setengah sendok garam.

5. Cara Pembersihan Menggunakan Jarum Suntik

Mengobati Luka Pada Kucing, untuk membersihkan luka pada kucing kita bisa meminta bantuan pada orang lain untuk memegang kucing karena kucing bisa memberontak karena merasa sakit. Tutupi tubuh kucing dengan handuk dan biarkan area luka terbuka. Selanjutnya kita bisa membersihkan luka pada kucing dengan menggunakan jarum suntik.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan

Ambil larutan pembersih luka menggunakan spuit, lalu semprot perlahan ke area luka. Ulangi hingga lukanya terlihat bersih. Dengan membersihkan luka kita dapat mengurangi kontaminasi luka yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada kucing. (Baca: Karakteristik Kucing Akan Melahirkan

6. Membersihkan Luka Menggunakan Kapas

Cara kedua untuk mengobati Luka Pada Kucing dan membersihkan luka pada kucing jika kita tidak memiliki alat suntik adalah menggunakan kapas. Celupkan kapas ke dalam pembersih luka dan peras kapas di area luka agar lukanya bisa dicuci bersih. Jika kotorannya tidak bisa menghilang, maka bersihkan kapas di area luka dengan arah gerakan ke bawah. Jaga arah sapuan itu searah agar lukanya tidak terkontaminasi kembali dengan kotoran yang sudah dibersihkan.

Jika luka tampak bernanah, tekan luka dengan kapas secara perlahan untuk mengeluarkan nanah. Hapus sebanyak mungkin nanah sebelum perawatan lebih lanjut oleh dokter hewan.

7. Memutuskan Untuk Menutupi Cedera atau Tidak

Yang perlu diingat untuk mengobati Luka Pada Kucing adalah bahwa sebagian besar luka akan sembuh lebih cepat jika dibiarkan terbuka. Jadi jangan pernah menutup luka dengan kasa atau plester untuk luka kecil. Tetapi jika kucing Anda suka menjilati lukanya, maka Anda perlu menutupi lukanya. Lidah bertekstur kasar begitu abrasif pada luka dan akan melukai jaringan sehingga proses penyembuhan berlangsung lebih lama.

8. Lakukan Pertolongan Pertama

Jika kucing Anda terluka dan setelah beberapa jam kemudian Anda tidak dapat membawanya ke dokter hewan terdekat, maka Anda harus melakukan pertolongan pertama pada kucing. Periksa seluruh tubuh kucing untuk menentukan seberapa parah lukanya. Jika ada bul yang kusut, jepit sehingga Anda bisa melihat lukanya dengan jelas.

Baca jugaMengapa Kucing Benci Air? Tips Memandikan Kucing

Anda dapat mengompres area luka dengan kompres hangat. Biarkan kain hangat di area luka selama beberapa menit untuk meluruskan rambut dan membersihkan darah. Hati-hati jangan sampai digigit kucing. Kucing Anda akan menjadi sensitif ketika terluka karena ia menahan sakit punggung.

9. Membawa Kucing ke Dokter Hewan

Setelah kami membersihkan lukanya, periksa lukanya dengan hati-hati untuk menentukan apakah kucing perlu dibawa ke dokter hewan atau tidak untuk mengobati Luka Pada Kucing. Jika luka adalah luka di permukaan kulit maka lukanya bisa sembuh sendiri selama beberapa hari. Tetapi jika lukanya sangat dalam, berdarah, terjadi di daerah leher atau mata, maka kita harus segera membawa kucing ke dokter hewan. Jika kucing berperilaku normal, ingin makan secara normal, maka bisa dikatakan bahwa lukanya tidak serius kita belum tentu langsung membawanya ke dokter hewan.

10. Memeriksa Cedera Pada Kucing Secara Rutin

Kami mungkin tidak selalu dapat menonton kucing kami berkelahi atau menyadari tanda-tanda cedera pada kucing kami. Untuk itu perlu diingat untuk secara rutin selalu mengecek kucing Anda dari cedera yang mungkin Anda lewatkan. Kegiatan ini penting terutama jika kucing Anda adalah kucing yang tinggal di luar sehingga rentan bertengkar dengan kucing lain.

Baca juga: 10 Jenis Kucing Ras Terpopuler Berserta Fotonya

Waktu yang tepat adalah ketika kita memelihara kucing kita. Pastikan kucing tetap tenang dan gosok lembut seluruh tubuh kucing Anda sambil melihat kondisi kulit di bawahnya. Untuk luka lama, kita bisa melihat beberapa tanda seperti pembengkakan, keropeng, rambut rontok atau adanya nanah.

Demikian penjelasan kami tentang 10 cara mengobati luka pada kucing secara efektif. Cara-cara ini bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi dan masalah kesehatan lainnya pada kucing Anda. Semoga berhasil.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *