Mengapa Para Ahli Banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba di Bantaran Sungai

Indonesia Zaman Praaksara: Awal Kehidupan Manusia Indonesia

Mengapa Para Ahli Banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba di Bantaran Sungai
5/5 (3)
  • Mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai
  • mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai brainly
  • mengapa para ahli sejarah banyak melakukan penelitian di pinggiran sungai
  • menurut pendapatmu bagaimana manusia purba bisa menyebar kedalam wilayah kepulauan indonesia
  • apa motivasi para ahli melakukan penelitian terhadap keberadaan manusia praaksara
  • mengapa masyarakat praaksara hidup di bantaran sungai
  • buatlah karya ilmiah dengan tajuk sangiran laboratorium manusia purba
  • mengapa manusia purba itu banyak yang tinggal di tepi sungai
  • mengapa hasil penelitian di trinil disebut sebagai jenis pithecanthropus erectus
  1. Mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai
  2. Jelaskan ciri dan mengapa hasil penelitian dubois di trinnil disebut sebagai jenis kera yang berjalan tegak?
  3. Bagaimana manusia purba bisa menyebar ke dalam wilayah kepulauan indonesia bahkan sampai keluar wilayah pulai indonesia?

1Mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai?

Karena manusia purba banyak hidup di tepi sungai, karena sungai menyediakan air minum dan sumber makanan bagi manusia purba yang hidup dengan pola hidup berburu dan mengumpulkan. Selain itu, sedimen dari aliran sungai membantu pembentukan fosil yang membuat peninggalan manusia purba tetap dapat diteliti.

2Jelaskan ciri dan mengapa hasil penelitian Dubois di Trinnil disebut sebagai jenis kera yang berjalan tegak?

Karena fosil ini memiliki kemiripan dengan manusia (berjalan tegak) dan kera (ukuran otak lebih kecil, bentuk tengkorak mirip dengan kera), maka Eugene DuBois menamakannya “Pithecanthropus erectus” yang berarti “Kera-Manusia yang Berjalan Tegak”

3Bagaimana manusia purba bisa menyebar ke dalam wilayah kepulauan indonesia bahkan sampai keluar wilayah pulau Indonesia?

Ada dua cara, yaitu melalui wilayah daratan diantara pulau-pulau tersebut yang terbentuk saat air laut surut pada Jaman Es, dan menggunakan perahu rakit sederhana.

Pembahasan: Soal 1:

Penemuan fosil manusia purba juga banyak didapatkan di lembah aliran sungai, misalnya situs Sangiran di daerah aliran Bengawan Solo. Manusia banyak tinggal di sungai pada masa purba. Hal ini karena sungai memberikan sumber makanan bagi manusia purba, seperti ikan, kerang, dan hewan yang sedang minum di sungai.

Manusia tergantung pada sumber makanan ini karena awalnya manusia purba tidak bisa bercocok tanam atau berternak. Mereka harus berpindah-pindah mengikuti hewan buruan, populasi ikan dan kerang, atau musim buah liar. Kehidupan ini disebut dengan pola kehidupan berburu-mengumpul (hunter-gatherer).

Aliran sungai juga membawa sedimen tanah dan lumpur yang selama jutaan tahun akan mengendap dan menimbun dataran sekitarnya. Sedimen ini menutupi jasad manusia dan hewan purba, sehingga mengalami mineralisasi dan membentuk fossil yang tahan lama dan bisa diteliti oleh para peneliti saat ini.

Soal 2:

4Ciri-ciri fosil Trinil:

  1. Tulang femur mirip manusia dan diduga dapat berjalan tegak
  2. Ukuran otak sekitar 900 centimeter kubik
  3. Tulang rahang kuat dan tidak memiliki dagu
  4. Tulang alis besar dan muka yang datar
  5. Bentuk atas kepala datar dan berujung belakang lancip

Pada saat pertama kali ditemukan tahun 1891, Eugene Dubois, ilmuwan Belanda yang menemukannya, menyebut fosil ini dengan nama “Pithecanthropus erectus”.

Soal 3: Pada Jaman Es, pulau-pulau di barat garis Wallace (Jawa, Sumatra dan Kalimantan serta pulau diantaranya) bersatu dengan benua Asia ketika permukaan air laut turun. Menurunnya permukaan air laut disebabkan banyaknya air yang tersimpan sebagai es di kutub bumi. Penurunan air laut ini membentuk daratan yang memungkinkan manusia purba untuk menyebar ke berbagai wilayah.

Karena permukaan air laut rendah pula, Papua bersatu dengan benua Australia. Ini membuat manusia purba mampu menyeberang ke Australia dari Papua.

Selain menggunakan daratan ini, manusia purba juga diduga memiliki kemampuan membangun dan menggunakan rakit sederhana, dari bambu, sehingga mampu menyeberangi selat0selat diantara pulau-pulau Indonesia.

Baca juga: Mengenal Manusia Purba – Ringkasan Sejarah Manusia Purba Indonesia

Kode: 10.3.3
Kelas: X
Mata pelajaran: IPS / Sejarah
Materi: Bab 3 – Indonesia Zaman Praaksara: Awal Kehidupan Manusia Indonesia
Kata kunci: Manusia Purba, Trinil Sangiran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here