Standar Gulungan Coil Vape | Cara Coiling & Wicking Vaporizer

oleh -67 views
Cara Coiling & Wicking Vaporizer
Cara Coiling & Wicking Vaporizer

ANTERO VAPE – Bagi mereka yang ingin membuat gulungan Coil Vape, perhatikan sebelum membeli kawat untuk tidak membeli ukuran yang salah. Ukuran kawat dinyatakan dalam gauge, atau AWG (american wire gauge). Semakin kecil ukurannya, semakin tebal kawatnya. Semakin tebal kawat, semakin kecil ohmnya.

Coil adalah elemen panas untuk menguapkan cairan pada alat penguap pribadi. Alat penguap pribadi listrik juga menggunakan koil. Namun, apa yang akan saya bahas di sini adalah koil vaporizer personal mekanik. Alat penguap pribadi mekanik biasanya menggunakan RDA (Rebuildable Dripping Atomizer) / RTA (Rebuildable Tank Atomizer). Seperti namanya, kita akan membuat vaporizer kumparan mekanik pribadi kita sendiri pada alat penyemprot. Nah, koil, terutama pada RDA / RTA / partial clearomizer
ini yang akan kita bahas.

Baca juga: Resep Cara Membuat DIY E-Liquid untuk Vape

Coil mechanical personal vaporizer umumnya terbuat dari kawat kanthal (kawat yang sebagian besar terbuat dari besi, krom, dan aluminium). Kawat Kanthal sering digunakan sebagai koil karena dapat menahan panas hingga 1.200 ° C (titik lebur). Selain itu, kawat kanthal biasanya dirancang sehingga dapat menghantarkan listrik dengan baik.
Untuk membuat vaporizer kumparan mekanis pribadi, kawat kumparan ini dibuat menjadi kumparan, kemudian hubungkan ujung-ujung kawat ke kutub positif dan negatif dari alat penyemprot yang digunakan. Setelah itu, di koil kami menempatkan media penyerap cairan (kapas organik / tali silika). Ketika kita menghidupkan alat penguap pribadi mekanik, koil akan memanaskan media penyerap cairan yang kita gunakan, sehingga cairan yang terkandung dalam media akan menjadi uap yang bisa kita hirup.

Cara Wicking yang Benar

Coiling Wicking Pasang Coil Kapas Setting RDA RTA RDTA

Hambatan

Secara garis besar, hambatan coil mechanical personal vaporizer dipengaruhi oleh 2 hal, yaitu ukuran diameter kanthal dan panjang kanthal yang kita gunakan. Rata-rata pengguna mechanical personal vaporizer menggunakan hambatan coil sekitar 0.3-1.2 ohm (satuan hambatan).

Ukuran diameter kanthal yang digunakan untuk coil mechanical personal vaporizer biasanya berkisar antara 24-28 AWG (American Wire Gauge, satuan ukuran kawat yang biasa digunakan untuk kanthal). Semakin besar angka ukuran AWG, semakin besar pula hambatannya (ukuran diameter semakin kecil). Panjang kanthal yang digunakan untuk coil mechanical personal vaporizer pun berperan penting pada hambatan coil. Semakin panjang kanthal yang digunakan, semakin besar pula hambatannya. Berikut adalah tabel dari ukuran kawat kanthal terhadap hambatan per cm:

– AWG 30, untuk coil 1.5Ω – 2.0Ω
– AWG 28, untuk coil 0.5Ω – 1.5Ω
– AWG 26, untuk coil 0.2Ω – 0.8Ω

semakin kecil ukuran AWG nya, semakin ngebul hasil nya
dan berikut ukuran khantal dalam ukuran yg lebih mudah kita pahami

26 awg 0.40 mm
28 awg 0.32 mm
30 awg 0.26 mm
32 awg 0.20 mm
34 awg 0.16 mm

Dengan menggunakan rumus W = V²/R, kita dapat menghitung besarnya tenaga yang dihasilkan oleh mechanical personal vaporizer, dengan asumsi kondisi baterai penuh memiliki Voltase sebesar 4.2 Volt dan kualitas serta kemampuan mechanical mod akan menurun seiring bertambahnya usia eh bukan tapi voltase baterai. maka dari itu sesepuh vaporizer lebih memilih elektrical mod untuk daily vapingnya karena elektrical intelegence mod bisa mengatur output voltase sesuai yang agan mau.

Seringkali ada yang bertanya mengenai single coil dan double coil. Perhitungannya sederhana saja, dengan ukuran dan panjang kanthal yang sama, jika menggunakan double coil, hambatannya akan terbagi dua (misal: dua coil memiliki hambatan masing-masing 0.6 ohm, jika keduanya dipasang pada satu device, maka hambatan yang terbentuk pada device tersebut adalah 0.3 ohm).

Baca juga: Ini Perbedaan Efek Nikotin dan TAR pada Rokok

Perlu diperhatikan, hambatan yang terlalu kecil dapat mengakibatkan kerusakan pada baterai, sedangkan hambatan yang terlalu besar akan membuat uap yang dihasilkan tidak maksimal.

Cara Membuat Coil

Cara Membuat Coil
Cara Membuat Coil

Panjang kanthal yang kita gunakan seringkali tidak terlalu kita perhatikan. Yang biasa kita perhatikan dalam membuat coil mechanical personal vaporizer adalah ukuran AWG, jumlah lilitan (mewakili panjang kanthal), dan besarnya diameter lilitan kanthal (bukan diameter kanthal itu sendiri, tetapi diameter dari LILITAN kanthal). Lalu bagaimana cara membuat coil agar hambatan yang dihasilkan tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar? Sebagai contoh, di sini kita coba buat coil dengan hambatan sekitar 0.5-0.6 ohm.

Alat-alat yang dibutuhkan (kami contohkan pada RDA):

Kawat kanthal 26 AWG
Obeng (atau tabung lainnya) berukuran 2mm
Gunting
Obeng lain (disesuaikan dengan sekrup pada kutub positif & negatif atomizer)
Kapas organik / tali silika
Tang / pinset
torch/ korek bara

Langkah-langkah Membuat Coil Vape :

Lilit kawat kanthal ke obeng berukuran 2mm, sebanyak 5 lilit. Lilitan dibuat sepadat mungkin.

Gunting sisa kawat, berikan jarak sekitar 2cm antara akhir lilitan ke titik kawat digunting.

Biarkan obeng 2mm dalam kondisi masih terlilit kawat.

Kendurkan (dilepaskan juga bisa) sekrup pada kutub positif & negatif atomizer (biasanya berupa tiang).

Masukkan / pasang ujung-ujung kawat ke kutub positif & negatif atomizer (biasanya berupa lubang di tengah tiang). ). Perhatikan kawat jangan menyentuh bagian lain (dasar dan penutup) dari atomizer selain tiang kutub. Biarkan kawat masih dalam kondisi melilit obeng 2mm.

Jika 3 tiang, masukkan ujung-ujung kawat ke tiang tengah dan pinggir (kiri / kanan sama saja).

Jika 2 tiang, masukkan ujung-ujung kawat ke tiang kiri dan kanan.

Pasang & kencangkan sekrup pada tiang kutub positif & negatif atomizer. Biarkan kawat masih dalam kondisi melilit obeng 2mm. Jangan terlalu kencang karena dapat memutuskan kawat, tetapi jangan terlalu longgar juga karena dapat mengakibatkan coil tidak terdeteksi.

Lepaskan obeng 2mm dari lilitan kawat.

Tekan tombol firing (tombol untuk menyalakan device), sampai lilitan menyala merah, LEPASKAN tombol firing, lalu tekan perlahan ujung kiri kanan lilitan dengan tang / pinset, sehingga lilitan merapat. Ulangi langkah ini beberapa kali sampai lilitan rapat dan rapi (seperti gambar di bawah ini).

Jika sudah rapat dan rapi, biasanya saat lilitan menyala, menyala nya dimulai dari tengah lilitan (seolah nyala nya mengalir dari tengah ke pinggir).

Masukkan kapas organik / tali silika secukupnya, jangan terlalu padat, jangan terlalu longgar.

Teteskan liquid sampai menyerap merata di seluruh kapas organik / tali silika.

Nyalakan personal vaporizer Anda selama beberapa detik, cek apakah ada bagian kawat yang menyala selagi kapas organik / tali silika masih basah. Jika ada bagian kawat yang menyala padahal kapas organik / tali silika masih basah, uap yang kita hirup akan terasa panas & sangat tidak enak. Coba ganti kepadatan kapas (dilonggarkan / dipadatkan), rapikan bentuk lilitan, atau kalau masih tidak bisa, ulangi buat coil baru.

Jika semua berjalan lancar, pasang cap (penutup) atomizer, mechanical personal vaporizer Anda siap digunakan.

Baterai Vape

Perlu diperhatikan bagi pengguna mechanical personal vaporizer, terutama pembuat coil mechanical personal vaporizer. Keamanan baterai harus sangat diutamakan. Kesalahan penggunaan baterai dapat mengakibatkan kerusakan pada baterai tersebut, bahkan dapat mengakibatkan baterai tersebut meledak.

Setiap baterai memiliki arus maksimum yang dapat dikeluarkan (Maximum Continuous Discharging Current, saya sebut dengan MCDC), biasanya tertera pada baterai dengan satuan “A” (Ampere). Baterai dengan kualitas rendah biasanya memiliki MCDC yang rendah pula. Semakin rendah MCDC suatu baterai, baterai tersebut akan semakin tidak sanggup untuk menangani coil mechanical personal vaporizer dengan hambatan kecil. Hambatan minimum untuk masing-masing baterai dapat dihitung dari rumus R = V/I. Untuk lebih jelasnya, saya ilustrasikan dua baterai sebagai berikut.

Baterai kualitas bagus:
MCDC = 20-30A (Samsung 25R, Sony VTC, LG HB6, HD2, HE4, HG2 etc)
Voltase saat penuh = 4.2 Volt
Hambatan minimum coil yang dapat digunakan = V/I = 4.2/30 = 0.14 ohm
Tenaga maksimum yang dapat dihasilkan = V²/R = 4.2²/0.14 = 126 Watt

Baterai biasa:
MCDC = 10A (Batre copotan laptop, yang berakhiran FIRE dll)
Voltase saat penuh = 4.2 Volt

Hambatan minimum coil yang dapat digunakan = V/I = 4.2/10 = 0.42 ohm
Tenaga maksimum yang dapat dihasilkan = V²/R = 4.2²/0.42 = 42 Watt

Terlihat perbedaan yang signifikan antara baterai kualitas bagus dan baterai biasa. Perlu diingat, baterai pun memiliki umur, semakin sering baterai dipakai, semakin rendah kemampuan baterai tersebut. Maka, sangatlah bijak bagi pengguna mechanical personal vaporizer untuk menggunakan baterai dengan kualitas yang bagus sehingga kita dapat lebih leluasa dalam membuat coil mechanical personal vaporizer.

Baca juga: Bahaya Vape Menurut Penelitian | Waspadai Efek Samping Rokok Elektrik

Perlu diingat pula, ini hanyalah ilustrasi. Kenyataan belum tentu sama persis dengan teori. Maka, sangat bijak pula jika kita mencari aman saja dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya, jika setelah kita hitung, hambatan minimum coil yang dapat digunakan oleh baterai kita adalah 0.14 ohm, buatlah serendah-rendahnya 0.2 ohm untuk coil mechanical personal vaporizer kita.

Kesimpulan

Pembuatan coil mechanical personal vaporizer memegang peranan penting dalam uap yang dihasilkan dari mechanical personal vaporizer. Karena voltase tidak bisa diatur, maka hambatan coil lah yang kita atur untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Banyak cara lain dalam membuat coil mechanical personal vaporizer, ini hanya salah satu cara yang bisa dibilang paling dasar dibandingkan cara-cara lainnya. Untuk pengguna mechanical personal vaporizer, terutama pembuat coil mechanical personal vaporizer, silakan melakukan eksperimen dengan coil yang Anda buat. Tetapi ingat, keselamatan adalah nomor satu.

Untuk merangkum mengenai hambatan coil, saya paparkan beberapa poin yang bisa dipegang :

Semakin KECIL angka pada AWG, semakin KECIL pula HAMBATAN coil.
Semakin SEDIKIT LILITAN kanthal, semakin KECIL pula HAMBATAN coil.
Semakin KECIL DIAMETER LILITAN kanthal, semakin KECIL pula HAMBATAN coil.
Dan yang terakhir, semakin KECIL HAMBATAN coil, semakin BANYAK UAP yang dihasilkan (umpama jalanan, semakin hambatan kecil (tidak macet, tidak berlubang), semakin lancar kendaraan lewat)

Hitungan-hitungan yang saya paparkan berasal dari segala yang telah saya pelajari selama ini. Saya sendiri belum benar-benar mencari sumber-sumber ilmiah dari hitungan-hitungan yang saya lakukan. Jika ada kesalahan penggunaan rumus / hitungan, mohon dikoreksi. Intinya, lakukan ini dengan resiko sendiri atau bahasa maduranya DO WITH YOUR OWN RISK !!!

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *