Jumat, Februari 21, 2020
Beranda Berita Banten Kab. Serang Masyarakat Panosogan Pertanyakan Realisasi Mushola yang Terkena Dampak Tanggul Ciujung

Masyarakat Panosogan Pertanyakan Realisasi Mushola yang Terkena Dampak Tanggul Ciujung

KAB.SERANG, ANTERO CO – Masyarakat Kampung Panyabrangan desa Panosogan Kecamatan Cikeusal kabupaten Serang pertanyakan kejelasan terkaitĀ  Mushollah Nurul Jannah yang terkena dampak tanggul Ciujung untuk lahan yang di bebaskan oleh balaibesar sungai Ciujung cidanau Cidurian.

Warga khawatir dengan kondisi bangunan yang telah banyak terdapat retakan pada tembok bangunan akibat dampak dari kegiatan pembangunan tanggul kali Ciujung yang sedang berjalan karena hilir mudik alat alat berat dan kendaraan yang dipakai dalam pembangunan tanggul kali Ciujung tersebut akan membuat robohnya bangunan.

Ketua Dewan kesejahteraan Masjid (DKM) mushollah Nurul Jannah Muhamad Sidik / Apipudin menjelaskan, kondisi ini sudah 2 tahun lebih terkena dampak pembebasan dan banjir sungai DAS Ciujung Pamarayan Kabupaten Serang namun hingga kini belum juga ada kejelasannya.

“Kami khawatir sekali dengan kondisinya saat ini, sebab musholla itu tempat masyarakat beribadah sehari harinya, pada retak temboknya khawatir roboh hingga saat ini blum uga ada kejelasan untuk kami relokasi,”katanya saat dikomfirmasi, selasa, 04/02/2020.

Sidik juga menerangkan, mushollah Nurul Jannah ini, salah satu bangunan milik masyarakat yang terkena dampak tanggul Ciujung untuk lahan yang di bebaskan pada tahun 2017 oleh balaibesar sungai Ciujung cidanau Cidurian yang sedang dikerjakan dari tahun 2018 akhir, namun sampai sekarang untuk relokasi mushollah belum juga kunjung di realisasikan.

“Semua persyarakat trlah kita berikan, dan saya pernah menanyakan terkait kapan mau pemberesan pengagntiannya agar masayarakat bisa secepatnya merelokasinya pada ketua UPT perairan Pamarayan, namun mereka bilang dari pihak BPN Kabupaten Serang, untuk kelengkapannya belum di tandatangani sampai sekarang, Padahal, persyaratan yang diminta telah di serahkan sejak tahun 2018 kemaren, saya sebagai ketua dkm mushollah tersebut sudah melengkapi dan langsung menyerahkannya ke bpn kabupaten serang,”ungkapnya.

Sidik berharap, para pejabat yang berwenang khususnya pemerintah daerah dapat mendorong percepatan masalah tempat ibadah ini, agar warga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman.karna, dengan kondisi musollah saat ini sangat memprihatinkan sekali untuk keselamatan warga masyarakat yang menunaikan ibadah di tempat tersebut.

“Kita berharap ada kejelasan dan percepatan dari pihak berwenang khususnya bpn kabupaten Serang dalam prosesnya, agar kami dapat segera membangun tempat ibadah kembali sebagai pengganti tempat ibadah kami yang telah terkena dampak dari pembangunan tanggul kali Ciujung kabupaten Serang, karna dengan kondisi tempat ibadah kami saat ini, kami khawatir akan terjadi gal hal ya g tidak di inginkan, lantaran banyak sekali kerusakan yang ada di bangunan tersebut.” Tandasnya.

- Advertisment -