Masyarakat Banten Diminta Peduli Melakukan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Masyarakat Banten Diminta Peduli Melakukan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang
Saat berlangsungnya LPPM Untirta Launching Komunitas Peduli Pencegahan dan TPPO bekerja sama dengan Kemen PPPA-RI Provinsi Banten, di Aula kantor Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Kamis (13/12/2018).

ANTERO CO, LEBAK | Kegiatan komunitas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PP-TPPO) merupakan salah satu langkah kongkrit pemerintah dalam upaya melindungi masyarakatnya dari kejahatan perdagangan orang. Kegiatan komunitas PP TPPO ini memang secara nasional program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI).

Demikian hal tersebut disampaikan Dr Enggar Utari M.Si, Ketua pelaksana sekaligus Koordinator Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sultan Agung Tirtayasa (LPPM Untirta) saat Launching Komunitas Peduli Pencegahan dan TPPO bekerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA-RI) Provinsi Banten di Aula kantor Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Kamis (13/12/2018) kemarin.

“Program ini dikenal dengan istilah Tri N, pertama Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, kedua Akhiri perdagangan manusia, dan ketiga Akhiri kesenjangan ekonomi,” ujarnya.

Kenapa diakhiri, jelas Enggar, karena memang sebenarnya korban-korban TPPO sudah banyak sekali diseluruh indonesia. Tidak menutup kemungkinan di Banten juga pasti ada. Menurutnya, bahwa TPPO di provinsi Banten ini lumayan tinggi tingkatnya,

“Sesuai informasi yang kami terima dari kementerian, bahwa di provinsi banten ini TPPO nya lumayan tinggi, sering ada diantaranya, TKI atau TKW kadang-kadang menggunakan jalur ilegal,” tukasnya.

Menurut Enggar, seperti di kabupaten Tangerang pada tahun 2017 ada 5 (lima) kasus, tahun 2018 ada 4 (empat) kasus, di kabupaten Serang ada 1 (satu) kasus, itu yang baru terlaporkan, karena penanganannya yang sangat sulit.

“Kadang korban juga tidak melapor sehingga data riilnya sangat sulit disampaikan berapa jumlahnya. Namun secara data kita terus cari. aka kita bergerak dipencegahannya. Sebetulnya jadi TKW atau TKI itu enggak apa-apa asalkan melalui jalur-jalur yang benar agar terhindar dari praktek-praktek perdagangan orang,” tandasnya.

Pihaknya mengaku sering melakukan sosialisasi berkaitan dengan keimigrasian seperti migrasi aman atau bina keluarga TKI. Perguruan tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat konsen terutama untuk menurunkan tingkat TPPO yang ada di Provinsi Banten.

“Perguruan tinggi kunci kontak program nasional, diakhiri tidak ada penjualan orang. Motivasi kita adalah mensukseskan program pemerintah yang kedua, akhiri perdagangan manusia,” ungkapnya.

Diharapkan Enggar, peran serta kepedulian dan melibatkan masyarakat sangatlah dibutuhkan. Karena apa, karena pemerintah tidak cukup banyak waktu dan tangannya untuk mengatasi berbagai keluhan masyarakat. Seperti caranya perekrutan, cara pengiriman, cara penampungan yang dikhawatirkan seperti adanya ancaman eksploitasi.

“Oleh karena itu, kami berharap sekali dengan adanya launching komunitas peduli TPPO yang berbasis masyarakat, masyarakat Banten diminta untuk peduli melakukan pencegahan TPPO,” pungkasnya.

Sementara itu, Ir Erminiwati, Kabid PPPA Provinsi Banten dalam sambutannya menyampaikan, untuk melakukan pencegahan terhadap tindak pidana perdagangan orang semua elemen harus terlibat. Selain masyarakat, media massa, perguruan tinggi dan mahasiswanya juga ikut terlibat untuk melakukan pencegahan TPPO.

“Kita libatkan seluruh elemen masyarakat. Media massa juga ikut terlibat, karena media massa adalah corong kita dalam hal pencegahan, sosialisasi dan selalu bekerjasama dengan perguruan tinggi melibatkan mahasiswi yang peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. Kedepan kita harus tetap konsen, kalau bisa di 155 Kecamatan di Banten ada komunitas TPPO nya,” tegasnya.(Bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini