LSM Karat Curigai Praktik Dugaan Monopoli Lelang di Dindikbud Banten 

oleh -18 views

LSM Karat Curigai Praktik Dugaan Monopoli Lelang di Dindikbud Banten 

 

ANTERO.CO SERANG – Paket lelang pengadaan peralatan labolatorium IPA dengan nilai Rp5,2 Miliar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten diduga kuat terindikasi praktik monopoli dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Demikian ungkap Adung Lee, Direktur Eksekutif LSM Kajian Realitas (Karat) Banten kepada media, Rabu (14/04/2021).

Menurutnya, dugaan monopoli pada paket yang saat ini masih dalam proses lelang sangat kental terjadi. Pasalnya, dalam dokumen lelang penyedia harus menyertakan dukungan dari distributor yang diduga sudah diarahkan oleh pihak dinas.

“Kuat dugaan untuk dukungan tersebut sudah di “kunci” oleh pihak tertentu, sehingga bagi penyedia sangat sulit untuk melengkapi dokumen penawaran,” ujar Adung Lee.

“Hal ini terjadi setelah kami menerima keluhan dari salah satu peserta lelang yang ikut dalam lelang paket pengadaan alat laboratorium IPA,” tambahnya.

Dijelaskan Adung, CV PW untuk melengkapi dukungan dari salah satu distributor yang menyediakan alat Lab IPA tidak bisa mengeluarkan surat dukungan,

“Karena diduga distributor tersebut sudah di kunci,” terang Adung menirukan ucapan dari CV PW.

Ia melihat bahwa dalam proses lelang pengadaan peralatan laboratorium IPA sangat kental dugaan monopoli dalam tender ini.

“Kami mencurigai dari dua penyedia yang memasukan dokumen penawaran yakni Grand Integra telematika utama dengan harga penawaran Rp4.400.000.000. Dan PT Falah Eka Cahya dengan penawaran Rp5.246.551.200.00 itu sudah dikondisikan,” katanya.

Pihaknya berharap dalam proses lelang ini harus terbuka dan jangan sampai ada indikasi dugaan dugaan yang mengarah perbuatan praktik larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

“Jika ini terbukti kami mendesak pihak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) inspektorat dapat secepat mungkin menindaklanjuti dugaan indikasi praktik monopoli dalam proses pengadaan barang dan jasa di Dindik banten,” tegas Adung. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *