LSM GPS-Banten Geram Diduga Mata Elang Masih Berkeliaran Dan Meresahkan Di Pandeglang

oleh -42 views

antero.co, Pandeglang- Di Kabupaten Pandeglang sampai saat ini masih ada saja diduga Mata Elang (Matel) melakukan kegiatan dengan mengeksekusi atau mengambil secara paksa kendaraan dipinggir jalan, dikarenakan kendaraan tersebut bermasalah dengan angsuran kredit kendaraannya. Padahal berdasarkan Peraturan Polri nomor 8 tahun 2011 tentang pengamanan eksekusi jaminan fidusia, maka tidak dibenarkan jika jaminan fidusia dilakukan oleh pihak ketiga, seperti Mata Elang, Debt Colector dan semacamnya.

nasib sial bernama Amir.pemilik atau yang pengemudi Sebuah kendaraan jenis roda 2, merk/type Mio M3  bernomor polisi A 3869 MR, nomor mesin 33R2E0818674,  ketika ia melintas di  Jl. Raya Labuan senin, 14 – 06 – 2021 dihentikan laju kendaraannya oleh segerombolang orang yang di duga Mata Elang ( Matel ).

Torik Azis sebagai Anggota LSM GPS-Banten, merasa geram mendengar kejadian seperti ini , karena sampai saat ini yang diduga Mata Elang ( Matel ) dan semacamnya, masih saja melakukan eksekusi dijalan raya walaupun sudah ada himbauan larangan dari Aparat Hukum ” saya tidak habis pikir kenapa sampai saat ini, masih saja sering terjadi eksekusi kendaraan terutama Roda dua dipinggir jalan padahal kita semua tau bahwa dari Aparat Hukumpun sudah ada larangan berat terkait ini, tapi mengapa masih saja sering terjadi”ujarnya.

dan meminta atau berharap kepada Pihak Aparat yang berwenang untuk menindak tegas. ” Dengan seringnnya terjadi hal ini, saya meminta kepada pihak yang berwenang, yaitu Aparat Hukum supaya lebih bertindak tegas akan hal ini, agar  tidak terjadi kembali kejadian seperti ini dan tidak ada  kejadian eksekusi kendaraan dijalan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab karena ini sudah membuat resah Masyarat dan jelas – jelas ini sudah melanggar hukum tentang peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2011, bahwa tindakan eksekusi seperti ini tidak dibenarkan “pungkasnya.(mii)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *