Long March Ke Istana Negara, Petani Jambi Tuntut Pemerintah Kembalikan Tanah Rakyat

oleh -701 views

Long March Ke Istana Negara, Petani Jambi Tuntut Pemerintah Kembalikan Tanah Rakyat

 

Laporan: Najar|Editor: Budi Harto

 

ANTERO.CO SERANG – Suku Anak Dalam (SAD) tergabung petani Jambi melakukan aksi Long March menuju Istana Negara Jakarta, mereka menuntut agar pemerintah secara konsisten menjalankan pasal 33 UUD 1945 dan UU pokok Agraria 1960 dan mengembalikan tanah masyarakat adat SAD 113 seluas 3.550 Hektar.

Ditemui jurnalis ANTERO.CO pada Minggu (5/07/2020) di jalan raya Serang Jakarta tepatnya di Puri Anggrek Serang, sekelompok petani yang mengaku dari Jambi tersebut melakukan aksi Long March di mulai dari pelabuhan Merak Banten menuju Istana Negara Jakarta.

Koordinator Lapangan (Korlap) SAD Petani Jambi, Abun Yani mengaku sudah bertahun-tahun Suku Anak Dalam (SAD) dan petani Jambi telah menjadi korban perampasan tanah. SAD dan petani bernasib buruk, lahan pertaniannya digusur, tanahnya dirampas oleh perusahaan-perusahaan bermodal besar.

“Tanah yang bersumber kehidupan SAD dan petani tersebut tak lagi memberikan harapan akan kehidupan setelah berubah bentuk karena diterjang buldozer dan excavator,” keluhnya.

Menurut Abun Yani, hari-hari yang dialami mereka selama aksi jalan kaki tidak lebih buruk dari hari-hari yang dialami ketika berada di kampung halaman nya sendiri. Di kampung halaman mereka di intimidasi, ancaman, kekerasan tak berunjung pangkal adalah santapan sehari-hari ditengah kemiskinan yang akut.

“Sudah berbagai jalan perjuangan dilakukan oleh SAD 113 dan petani Jambi ini untuk mengusahakan penyelesaian konflik mereka, banyak sudah surat-surat dan berita acara kesepakatan dilakukan, akan tetapi sampai hari ini belum ada penyelesaian yang kongrit dan objektif dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Bahkan, terang Abun Yani, hasil perjuangan SAD dan petani ini sering kali di khianati oleh perusahaan dan pemerintah, malah terkesan di anggap kertas biasa, sehingga surat materi ATR, hasil-hasil dan kesepakatan yang sudah dilakukan,itu terkesan hanya dimasukan ke “keranjang sampah”.

“Karena itulah, Rabu 01 Juli 2020, puluhan SAD dan petani Jambi melakukan aksi jalan kaki ke istana Negara di Jakarta. Aksi long march ini di mulai dari pelabuhan Merak Banten sampai ke Istana Negara di Jakarta,” pungkasnya.

Senada dikatakan Rasto, Wakil Korlap pada aksi tersebut, petani menuntut agar pemerintah secara konsisten menjalankan pasal 33 UUD 1945 dan UU pokok Agraria 1960 dan mengembalikan tanah masyarakat adat Suku Anak Dalam (SAD) 113 seluas 3.550 Hektar.

Pihaknya juga berharap adanya kekurangan dari semua pihak, dengan memberikan dukungan donasi berupa bahan makanan, pakaian, obat-obatan atau juga berupa dana.

“Untuk memberi dukungan donasi, dapat di salurkan melalui: Bank BRI No.Rek: 093401019789539 An.Nurman, Contact Person: 081274663506/085312000033/801210322745. Atas dukungan dan bantuan baik moril dan materi dari bapak, saudara saudari, kami ucapkan terima kasih,” ucap Rasto.

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *