Legalkan Permukiman Yahudi di Palestina, AS Pakai Hukum Rimba

oleh -0 views

Pemerintah Amerika Serikat mengubah sikap yang telah mereka anut selama 40 tahun, yaitu tidak lagi menganggap permukiman Yahudi Israel di Tepi Barat ilegal. Keputusan ini menuai kecaman dari pihak Palestina, menyebut AS menggunakan “hukum rimba”.

Sebelumnyasejak 1978, AS di bawah Presiden Jimmy Carter menganggap permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat ilegal berdasarkan hukum internasional. Sikap AS selaras dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Konvensi Jenewa Keempat pada 1949.MMenteriL

LuarNegeri Mike Pompeo pada Senin (18/11) mengatakan ada perbedaan pandangan antar presiden AS selama ini soal status permukiman ilegal. Pompeo menyebut kali ini pemerintahan Donald Trump mengikuti sikap presiden Ronald Reagan yang menyebut permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak ilegal. Trump dan Reagan sama-sama dari Partai Republik.

MenurutPompeo, status pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat hanya bisa diselesaikan melalui dialog Palestina dan Israel. Sikap yang mereka ambil selama ini, lanjut Pompeo, tidak memicu perdamaian.

Perubahansikap AS menuai pujian dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyebutnya “membetulkan kesalahan sejarah”, namun memicu kecaman dari pihak Palestina. Juru runding Palestina Saeb Erekat dalam pernyataannya menyebut pemerintahan Trump menggunakan “hukum rimba” dalam isu Israel-Palestina.”

Sekali lagi, dengan pengumuman ini, pemerintah Trump menunjukkan ancaman mereka bagi sistem internasional dengan mengganti hukum internasional dengan hukum rimba,” kata Erekat seperti dikutip Reuters, Selasa (19/11).D

mengatakan, hukum internasional jelas menyebutkan permukiman Yahudi di Tepi Barat ilegal. Berdasarkan hukum internasional, permukiman Israel di Tepi Barat telah merenggut hak-hak tanah rakyat mengeksploitasi kekayaan alam, dan telah mengusir rakyat Palestina.”

Karena itu, komunitas internasional harus mengambil langkah yang diperlukan untuk merespons tindakan tidak bertanggung jawab AS yang mengancam keamanan, stabilitas, dan perdamaian global,” kata Erekat.”

Satu-satunya cara mencapai perdamaian di Palestina, Israel, dan seluruh Timur Tengah adalah dengan kebebasan dan kemerdekaan Negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” lanjut dia.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *