Lampaui Target! Pagelaran IPEX 2022 Mampu Sedot 65,505 Orang

oleh -2 views

JAKARTA, antero.co – Lampaui target, pagelaran Indonesia Properti Expo (IPEX) mampu sedot sedikitnya 65,505 orang sebagai visitor pencari hunian baru.

Jumlah pengunjung IPEX ini lebih tinggi dibandingkan target yang diharapkan sebelumnya yaitu 55.000 orang.

“Pencapaian ini merupakan surprise antusias pengunjung yang mencari properti atau rumah kedua sebagai investasi,” ujar Vice Presiden PT. Adhouse Clarion Events Gad Permata, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Antusias berburu properti di ajang IPEX yang berlangsung selama 9 hari tersebut didominasi calon pembeli pemula, hingga para investor dari luar Jabodetabek.

Ditambahkan Gad Permata, bahwa ILM ini bertujuan membantu masyarakat calon konsumen properti.

“Mulai dari konsultasi gratis, edukasi, pendampingan, hingga peserta bisa menemukan rumah yang diharapkan sesuai kriterianya,” ujarnya.

Lebih lanjut Gad Permata merincikan benefit yang bisa dimanfaatkan yaitu konsultasi gratis hingga transaksi selama 1 tahun.

Selain itu, peserta ILM juga berhak mendapatkan promo khusus untuk setiap pembelian properti dari pengembang yang telah bekerjasama dengan IPEX selama pameran hybrid/online berlangsung.

“Tak cuma itu, peserta ILM juga bisa memanfaatkan fasilitas promo khusus KPR dari Bank Partner yang tidak bisa diperoleh diluar program ini,” tambah Gad Permata.

Terlepas itu, Gad Permata juga mengingatkan jangan tunda beli rumah karena harganya naik terus.

Dikatakan, tak sedikit masyarakat awam yang belum memahami penyebab kenaikan harga rumah tersebut. Lalu seperti apa sih fakta yang sebenarnya?

Gad Permata menjelaskan, pada dasarnya properti salah satu investasi paling menguntungkan dibanding instrumen lainnya.
Kemudian yang menjadi penyebab harga rumah naik terus yaitu didongkrak melalui nilai inflasi yang tinggi.

“Dimana nilai mata uang melemah, daya beli menurun, dan harga-harga barang yang naik memaksa developer menaikan harga karena pertimbangan bahan material yang naik, harga tukang yang naik, serta biaya hidup yang semakin mahal. Otomatis harga properti menjadi naik karena inflasi,” jelas Gad Permata.

Selain itu, jumlah ketersediaan tanah berbanding terbalik dengan jumlah penduduk juga menjadi penyebab kenaikan harga rumah.

Ditambah secara fakta ketersediaan lahan makin hari, makin berkurang.

“Inilah istilah yang paling tepat untuk menggambarkan ketersediaan tanah. Sementara permintaan akan hunian semakin meningkat setiap tahun. Tak pelak, angka kelahiran penduduk di Indonesia terus meningkat. Maka tak heran bila harga rumah selalu melambung,” tambah Gad Permata.

Lebih lanjut Gad Permata mengatakan, dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk, otomatis kebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah dari tahun ke tahun.

Namun, pasokan tanah di muka bumi tidak bertambah, bahkan berkurang.

Oleh karena itu, sesuai hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan kebutuhan dan harga-harga properti dari tahun ke tahun.

“Jumlah populasi manusia di bumi yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan perluasan tanah membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun,” pungkas Gad Permata. (Hamdani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *