Lakukan Musyawarah, Camat Curugbitung Panggil Pengusaha Galian dan Bentuk Tim Satgas Libatkan Masyarakat

oleh -76 views

Lakukan Musyawarah, Camat Curugbitung Panggil Pengusaha Galian dan Bentuk Tim Satgas Libatkan Masyarakat

 

ANTERO.CO LEBAK – Camat kecamatan Curugbitung melakukan musyawarah bersama sejumlah pengusaha galian tanah dan bentonix, bertempat di Kantor Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak, Banten, Jum’at (09/4/2021).

Pemanggilan kepada sejumlah pengusaha galian oleh pihak Kecamatan tersebut menyusul adanya keluhan dari masyarakat setempat.

Camat Kecamatan Curugbitung Endang Subrata S.STP, M.Si mengatakan, pihaknya memanggil seluruh para pengusaha galian tanah merah dan bentonix untuk duduk bersama membahas terkait keluhan masyarakat. Kata Camat, dari hasil musyawarah ini terbentuklah Tim Satgas yang melibatkan Masyarakat dan petugas Pemerintah dengan memenuhi peraturan sebanyak 13 poin yang tertuang dalam berita acara musyawarah.

“Pertama, bila angkutan tanah tidak diperbolehkan parkir di badan jalan raya. Kedua, sebelum masuk ke jalan raya mobil angkutan tanah harus sudah bersih, pastikan tidak ada tanah terbawa ke jalan raya melalui roda kendaraan angkutan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Camat, Ketiga tidak boleh beroperasi ketika turun hujan, keempat mobil pengangkut tanah harus di bungkus rapih, dan kelima Perusahan Galian tanah wajib memperbaiki jalan poros desa yang di lewati agar bisa di lewati masyarakat lagi.

“Keenam, Pihak pengusaha harus bertanggung jawab penuh terhadap korban kecelakaan di wilayah lokasi masing masing, dan poin ke tujuh Pembentukan tim satgas K3 dalam usaha galian tanah,” tandasnya.

Poin kedelapan, sambung Camat, Para pengusaha harus melengkapi perijinan sesuai ketentuan yang berlaku, poin ke sembilan Penentuan oprasional jam 13.00 WINdan mengatur jarak pemberangkatan agar tida mengganggu warga.

“Untuk poin kesepuluh, Batas galian tanah minimal 3 meter di bahu jalan, ke sebelas Bekas galian agar dirapihkan kembali dan di ratakan, dan poin kedua helas Membentuk paguyuban para pengusaha, serta terakhir poin ketiga belas Setiap pengusaha lokasi galian agar menyiapkan mobil tengki masing masing,” urainya.

Ditegaskannya, apabila tidak mampu dan tidak sanggup memenuhi 13 syarat tersebut, dan apabila pengusaha tetap menjalankan kegiatan usaha, namun tidak mematuhi dan melaksanakan 13 syarat tersebut maka pihak masyarakat dan pihak terkait lainnya akan menutup kegiatan usaha galian tersebut.

“Alhamdulilah sudah ada kesepakatan pada semua para pengusaha galian tanah merah dan bentonix yang ada di wilayah Kecamatan Curugbitung,” tuturnya.

Dijelaskan Camat, mereka (pengusaha galian-red) sepakat akan adanya aturan aturan yang sudah pihaknya berikan dengan hasil musyawarah dan disepakati bersama, baik itu dengan Kepala Desa, masyarakat, Karangtaruna, tokoh pemuda Sahati (Pemerhati Lingkungan).

“Semoga dengan adanya musyawarah kesepakatan hasil duduk bersama ini bisa diterapkan oleh pihak pengelola galian tanah diikuti oleh semua pengusaha demi kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” harapnya

Salah seorang pengusaha galian tanah merah Santi mengaku kebetulan lokasi galiannya yang melintasi jalan poros desa tersebut, sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak Desa Cilayang dan telah membeli material makadam untuk mengurug lobang pada jalan poros tersebut.

“Kami sebelumnya sudah koordinasi dengan pemerintah desa, dan kamipun sudah memperbaiki jalan tersebut dengan membeli makadam untuk menutupi lobang jalan poros desa Cilayang,” terangnya.

Untuk itu, Santi juga mengajak siapa saja baik itu para penggerak kaum anak muda maupun dari Sahati untuk mengawal dalam memperbaiki jalan poros desa.

“Kami akan belikan makadam lagi untuk memperbaiki adanya jalan rusak,” katanya.

Turut hadir dalam musyawarah tersebut, Dishub Kabupaten Lebak, Satpol PP Kabupaten Lebak, Danramil Koramil 0303/Maja, Kepala Desa, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Sahati. (Muh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *