Kurangnya Komunikasi Sebabkan Ijazah Susilawati Terpending Selama 11 Tahun

oleh -140 views

ANTERO.CO , SERANG – Menindak lanjuti terkait berita yang menyangkut Susilawati (29) siswa Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah Sidayu, belum menerima ijazah sejak kelulusannya tahun 2010 lalu, hal ini di sebabkan kurangnya komunikasi antara susilawati dengan pihak Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah sidayu, hal tersebut di ketahui setelah awak media antero.co, bertemu langsung dengan pimpinan yayasan yang didampingi pengurus, Minggu (24/01/2021) di Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah Sidayu, Jalan Pontang Tirtayasa Km 2 Sidayu Desa Kemanisan Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Banten

Tunggakan sejumlah biaya, yang membuat susilawati enggan mempertanyakan kepada pihak yayasan mengenai ijasahnya, di samping itu pihak Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah, merasa kesulitan untuk menghubungi Susilawati karene minimnya informasi.

Setelah di lakukannya pertemuan secara kekeluargaan antara Pihak Yayasan Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah Sidayu dengan keluarga susilawati, akhirnya dari musyawarah secara kekeluargaan tersebut, ijazah susilawati di serahkan dan terkait tunggakan dibayar secara bertahap oleh susilawati di setiap bulan hingga lunas.

Kurangnya Komunikasi Sebabkan Ijazah Susilawati Terpending Selama 11 Tahun
Kurangnya Komunikasi Sebabkan Ijazah Susilawati Terpending Selama 11 Tahun

berdasarkan keterangan H.asep zainal, selaku pimpinan Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah Sidayu, Menyampaikan,” sebenarnya tidak ada penahanan pada ijazah siswi kami susilawati tersebut, namun karena kurangnya komunikasi, mungkin disebabkan ada sejumlah tunggakan yang belum di selesaikan sehingga susilawati enggan menghubungi, baru disaat ijasah di perlukan guna kelengkapan persyaratan melamar kerja beliau menghubungi kami, “ungkap beliau.

“dalam kesempatan ini, kami telah menyerahkan ijasah dan memberikan kelonggaran kepada susilawati dalam pelunasan tunggakan, dengan cara mencicil, yang terpenting adanya komunikasi, dan kami tidak pernah untuk melakukan penekanan dalam pembayaran tunggakan, semoga dengan pertemuan ini kesalahpahaman selama ini dapat di maklumi .” imbuh H.asep zainal.

Sementara di tempat yang sama,” perwakilan keluarga susilawati, yang diwakili oleh irfan selaku suami susilawati, mengapresiasi terhadap bentuk bantuan dan keringanan yang di berikan oleh pihak Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah Sidayu, kepada istrinya.

“saya ucapkan terimakasih atas bantuan ,kebijakan dan tolerensi yang telah di berikan Ponpes Ma’had Ashhabul Maimanah Sidayu, sehingga istri saya dapat menerima ijasah yang skan di gunakan sebagai persyaratan kerja, kami juga dalam pertemuan ini, sudah sepakat dan sudah saling memahami atas kekeliruan selama ini.” tutur Irpan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *