Inilah Kronologi Bentrok FUI-Banser NU di Surakarta, Jawa Tengah

oleh -0 views
Inilah Kronologi Bentrok FUI-Banser NU
Gambar Ilustrasi Tawuran

ANTERO.CO – Bentrokan terjadi di depan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (6/12) sore. Bentrok yang melibatkan massa Banser NU itu pecah saat massa dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) selesai menggelar demonstrasi di depan Mapolresta Surakarta terkait isi ceramah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq.

“Cuma adu mulut, enggak sampai bentrokan,” kata Andy kepada Wartawan, Jumat (6/12).

Diawali Demo Gus Muwafiq

Andy menjelaskan kejadian itu bermula usai massa DSKS melakukan unjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta. Unjuk rasa itu, kata Andy, berkaitan dengan isi ceramah yang disampaikan oleh Gus Muwafiq yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Isi ceramah Gus Muwafiq menjadi sorotan lantaran mengisahkan kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang anak yang diasuh kakek dan tanpa kedua orang tua, Gus Muwafiq menyebut Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik.

Video ceramah yang didominasi dalam bahasa Jawa tersebut viral, dan berujung kecaman dari sejumlah kalangan. Lewat akun Instagram @gus.muwafiq, ia memberikan klarifikasi ihwal viralnya video tersebut.

Andy menuturkan setelah kurang lebih satu jam berunjuk rasa, sekitar 30-50 orang massa DSKS memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang itu, mereka melintas di depan kantor PCNU Surakarta.

“Kebetulan di situ juga ada kegiatan dari PCNU, di situ ada Banser ada juga beberapa orang, kemudian di situ terjadi adu mulut,” ujar Andy.

Disampaikan Andy, saat itu sejumlah personel Brimob dan polisi dari Polresta Surakarta berada di lokasi. Karenanya, bentrokan antara kedua massa bisa langsung dicegah.

“Bisa kita redam kemudian juga sudah kita sampaikan pada pimpinan masing-masing kelompok untuk bisa meredam, bisa menahan diri kemudian mereka tadi sekitar jam 4 sore sudah kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya.

Versi PCNU Surakarta

Bentrok dipicu oleh massa DSKS dan Forum Umat Islam Surakarta (FUIS) membunyikan suara motornya dengan keras di depan Kantor PCNU Surakarta. Aksi tersebut membuat massa Pagar Nusa dan Banser keluar dari kantor PCNU Surakarta.

Saling ejek pun terjadi hingga akhirnya berujung pada bentrokan dengan aksi saling lempar batu.

“Kita memang rekan-rekan di NU, Pagar Nusa dan Banser sudah bersiaga di Kantor PCNU. Mereka DSKS dan FUIS usai demo di Polresta Surakarta melintasi kantor PCNU,” kata Ketua PCNU Wonogiri, Mubarok yang ikut berjaga sejak siang di Kantor PCNU Surakarta.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *