Penjualan Kondom di Kota Cilegon Mulai Laris Jelang Malam Pergantian Tahun

Penjualan Kondom di Kota Cilegon Mulai Laris Jelang Malam Pergantian Tahun

ANTERO CO, CILEGON – Peminat alat kontrasepsi pria (kondom) di kota Cilegon mulai meningkat khususnya jelang malam pergantian tahun.

Dilansir dari Fakta Banten Online hasil penelusuran di beberapa tempat yang menjual kondom di pusat kota industri, pada Sabtu (28/12/2019).

Salah satu Kepala Apotik di Kawasan Kecamatan Cilegon yang enggan disebutkan namanya mengatakan, di akhir bulan Desember ini pembeli kondom meningkat signifikan, yang didominasi pembeli usia produktif, dari remaja hingga dewasa.

“Iya naik drastis di akhir Desember ini, kisaran 40 persen lah kenaikannya,” ungkapnya tanpa menyebutkan jenis dan merk kondom.

Bahkan kenaikan penjualan drastis juga diungkapkan oleh Kepala Toko Indomaret di Kawasan Kecamatan Jombang.

Dalam sepekan terakhir, pihaknya mengaku penjualan kondom berbagai merk di tempatnya meningkat pesat.

“Ya seminggu terakhir ini pengingkatannya sangat tinggi mas, 80 persen-an. Macem-macem yang kita jual di sini, itu yang ada di rak,” ujar pria yang juga tak mau disebut namanya.

Dalam rak yang terlihat, ada sekitar 4 merk kondom dengan 10 jenis dan rasa kondom yang terpajang di rak yang tak jauh dari meja kasir tersebut.

Dengan adanya fenomena ini, jika para pembeli kondom tersebut bukan digunakan untuk hubungan halal suami-isteri, tentu saja dalam pergantian tahun baru 2019 ke 2020 ini di Kota Cilegon menunjukkan dugaan perayaan pesta tahun baru dengan pesta seks bebas sangat tinggi. Terlebih di toko-toko penjual kondom tidak pernah ditanyakan status kawin atau tidak kawin.

Dan hal ini tentu saja bertentangan dengan Surat Edaran Walikota Cilegon terkait perayaan Tahun Baru agar tercipta iklim kondusif. Dimana pada poin satu disebutkan: “Tidak merayakan pergantian tahun baru dengan kegiatan yang berlebihan, bersifat hura-hura serta tindakan yang melanggar norma hukum dan Agama”.

Namun, faktanya di Kota Cilegon sendiri dengan kenaikan pembeli kondom yang sangat tinggi ini, menunjukan lemahnya dalam implementasi pencegahan tindakan melanggar norma agama dan susila di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *