Ketua DPD GWI Banten Apresiasi Kinerja Kapolres Metro Tangerang Serius Tangani Kasus Penganiayaan Wartawan

oleh -30 Dilihat

Tangerang | Antero.com – Ketua DPD GWI Provinsi Banten, Syamsul Bahri sangat mengapresiasi kinerja Kapolres Metro Tangerang Kota, terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Wartawan oleh oknum mafia BBM jenis solar beberapa hari lalu.

Kata dia kasus yang di alami rekan seprofesinya itu kini tengah di tindak lanjut oleh Kapolres Metro Tangerang. Rabu (08/0525)

“Saya dengan ini sangat mengapresiasi kepada Kapolres Metro Kota Tangerang, Kombespol Zain Dwi Nugroho SH, M.Si,

Syamsul juga menyoroti peraktik haram yang di lakukan para oknum dengan mengambil keuntungan dari BBM jenis solar bersubsidi untuk kembali di jual pada pasar industri dan penggunaan alat berat atau lainnya, kata dia. Terjadi nya tindakan kekerasan hingga berujung penganiayaan terhadap wartawan itu bermula dari sana.

Sambung Syamsul, penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi sorotan utama di balik peristiwa penganiayaan seorang wartawan yang kala itu sedang menjalankan tugas jurnalistik nya melakukan investigasi dan observasi atau isu maraknya para mafia solar berseliweran di SPBU yang ada di kota Tangerang.

Kata dia, modus oprandi yang mereka lakukan adalah membeli BBM jenis solar bersubsidi di SPBU dengan menggunakan kendaraan yang sebelumnya sudah di modifikasi terlebih dahulu agar dapat menampung minyak solar di luar standar kapasitas tangki tidak seperti pada kendaraan pada umumnya.

” Mobil – mobil bermuatan BBM solar tersebut yang diduga sudah di modifikasi lewat tanpa hambatan, seperti yang terjadi di depan Polsek Jati Uwung, Kota Tangerang – BantenBanten, ” Tukas Syamsul.

Keronologis kejadian, Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan .

Peristiwa dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang wartawan itu berawal dari kecurigaan terhadap salah satu kendaraan box engkel yang terlihat keluar masuk berulang mengisi BBM jenis solar bersubsidi di SPBU Jati Uwung, jakan Gatot Subroto KM 4,tepatnya di play over Taman CibodasCibodas, Sanghiang Jaya, PeriukPeriuk, Kota Tangerang pada Minggu malam, 05/05/2024 , pukul 23 : 30 WIB.

Lanjut AS menerangkan, si supir kemudian menelepon seseorang yang diakuinya sebagai boss nya, yang bernama Simbolon. Usai menelepon dia ( supir red), kembali menghampiri 7 wartawan tersebut dan meminta agar mereka menunggu bosnya yang sedang dalam perjalanan menuju TKP.

“Si supir itu bilang ke kami, ” Tunggu sebentar ya pk , bos Simbolon sedang dalam perjalanan kesini menemui bapak wartawan,” Kata AS dalam cerita nya

Merasa ada yang janggaljanggal, sebagian rekan ASAS, memutuskan pergi ke Polsek Jati Uwung untuk melaporkan temuan mereka itu ke pihak yang berwenang.

Menurut korban, tindakan penganiayaan yang di alami nya terjadi ketika sekelompok orang tidak fi kenal datang, usai si supir menelepon bos nya. Sekelompok OTK bertampang preman itu menghampiri ASAS, dan tanpa banyak bicara mereka langsung bersama – sama menghujani AS dengan pukulan dan tendangan.

Para gerombolan itu di undang oleh supir melalui telepon, padahal saya sudah bicara baik – baik dengan supir tersebut, ” Ujar As. Pengeroyokan itu secara beringas mengintimidasi dan menyerang dia dan rekan nya yang berada di lokasi kejadian.

“Mereka tidak bisa di ajak berkomunikasi dan mengatakan bahwa ini urusan bos AndreAndre dan Simbolon, orang lapangan mereka, ” Kata AS

Atas peristiwa penganiayaan di sertai pengeroyokan terhadap AS, Yang merupakan wartawan dari Media Liputan 7 itu. Korban mengaku mengalami sakit pada dada bagian kiri, selain itu handphone milik korban turut di rampas oleh para pelaku pengeroyokan.

Kejadian kasus penganiayaan dan pengeroyokan itu kini sudah di tangani pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/B/481/V/2024/SPKT/Polres Metro Kota Tangerang, Polda Metro Jaya.

Wartawati dianiyaya mafia solar.
Tindakan kekerasan berujung penganiayaan terhadap profesi wartawan di Tangerang bukan kali ini terjadi, pada bulan Februari 2024 lalu, seorang wartawati dari media online Antero.co juga mengalami hal serupa.

Kasusnya pun dari dugaan temuan penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi. Kala itu, korban bersama rekan nya memergoki sebuah kendaraan jenis truk yang sedang melakukan pengisian BBM jenis solar bersubsidi di SPBU 34.157.03.Jayanti timurtimur, kecamatan JayantiJayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada minggu petang (11/02/2024), lalu.

Korban yang saat itu sedang melakukan tugas jurnalistik nya melihat kendaraan truk bernopol B 9997 TF, tengah mengisi BBM jenis solar. Karena di rasa ada yang aneh pada aktivitas mobil truk tersebuttersebut, korban bersama rekannya menghampiri supir itu untuk memastikan kebenaran atas kecurigaannya.

Sambil merekam video, korban bertanya kepada si supir yang saat itu sedang melakukan pengisian BBM dari Dispenser ke tangki mobil truk nya. Namun yang terjadi si supir tidak terima di rekam dan sepontan langsung menjambak rambut serta mencakar wajah korban hingga mengakibatkan luka gores pada kulit bagian kiri dagu.

Usai menganiaya, pelaku langsung kabur dengan kendaraan mobil truk nya keluar dari SPBU dan langsung menghilang.

Korban bersama rekan nya kemudian melaporkan kejadian penganiayaan terhadap dirinya ke polresta Tangerang, dengan nomor laporan kasus yang di buat petugas No.LP/B/117/II/2024.Polresta Polda, Banten.

(Njr)

Tentang Penulis: Supri Yadi

Gambar Gravatar
Journalist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.