Keringat Anggota TNI di Desa Terpencil Pandeglang

oleh -22 views

ANTERO.CO, Pandeglang – Ratusan prajurit dari Kodam III Siliwangi khususnya wilayah Korem 064 Maluana Yusuf (MY) Serang membuka akses jalan lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan panjang 3,4 kilometer dan lebar delapan (8) meter di Desa Patia, Kecamatan Patia, Pandeglang, Banten telah selesai dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung selama 30 hari telah selesai dilaksanakan dan kini kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melaju.

Untuk diketahui, di ujung hutan ada sekitar 300 kepala keluarga (KK) atau hampir seribu jiwa. Mereka tersebar di tiga (3) desa yaitu desa Patia, Babakan Keusik dan Desa Pisir Gadung yang saat itu masih terisolir oleh lebatnya hutan. Sementara itu, untuk akses ke Kecamatan Patia sendiri berjarak kurang lebih sekitar empat (4) Kilometer dari ketiga desa tersebut.

Saat ditemui wartawan di kediamnya, Didin (40) tahun warga Desa Patia, Kecamatan Patia sedang duduk sambil menghisap sebatang rokok. Didin menceritakan awal mulanya desa Patia dipilih menjadi tempat TMMD ke 109 oleh Kodim 0601 Pandeglang. Kata Didin sebenarnya, masyarakat sendiri sudah mempunyai keinginan kuat untuk membuka akses jalan yang tadinya hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki.

Menurut Didin, pihaknya saat itu bersama warga Patia mengajukan ke koramil dan Kodim agar jalan poros desa yang berada di kampungya bisa dibangun. Kata Didin tujuannya dibuka akses jalan tersebut ialah agar ekonomi masyarakat yang mayoritas sebagai petani bisa hidup, terlebih kata Didin ketika panen warga harus beputar arah dengan jarak tiga kali-lipat memutar arah.

“Masyarakat sangat bahagia sekali dengan dibangunnya jalan di Desa Patia. Kita gilir setiap hari ada dua RT, pokonya 50-60 orang berbaur dengan TNI.”ucap Didin kepada awak media, Jum’at 22 Oktober 2020.

Didin menyebut kegiatan TMMD ke 109 di desanya telah memberikan hasil yang cukup signifikan, dulu sebelum jalan dibuka, jarak dari desa Patia menuju Pasir Gadung sulit untuk dilalui, sementara kata Didin sekarang sudah bisa dilewati. Pembangunan yang lebarnya delapan meter ini bukan hanya sasaran fisik namun yang tak kalah penting ialah membangun manusianya itu sendiri, sehingga tumbuh kesadaran masyarakat terhadap berbangsa dan bernegara.

Keringat Anggota TNI di Desa Terpencil Pandeglang
Keringat Anggota TNI di Desa Terpencil Pandeglang

“Saya menyaksikan kebersamaan serta gotong royong di setiap wajah sekaligus cucuran keringan masyarakat dan aparat yang bersama-sama pada saat bekerja di lapangan.”tutur Didin.

Selama kegiatan TMMD, ratusan personil dari Kodam III Siliwangi juga ikut membantu merehab musolah di Desa Patia. Menurut Pria berkumis itu, sarana tempat ibadah bagi warga sangat dibutuhkan.

“Banyak hikmah dari kegiatan TMMD ke 109 di Patia ini, semoga Kodim 0601 Pandeglang bisa melanjutkanya kembali karena ini jalanya belum keras kayak di aspal.”kata Didin dengan nada tertawa.

Didin bercerita apabila memasuki musim hujan mereka harus merasakan gemilangan lumpur dan kotoran karena sulit untuk dilintasi. Tak hanya itu, banyak siswa-siswi yang akan bersekolah juga kerap berlibur karena kondisi jalan yang tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Kata Didin jarak tempuh dari rumah warga ke sekolah berkisar tiga kilometer dan empat kilometer. Selama puluhan tahun, warga mengalami kesulitan untuk mengakses jalan yang menopang kepentingan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan karena kondisi jalan yang memang tak layak.

Masih kata Didin, jalan tersebut sangat vital keberadaanya. Setiap kali ganti pemimpin pusat maupun daerah, bagi warga patia harapan pembangunan jalan kala itu hanya menjadi mimpi yang tak pernah nyata. Saat itu, warga hanya bisa mengandalkan perbaikan jalan dari hasil swadaya dan gotong royong.

Hal yang sama dikatakan tokoh Masyarakat Patia, Bambang Krluh (65) tahun. Dia bersama warga mengucapkan terimakasih kepada TNI khususnya Kodam III Siliwangi dan jajaran Korem 064 Maulana Yusuf Serang. Kata Dambang berkat program TMMD yang telah membuka akses jalan sepanjang 3,4 kilometer di Kecamatan Patia ribuan warga menikmati dampak positif dari pembangunannya.

“Dulu kondisi jalan sulit untuk dilalui jangan kan oleh kendaraan roda empat dan dua, dilalui oleh pejalan kaki aja tak bisa, karena jalan disini belum pernah dibangun oleh pemerintah, Cuma hasil swadaya masyarakat aja.”ujar Bambang.

Bambang juga memberikan apresiasi kepada TNI yang telah ikut berbaur dengan rakyat untuk bekerja membangun jalan. Mereka ternyata sekarang tak lagi bergelut di bidang alusista persenjataan saja. Hal itu terlihat betul-betul nyata ketika mereka mengadakan kegiatan TMMD.

“Anggota TNI itu ramai-ramai kompak mencangkul tanah yang akan digunakan untuk jalan baru. Jalan baru yang dibuka TNI ini tentu akan membuka ekonomi warga Kecamatan Patia.”terang Bambang.

Bambang berharap Kegiatan program TMMD di Kampungnya bisa dilajutkan kembali, karena saat kondisi jalan belum 100 presen mulus untuk dilalui. Kondisi jalan hanya dibatu dan belum menggunakan aspal.

“Kalau bisa dilanjutkan kembali program TMMD, ini langkah positif bagi bangsa Indonesia dalam membangun ekonomi Desa yang dimulai dari pinggiran,”beber Bambang.

Di tempat terpisah, Camat Patia Cecep Rohman berterimakasih kepada TNI melalui program TMMD ke 109 di Kecamatan Patia. Kata Cecep TNI telah membuka jalan baru dari jalan setapak menjadi jalan lebar. Walaupun belum beraspal hanya pengerasan dengan batu kerikil tapi sudah cukup untuk membantu kesulitan masyarakat yang selama ini masih terisolasi.

Cecep menjelaskan sebenarnya pemerintah daerah sudah mempunyai rencana untuk membuka akses jalan di wilayahnya. Namun, kata Cecep hal itu terkendala dengan sumber daya termasuk anggaranm Akibat tidak ada akses jalan yang dekat, warga tersebut lebih banyak melakukan aktivitas sosial ekonomi dengan warga kecamatan tetangga di Kecamatan Cipicung.

Keringat Anggota TNI di Desa Terpencil Pandeglang
Keringat Anggota TNI di Desa Terpencil Pandeglang

Kesulitan yang dihadapi Pemda dalam membuka jalan diantaranya dalam membebaskan lahan untuk keperluan jalan baru. Jarak jalan yang akan dibuka sepanjang 3.4 kilometer terdiri dari 300 an pemilik lahan.

“Pemerintah Daerah belum sanggup untuk merealisasikannya. Kesulitan itu kemudian dicoba untuk didiskusikan dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait, salah satunya ide datang dari Dandim untuk dimasukan kedalam program TMMD.”tutur Cecep.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Dandim 0601/Pandeglang Letkol Kav Dedi Setiadi mengatakan warga masyarakat merindukan perubahan di wilayahnya, namun terkukung oleh banyak masalah ketidak berdayaan. Untuk itu, kata Dedi, melalui program TMMD Kodim 0601/Pandeglang berupaya untuk membantu memecahkan dan memberi jalan keluar.

“Walaupun sudah mencapai target 100 peresen dari sasaran yang diprogramkan. Hasil ini akan dilanjutkan melalui TMMD Imbangan pada tahun anggaran 2021. Kita akan perkeras dan perlebar bahu jalannya hingga tersambung dengan jalan di Kecamatan Cikupa.”kata Dedi Setiadi.

Dedi berharap nantinya jalan yang dibangun melalui TMMD statusnya bisa meningkat menjadi jalan Provinsi. Kata Dedi, setelah statusnya meningkat nantinya secara rutin bisa mendapat pemeliharaan dari APBD Provinsi Banten.

Masih kata Dedi, pihaknya meyakini bahwa TMMD merupakan sarana TNI mendekatkan diri dengan rakyat. Menurut Dedi, adanya TMMD TNI bisa hadir ditengah-tengah rakyat, berkarya bersama rakyat dan membangun kemanunggalan dengan rakyat.

“Pogram TMMD tidak boleh berhenti, perlu terus bersambung dan berlanjut dengan sasaran-sasaran realistik atas kebutuhan mendasar masyarakat. TMMD sebagai program solutif sekaligus menguatkan sinerjitas aparatur negara, dan kemanunggalan TNI dengan Rakyat.”ucap Dedi.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *