Kemana Arwah Orang Yang Baru Saja Meninggal ?

Arwah Orang meninggal Saat 40 Hari Masih Berada dirumah
Arwah Orang meninggal Saat 40 Hari Masih Berada dirumah

Dimana Ruh Dan Bagaimana Kondisinya Setelah Orangnya Meninggal Sebelum Dikuburkan? Ketika seseorang meninggal dunia dan dikuburkan pada hari setelahnya, apakah rohnya gentayangan saat belum dikuburkan? Apa yang terjadi padanya?

Ditinggal oleh orang-orang yang sangat dicintai dan selalu bersama setiap hari memang merupakan momen yang sangat menyedihkan. Apalagi, jika kepergiannya selamanya atau mati dan dia mungkin tidak akan kembali pada hari berikutnya. Sulit menerima kenyataan bahwa seseorang yang sangat dicintai meninggalkan kita terlebih dahulu. Meski begitu, kita masih harus menerima kenyataan itu.

Baca juga: Tanda-tanda Kematian Menurut Ustadz M.Nur Maulana

Aktivitas orang yang sudah meninggal

Diriwatkan Imam Ahmad, no. 17803 dari Bara bin Azib dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِي انْقِطَاعٍ مِنْ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنْ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلائِكَةٌ مِنْ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِيءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلام حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ : أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ قَالَ : فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِي السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِي يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِي ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِي ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ قَالَ : فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلا يَمُرُّونَ يَعْنِي بِهَا عَلَى مَلإٍ مِنْ الْمَلائِكَةِ إِلاّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلانُ بْنُ فُلانٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِي كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِي الدُّنْيَا حَتَّى يَنْتَهُوا بِهَا إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَسْتَفْتِحُونَ لَهُ فَيُفْتَحُ لَهُمْ فَيُشَيِّعُهُ مِنْ كُلِّ سَمَاءٍ مُقَرَّبُوهَا إِلَى السَّمَاءِ الَّتِي تَلِيهَا حَتَّى يُنْتَهَى بِهِ إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : اكْتُبُوا كِتَابَ عَبْدِي فِي عِلِّيِّينَ وَأَعِيدُوهُ إِلَى الأَرْضِ فَإِنِّي مِنْهَا خَلَقْتُهُمْ وَفِيهَا أُعِيدُهُمْ وَمِنْهَا أُخْرِجُهُمْ تَارَةً أُخْرَى ، قَالَ: فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ … ) .

“Sesungguhnya seorang hamba yang beriman, ketika terputus dari dunia dan memulai (kehidupan) akhirat, para malaikat turun kepadanya dari langit, wajahnya putih, wajah mereka seperti matahari. Bersamanya kain kafan dari surga dan minyak wangi dari surga. Sampai mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian didatangkan malaikan maut alaihissalam.

Lalu dia duduk di kepalanya seraya mengatakan, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridoan Allah. Maka (ruh) keluar lepas seperti tetasan air yang mengalir dari tempat minuman. Maka dibawanya ruh itu dengan sepenuh perhatian tidak lengah sedikipun.

Lalu dibawa dan diletakkan di kafan itu dengan minyak wangi itu, sehingga keluar darinya bau sangat wangi yang didapatkan di atas bumi. Berkata, “Kemudian dia dibawa naik olehnya, tidaklah melewati sekumpulan malaikat kecuali mereka mengatakan, “Apa gerangan ruh yang baik ini?” mereka menjawab, “Ini fulan bin fulan.” dengan menyebutkan nama terbaiknya yang mereka namakan di dunia.

Hingga selesai dari langit dunia, lalu mereka meminta izin untuk dibukakan baginya, dan dibukakan untuk mereka, dan setiap makhluk di langit ikut menghantarkan sampai ke langit setelahnya sampai selesai di langit ketujuh.

Maka Allah Azza Wajalla berfirman, “Tulislah kitab hamba-Ku ini di Illiyyin dan kembalikan dia ke bumi. Karena Saya ciptakan darinya dan ia dikembalikan dan nanti akan di keluarkan lagi.

Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sampai datang dua malaikat dan mendudukkannya….” kemudian disebutkan hadits tentang pertanyaan kubur

Kemudian disebutkan mencabut ruh orang kafir dan mengatakan, “Mereka membawannya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka mengatakan, “Ruh busuk apa ini.” Mereka mengatakan fulan bin fulan, dengan nama terjelek yang mereka namakan di dunia. Sampai ke langit dunia. Dan meminta dibukakan, namun tidak dibukakan untuknya. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langitdan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (QS.Al-A’raf: 40)

Maka Allah Azza Wajalla berfirman, “Tulislah kitabnya di Sijjin di bumi yang bawah. Kemudian dilemparkan ruhnya begitu saja dan dibacakan ayat:

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنْ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ (سورة الحج: 22)

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tmpat yang jauh” (QS. Al-Hajj: 31)

Dan ruhnya dikembalikan ke jasadnya dan dua malaikan datang dan didudukkannya…) kemudian disebutkan pertanyaan kubur.

Dinyatakan shahih Albany dalam ‘Shahih Al-Jami’, (1676). Silahkan lihat jawaban soal no. 4395.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits ini disimpulkan bahwa ruh tetap setelah berpisah dari badan. Berbeda dengan kesesatan orang-orang mutakallimin yang mengatakan bahwa dia naik dan turun, juga berbeda dengan kesesatan orang ahli filsafat yang mengatakan bahwa dia dikembalikan ke badan. Hadits ini juga mengndung pemahaman bahwa mayit ditanya maka dia akan diberi nikmat atau diazab.” (Majmu Fatawa, 4/292).

Diriwayatkan Ibnu Majah, (4262) dari Abu Hurairah dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الْمَيِّتُ تَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ ، فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ صَالِحًا، قَالُوا: اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ ، اخْرُجِي حَمِيدَةً، وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ ، وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ ، فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ ، ثُمَّ يُعْرَجُ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، فَيُفْتَحُ لَهَا، فَيُقَالُ : مَنْ هَذَا ؟ فَيَقُولُونَ : فُلَانٌ ، فَيُقَالُ: مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الطَّيِّبَةِ ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ ، ادْخُلِي حَمِيدَةً ، وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ ، وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ ، فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى يُنْتَهَى بِهَا إِلَى السَّمَاءِ الَّتِي فِيهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ .

وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ ، قَالَ : اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ ، اخْرُجِي ذَمِيمَةً ، وَأَبْشِرِي بِحَمِيمٍ ، وَغَسَّاقٍ ، وَآخَرَ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ، فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ ، ثُمَّ يُعْرَجُ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، فَلَا يُفْتَحُ لَهَا ، فَيُقَالُ : مَنْ هَذَا ؟ فَيُقَالُ: فُلَانٌ ، فَيُقَالُ : لَا مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الْخَبِيثَةِ ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ، ارْجِعِي ذَمِيمَةً ، فَإِنَّهَا لَا تُفْتَحُ لَكِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، فَيُرْسَلُ بِهَا مِنَ السَّمَاءِ، ثُمَّ تَصِيرُ إِلَى الْقَبْرِ (صححه الألباني في صحيح ابن ماجة)

“Mayit didatangi oleh Malaikat, kalau dia orang baik, para Malaikat berkata, “Keluarlah wahai jiwa yang baik, dahulu berada di jasad yang baik. Keluarlah dengan mulia dan diberi kabar gembira dengan ruh dan raihan. Dan Tuhan tidak marah. Hal itu terus dikatakan seperti itu sampai (ruhnya) keluar. Kemudian dinaikkan ke langit, lalu dibukakan baginya. Maka dikatakan, “Siapa ini?” Mereka mengatakan, “Fulan.” Lalu dikatakan, “Selamat datang jiwa yang baik. Dahulu engkau berada dalam jasad yang baik. Keluarlah dengan mulia, dan beri kabar gembira dengan ruh dan raihan dan bahwa Tuhan tidak marah. Senantiasa dikatakan seperti itu sampai di langit tempat Allah Azza Wa Jalla berada.

Kalau orangnya buruk, berkata, “Keluarlah wahai jiwa yang buruk, dahulu engkau berada di tubuh yang buruk. Keluarlah dalam kondisi hina. Beri kabar gembira dengan Hamim dan Gossak dan lainnya berbentuk berpasangan. Senantiasa dikatakan seperti itu sampai (ruhnya) keluar. Kemudian dinaikkan ke langit. Tidak dibukakan baginya. Dikatakan, “Siapa ini? Dikatakan, “Fulan. Dikatakan, “Tidak ada selamat datang dengan jiwa yang buruk. Dahulu di tubuh yang jelek. Keluarlah dalam kondisi hina. Sesungguhna dia tidak dibukakan pintu-pintu langit. Maka dilemparkannya dari langit kemudian sampai ke kuburan.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

Pada dua hadits ini, ada penjelasan kondisi ruh setelah mati dan sebelum dikubur. Yaitu jika ruh seorang hamba mukmin, maka para Malaikat memberikan kabar gembira sebelum dicabut dengan ampunan dan keridoan Allah. Kemudian diolesi minyak wangi kemudian diangkat dalam kondisi bahagia menghadap Tuhannya Subhanahu wa taala. Maka Allah berfirman, “Catatlah kitab hamba-Ku di Illiyyin dan kembalikan dia ke bumi.” Kemudian ruh dikembalikan ke jasad asalnya. Kemudian pemiliknya ditanya di kuburan, maka Allah kuatkan dengan jawaban yang pasti dan dihamparkan kuburannya sejauh pandangan mata.

Kalau ruh orang kafir, maka para Malaikat memberi kabar gembira dengan neraka dan kemurkaan Allah, kemudian dinaikkannya dalam kondisi busuk, hina dan ketakutan. Pintu-pintu langit tidak dibukakkan. Kemudian dilemparkan ke bumi dan dikembalikan ke jasadnya. Pemiliknya mendapatkan fitnah dikuburannya dan disempitkan dan didatangkan panas dan hembusan neraka.

Masa antara dicabut ruh dan dikuburkan serta pertanyaan di kubur bagi orang beriman adalah rihlah pertama kali menuju kebahagiaan selamanya. Karena dia diberi kabar gembira dengan surga dan kenikmatan yang kekal. Ditulis pada kitabnya di Illiyyin. Di sana ruh gembira dan bahagia, tidak sengsara selamanya.

Sementara bagi orang kafir, itu adalah awal rihlah siksaan selamanya. Karena Allah murka kepadanya dan tidak diizinkan membuka pintu-pintu langit, tidak juga pintu rahmat baginya. Ditulis di kitab Sijil, disana ruhnya sengsara, tidak bahagia selamanya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulah mengatakan, “Seluruh hadits shahih dan mutawatir menunjukkan bahwa ruh kembali ke badan. Permasalahannya adalah jika dikatakan badan tanpa ruh. Ini pendapat yang dikatakan sebagian orang, tetapi dingkari oleh jumhur. Begitu juga permasalahan ruh tanpa badan. Ini dikatakan oleh Ibnu Maisarah dan Ibnu Hazm. Kalau seperti itu, maka dalam kuburan tidak ada pengkhususan untuk ruh.” (Majmu Fatawa, 5/446).

Silahkan dilihat Fatawa Nurun ‘Alad Darbi karangan Syekh Ibnu Baz rahimahullah, 4/310-311.

Dimanakah orang yang sudah meninggal

Kemana Arwah Orang Yang Baru Saja Meninggal ?
Kemana Arwah Orang Yang Baru Saja Meninggal ?

Permasalah ini termasuk masalah gaib seharusnya orang muslim menerimanya tidak bertanya tentang bagaimana caranya, karena kehidupan barzah tidak seorang pun yang mengetahui cara dan esensinya kecuali Allah.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya, “Sesungguhnya kematian manusia maksudnya adalah keluarnya ruh dari jasad. Ketika dikuburkan apakah ruh kembali ke jasadnya atau kemana ia pergi? Jika ruh kembali ke jasad di kuburan, bagaimana hal itu?

Maka beliau menjawab, “Terdapat riwayat dari Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bahwa mayat ketika meninggal, maka ruhnya akan dikembalikan lagi kepadanya waktu di kuburnya. Dan ditanya tentang Tuhan, agama dan nabinya. Maka Allah kuatkan orang yang beriman dengan ucapan yang kuat di kehidupan dunia dan akhirat. Seraya orang mukmin mengatakan, “Tuhanku Allah, agamaku Islam dan nabiku Muhammad. Sementara orang kafir atau munafik, ketika ditanya dia menjawab, “Ha-ha-ha, saya tidak tahu, saya mendengar orang mengatakan sesuatu dan saya ikut mengatakannya.

Pengembalian ini –maksudnya pengembalian ruh ke badan dalam kubur- bukan seperti kejadian ruh manusia ke badannya di dunia, karena ia kehidupan barzah kita tidak mengetahui hakekatnya. Kita tidak diberi tahu tentang hakekatnya di kehidupan ini. Semua urusan gaib yang kita tidak diberitahu tentangnya, maka kewajiban kita terhadapnya adalah tawaquf (berhenti tidak perlu mendalami). Berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً (سورة الإسراء: 36)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)

(Fatawa Nurun ‘Ala Ad-Darbi’ karangan Syekh Utsaiin, 4/2, dengan penomoran syamilah)

Sebagai tambahan, silahkan merujuk jawaban soal no. 10547, 21212, 43138, 13183.

Wallahu a’lam .

Ruh Usai Lepas Dari Raga

Kemana Arwah Orang Yang Baru Saja Meninggal ?

“Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing”

Rasulullah SAW telah banyak menerangkan tentang segala sesuatunya berkaitan dengan ruh ketika ia lepas dari raga manusia. Bagaimana kondisi ruh kita jika telah meninggal dunia? Apa yang akan dilakukan ruh? Apa yang meteka rasakan? Penjelasannya sudah berdasarkan dari berbagai hadis-hadis Rasulullah SAW.

” Allah SWT menjadikan ruh mereka dalam bentuk seperti burung berwarna kehijauan. Mereka mendatangi sungai-sungai Surga, makan dari buah-buahannya, dan tinggal di dalam kindil (lampu) dari emas di bawah naungan ‘Arasy’.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Hakim)

Sejatinya Orang-orang yang telah meninggal dunia akan saling kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya.

Rasulullah SAW bersabda;

” Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

Orang yang telah meninggal dunia akan mengetahui bagaimana keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup, bahkan mereka merasakan kesedihan atas perbuatan dosa orang- orang terdekat seperti keluarga yang masih hidup. Namun sebaliknya akan merasa gembira atas amal perbuatan baik yang mereka laukakan.

Rasulullah SAW bersabda;

” Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.” (HR. Ahmad)

Tak tanya amal dan perbuatan baik yang membuat ruh orang yang sudah meninggal senang, ruh juga akan senang jika ada orang yang menziarahinya. Dan sebaliknya merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya.

Rasulullah SAW bersabda; ” Tidak seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya dan duduk kepadanya (untuk mendo’akannya) kecuali dia merasa bahagia dan menemaninya hingga dia berdiri meninggalkan kuburan itu.” (HR. Ibnu Abu Dunya)

Benarkah Roh Orang Meninggal Bisa Datangi Keluarga?

Kemana Arwah Orang Yang Baru Saja Meninggal ?

Meskipun orang yang kita cintai telah mati, bisa jadi rohnya akan hadir di sekitar kita. Percaya atau tidak, mereka yang telah meninggal kadang-kadang dapat hadir di sekitar kita untuk sekadar menyapa atau melihat kita. Dan jika kita peka, kita juga bisa merasakan tanda-tanda kehadiran seseorang yang telah meninggal. Beberapa tanda-tanda ini termasuk yang berikut.

Benarkah roh seseorang yang telah meninggal bisa mendatangi keluarganya? Berikut penjelasannya menurut Islam.

Sering kita dengar cerita-cerita aneh seputar kematian seseorang beredar di masyarakat.

Misalnya, ada seseorang yang merasa didatangi arwah anggota keluarganya yang meninggal, ada cerita seseorang yang mencium wangi parfum anggota keluarganya yang telah meninggal, dan lain sebagainya.

Lantas apakah kisah-kisah tersebut hanya mitos ataukah benar roh seseorang yang telah meninggal bisa mendatangi keluarganya? Berikut ulasannya.

Hubungan roh dengan orang yang hidup terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, pertemuan roh orang yang telah meninggal dengan roh orang yang masih hidup di alam mimpi.

Kedua, Allah memperlihatkan keadaan keluarga yang masih hidup kepada beberapa orang yang telah meninggal. Ketiga, roh orang yang meninggal mendatangi keluarganya di alam nyata.

Anda mencium baunya

Tanda pertama yang bisa dirasakan ketika seseorang yang sudah mati ada di sekitar Anda adalah Anda bisa menciumnya. Aroma itu bisa berupa aroma parfum yang sering dia gunakan, bau keringat, bau rokok atau bau minuman serta makanan kesukaannya. Selain dipercaya mencium aroma ini adalah bau kehadirannya, ini juga dipercaya jika Anda merindukannya sebenarnya sangat besar.

Dia Muncul di Mimpimu

Sering bermimpi tentang seseorang yang telah meninggal? Beberapa mengatakan bahwa mimpi yang dikunjungi oleh orang yang meninggal adalah tanda bahwa kita merindukannya. Tapi jangan salah, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa orang-orang yang hadir dalam mimpi Anda juga hadir di sekitar Anda. Jika Anda bermimpi dikunjungi oleh seseorang yang telah meninggal, alangkah baiknya jika kita berdoa untuk yang terbaik baginya sehingga ia selalu diberikan tempat terbaik di samping Tuhan.

Ada Benda Hilang yang Misterius

Tanda selanjutnya yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang yang telah mati hadir di sekitar Anda adalah keberadaan harta Anda yang hilang secara misterius. Bahkan, Anda yakin bahwa Anda tidak memindahkan benda atau orang lain mengambilnya. Biasanya, jika benda ini diambil oleh sesuatu yang mistis, benda ini akan kembali beberapa hari kemudian baik di tempat aslinya atau di tempat yang berbeda.

Anda Merasakan Kehadiran-Nya

Tanda terakhir ketika seseorang yang sudah mati masih ada di sekitar Anda atau hadir di sekitar Anda, Anda akan merasakan kehadirannya. Anda yakin bahwa dia memang ada di sekitar Anda. Menurut seorang paranormal bernama James Van Praagh, roh yang sudah meninggal akan berada di sekitar tubuhnya dan melihat dirinya mati. Semangat ini juga akan berkeliaran di rumah dan mencoba menghibur orang-orang yang ditinggalkannya.

Itulah beberapa tanda bahwa seseorang yang telah meninggal masih ada di sekitar kita. Bagaimanapun, kita masih harus percaya bahwa kita yang masih hidup dan mereka yang telah mati hidup di dua alam yang berbeda. Mengenai ada dan tidaknya mereka yang telah meninggal, itu semua adalah kekuatan Tuhan.

Loading...

TULIS KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini