Kelompok Wanita Tani “Mulya Tani” Keluhkan Mesin Penggorengan Bantuan dari Program FMSRB 

oleh -44 views

Kelompok Wanita Tani “Mulya Tani” Keluhkan Mesin Penggorengan Bantuan dari Program FMSRB 

 

ANTERO.CO LEBAK – Program Flood Management Selected River Basins (FMSRB) urusan pertanian dalam pengembangan usaha kelompok wanita tani yang di biayai Bank Asia yang diberikan kepada beberapa kelompok wanita tani yang terkena dampak tanggul yang berada di Kecamatan Bandung diduga menuai masalah.

Pasalnya, bantuan berupa 1 (satu) unit mesin penggorengan keripik untuk kelompok wanita tani itu diduga tidak tepat guna dan tidak bisa dioprasikan secara optimal.

Demikian hal tersebut diungkapkan Dewi, Ketua Kelompok Wanita Tani “Mulya Tani”, Kampung Sukaraja Desa Blokang Kecamatan Bandung Kabupaten Serang Provinsi Banten, Rabu (22/07/2020).

“Bantuan mesin penggorengan keripik ini tidak bisa difungsikan secara optimal,” katanya.

Menurutnya, penggorengan tersebut lama dalam proses memasaknya, bisa memakan waktu sekitar dua jam, dan penggunaan minyaknya pun terlalu banyak.

“Bisa menghabiskan 20 liter minyak goreng dalam sekali masak, juga hasil nya pun tidak memuaskan,” keluh Dewi.

Dewi mengaku kelompok wanita tani Mulya Tani hanya mendapat bantuan satu unit mesin penggorengan, yang sampai saat ini belum bisa digunakan.

“Karena terlalu rumit dalam pengoprasiannya, pernah dicoba tapi gagal lagi,” keluhnya lagi.

Dikatakan Dewi, harga 1 unit mesin penggorengan diperkirakan mencapai Rp60 jutaan.

“Itu sangat mahal sekali namun tidak berguna, lebih baik dibelikan penggorean biasa aja (kekenceng-red) yang besar yang pasti praktis dan cepat, kalau untuk peningkatan usaha,” tukasnya.

Bahkan, hingga berita ini diterbitkan mesin tersebut belum bisa difungsikan kegunaannya, di samping susah, juga kurang faham dalam pengoprasiannya, dikarenakan tidak ada nya pelatihan terlebih dahulu, baik untuk para klompok wanita tani maupun Pendampingnya.

Meski sudah mengikuti pelatihan dalam praktek nya dilapangan. Namun, ironisnya mereka tidak bisa menggunakan alat penggorengan tersebut. (Hendra)

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *