Kejari Lebak Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Bibit Kakao

oleh -0 views
Kejari Lebak Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Bibit Kakao
Kasi Pidana Khusus Kejari Lebak, Dodi Wira Atmaja SH saat diwawancarai awak media, Kamis (18/10/2018).

ANTERO CO, LEBAK | Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak telah menetapkan Dua tersangka kasus dugaan korupsi atas penyalahgunaan bantuan bibit Kakao pada tahun 2016.

Kedua tersangka tersebut, berinisial K mantan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) dan IEK Bendahara Dishutbun yang kini menjadi Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kabupaten Lebak.

Kasi Pidana Khusus Kejari Lebak, Dodi Wira Atmaja SH mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka atas penyalahgunaan bantuan Bibit Kakao pada tahun 2016 dengan anggaran Rp.,1 Milyar lebih dan bantuan Bibit Kakao dari APBD sebesar Rp.,400 juta lebih.

“Ada dua anggaran pengadaan bibit kakao pada tahun yang sama yakni APBN sebesar Rp.,1 Milyar lebih dan dari APBD sekitar Rp.,400 juta lebih,” ungkap Dodi kepada awak media, Kamis (18/10/2018).

Dijelaskan Dodi, adapun modus yang dipakai tersangka, yakni membuat perusahaan sendiri guna pengadaan bibit tanpa melalui prosedur yang benar.

“Jadi perusahaan yang dipakai bisa dibilang perusahaan bodong. Seharusnya, perusahaan yang mengelola program bibit kakao tersebut harus yang telah mengikuti lelang,” terangnya.

Ia memapatkan, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman Lima tahun penjara. Walaupun K dan IEK sudah ditetapkan menjadi tersangka, pihaknya belum bisa menahannya dengan alasan masih mempertimbangkan kondisi kesehatan keduanya yang saat ini tengah menurun.

“Iya, kita belum bisa menahannya, kemungkinan dalam pemeriksaan selanjutnya yang jadwalnya belum kita tetapkan,” tandasnya.

Sementara itu, mantan Kadis Dishutbun Lebak, berinisial K mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses hukum dan akan kooperatif.

“Saya akan ikuti prosesnya dan akan kooperatif,” tuturnya.

Senada dikatakan Acep Saepudin, Kuasa Hukum tersangka, pihaknya membenarkan kliennya telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi atas penyalahgunaan bantuan bibit Kakao pada tahun 2016.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Klien kami akan kooperatif dan siap mengembalikan kerugian negara, jika proses penghitungannya sudah selesai,” pungkasnya.(BH/Red)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *