Kecamatan Walantaka Memulai Gerakan Stop BABS

oleh -14 views

Walantaka, Kota serang, – Dalam rangka gerakan Masyarakat Kecamatan Walantaka Stop BABS ( Buang Air Sembarangan), Camat walantaka Karsono bersinergi dengan dinas kesehatan Walantaka (PKM walantaka) Heni Suryani dan Penggiat Kesehatan masyarakat walantaka , Candra , menggelar sosialisasi membentuk tim STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di dua kelurahan untuk progres awal pergerakan, Kelurahan walantaka dan kelurahan Tegalsari.

Kegiatan ini di gelar di aula kantor Kecamatan walantaka kota serang, Jum’at (19/03/2021), dengan melibatkan peserta Dari RT dan RW serta para kader dari dua kelurahan yaitu kelurahan Walantaka dan kelurahan tegalsari, Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dan respon positif dari para peserta, keseriusan peserta yang menjadi para penggerak gerakan stop BABS ( Buang Air Besar Sembarangan) di buktikan dengan penandatanganan kesepakatan atau Komitmen oleh para peserta , Camat, petugas kesehatan PKM walantaka dan penggiat kesehatan masyarakat walantaka, termasuk media pendukung.

Camat walantaka, Karsono, ” Mengharapkan ,” Masyarakat dapat bergerak serentak dan bersama dalam pembangunan jamban keluarga dan Stop BABS, di wilayah walantaka, karena kegiatan ini murni berbasis masyarakat jadi terkait pendanaan pembangunan dari iuran masyarakat, tenaga kerja dari masyarakat dan pembangunan jamban juga untuk masyarakat.” ungkap karsono.

Kecamatan Walantaka Memulai Gerakan Stop BABS
Kecamatan Walantaka Memulai Gerakan Stop BABS

sementara Candra , Penggiat kesehatan dan gerakan Stop BABS kecamatan walantaka memaparkan, Betapa bahayanya Bila masih ada warga yang BABS, karena dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan, untuk itu perlu langkah nyata dan bersama untuk bergerak membangun sanitasi (jamban keluarga) yang berbasis masyarakat, karena gerakan ini dapat terealisasi dengan maksimal bila ada partisipasi dan kontribusi dari masyarakat.” ungkap beliau.

Candra juga menjelaskan, bahwa dengan biaya 500 ribu rupiah jamban keluarga sudah bisa terbangun, asalkan warga bisa berkerjasama baik terkait iuran maupun dalam pengerjaan pembuatan jamban tersebut, terkait cara pembuatan dan alat cetak akan dilakukan bimbingan, baik dari penggiat ataupun dari dinas kesehatan (Puskesmas walantaka).

masih menurut Candra, jika masyarakat sanggup dan serius dalam menanggapi gerakan ini, cukup hanya iuran 2 ribu rupiah /hari atau 5 ribu rupiah /minggu , maka masalah pembangunan jamban keluarga bukanlah masalah yang berat untuk di selesaikan.

Di tempat yang sama, Heni Suryani, petugas kesehatan dari PKM Walantaka, menyampaikan, ” Sangat dibutuhkan sekali dukungan masyarakat terkait Stop BABS di Kecamatan Walantaka , berdasarkan hasil penelitian kandungan air tanah dari 10 titik sumur warga ada 6 titik yang telah tercemar dan mengandung bakteri bahaya bagi kesehatan manusia, hal ini disebabkan dari efek BABS, untuk itu hal ini tidak bisa di biarkan dan berpangku tangan, masyarakat dan unsur terkait harus melakukan gerakan serentak dalam upaya penanggulangan BABS dengan gerakan pembangunan jamban keluarga ” jelasnya.

Kecamatan Walantaka Memulai Gerakan Stop BABS
Kecamatan Walantaka Memulai Gerakan Stop BABS

” terkait Alat untuk Mencetak coroan pada lubang tengki penampungan jamban , Puskesmas walantaka siap untuk membantu meminjamkan, pada intinya puskesmas walantaka siap mendukung program jamban keluarga bagi masyarakat kecamatan walantaka. ” imbuh Heni suryani.

kegiatan berjalan lancar, Keseriusan peserta di tuangkan dalam penanda tanganan komitmen bersama dalam gerakan Stop BABS di Kecamatan Walantaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *