Keberadaan Alat Berat di Area Perkebunan Warga Desa Pasirkacapi Dipertanyakan

oleh -0 views
Keberadaan Alat Berat di Area Perkebunan Warga Desa Pasirkacapi Dipertanyakan
Keberadaan alat berat di Blok Cilulumpang, Kampung Ciuber RT 003/02, Desa Pasirkacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

ANTERO | Maja, LEBAK – Keberadaan Alat Berat (Pengeruk tanah) jenis Buldozer di area Perkebunan milik warga yang berlokasi tidak jauh dari gedung SMP Negeri 3 Maja, jalan Maja Koleang dipertanyakan warga Desa Pasirkacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Pasalnya, keberadaan alat berat tiba dilokasi pada hari Minggu 8 Juli 2018, sekira Pagi pukul. 03.00 WIB itu masuk ke wilayah area perkebunan warga tersebut dinilai warga tak beretika, masuk pada area perkebunan warga tanpa kompromi atau koordinasi dengan warga setempat.

Akibat munculnya alat berat terparkir dilahan perkebunan itu diduga telah membuat warga resah dan geram. Dan akhirnya, puluhan warga Desa Pasirkacapi tanpa dikomandoi pada waktu itu juga mereka menghadang beramai ramai dan berkumpul dilokasi tersebut.

Salah seorang warga setempat, Ocin mengungkapkan, melihat keberadaan alat berat itu dilahan perkebunannya, dirinya merasa kaget. Tiba-tiba ada alat berat bisa masuk sudah berada di lahan perkebunannya.

“Kami sama sekali tidak tau, kenapa alat berat tersebut bisa masuk dan berada di area perkebunan kami,” ungkap Ocin, salah seorang pemilik perkebunan warga setempat kepada Antero, Senin (9/7).

Informasi dihimpun Antero, diketahui alat berat tersebut diduga milik salah satu kontraktor dari PT. Bintang Energi Lestari (BEL). Kuat dugaan alat berat itu sengaja diturunkan untuk melakukan pengosongan lahan kebun milik warga.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Desa Pasirkacapi, H. Jamhadi menanggapi hal itu mengatakan, seharusnya sebelum alat berat itu diturunkan, pihak perusahaan sebaiknya berkoordinasi terlebih dahulu. Jangan asal menaruh sembarangan agar tidak membuat warga desanya geram dan resah.

“Tindakan pengusaha tersebut sangat tidak beretika. Kami tidak bermaksud menjegal dengan datangnya alat berat itu ke daerah kami. Tapi sebagai perusahaan harus punya etika, sebaiknya mereka berkoordinasi dulu dengan pihak kami dan warga,” tegasnya.

Pantauan dilapangan, pada hari ini, Senin 8 Juli 2018 terpantau puluhan warga setempat masih nampak terlihat berkumpul disekitar lokasi area perkebunan keberadaan alat berat tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan diperoleh media baik dari pihak perusahaan maupun pihak kontraktor terkait adanya alat berat yang terparkir di area perkebunan warga. (Bud)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *