Kasus Penjualan Miras Tanpa Bea Cukai Sudah Dilimpahkan ke Kejari Serang

oleh
Kasus Penjualan Miras Tanpa Bea Cukai Sudah Dilimpahkan ke Kejari Serang

ANTERO. SERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang terima pelimpahan kasus minuman keras (miras) sebanyak 2.387 bungkus tanpa pita cukai dalam satu pick up dan truk dari hasil penangkapan penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Banten.

Kepala Seksi (Kasie) Pidsus Kejari Serang, Agustinus Olav Mangontan mengatakan pihaknya menerima sebanyak 2.387 bungkus plastik miras yang diangkut dalam sebuah truk dan pickup. Selain itu, Kejari Serang Juga mengamankan uang tunai hasil transaksi Rp13,9 juta.

“Untuk mempermudah penyidikan, tersangka kami tahan hingga 20 hari kedepan di Rutan Kelas II B Serang. Dan tersangka kita jerat dengan pasal 54 Undang-Undang Nonor 39 tahun 2007,” kata Olav, Selasa (9/1/2018).

Tersangka, lanjut Olav, terancam hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda 2-10 kali lipat nilai cukai yang ada di dalam barang bukti hasil penyitaan.

“Tersangka bernama Alex Sander, warga Pandeglang. Untuk kasus ini kami akan mempersiapkan surat dakwaan untuk kemudian akan kami limpahkan ke Pengadilan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” ujar Kasie Pidsus.

Sementara Gudman, Kasie Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil Dirjen Bea Cukai Banten, Gudman menjelaskan tersangka berhasil ditangkap pihak bea cukai pada 10 November 2017 lalu di sekitar Pasar Rau, Kota Serang.

“Saat itu tersangka sedang melakukan transaksi di sebuah kios jamu di kawasan Pasar Rau,” kata Gudman.

Menurut Gudman, hasil pengungkapan, tersangka mendapatkan Minuman Mengandung Etil Alcohol (MMEA) dari pemasok dan melakukan transaksi di tol.

“Jadi dia transaksi atau mengambil barang menggunakan truk. Dan mengedarkan Etil Alcohol tersebut dengan menggunakan Mobil Avanza warna silver plat nomor A 1452 YZ,” pungkasnya. (May/Red)

Loading...
Bagikan Artikel ini ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *