Kapolri Copot Polisi yang Tendang Ibu di Minimarket Babel

Kapolri Copot Polisi yang Tendang Ibu di Minimarket Babel
Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah dan langsung memecat AKBP Y, oknum polisi yang menendang dua ibu dan seorang anak di sebuah minimarket Bangka Belitung.
5/5 (1)

ANTERO Jakarta – Seorang oknum polisi Ajun Komisaris Besar Yusuf dicopot dari jabatannya setelah tindakan menendang dan memukuli dua ibu dan seorang anak. AKBP Yusuf sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung.

Tindakan Yusuf terekam dalam sebuah video yang sekarang viral di media sosial. Dalam rekaman Yusuf terlihat beberapa kali menendang ibu setengah baya yang duduk berlutut.

Kepala Biro Penerangan Informasi Publik Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, pemecatan Yusuf dilakukan setelah tindakan itu diidentifikasi oleh Kepala Polisi Nasional Jenderal Tito Karnavian.

Menurutnya, Tito marah karena tindakan Yusuf tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh Polisi.

“Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (13/7).

Dia juga menekankan tindakan Yusuf tidak mencerminkan pelindung, pelayan, dan pelindung masyarakat.

Yusuf kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.

Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Polisi Bangka Belitung Ajun Komisaris Abdul Mun’im mengatakan, tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan Yusuf kepada dua ibu dan seorang anak diduga karena latar belakang aksi pencurian.

Menurut dia, Yusuf menduga kedua ibu dan anak itu telah melakukan pencurian dengan empat orang lain di tokonya.

Kekesalan Yusuf diduga kian bertambah lantaran dua orang ibu dan seorang anak tersebut tidak mau mengakui perbuatannya.

“AKBP Y terpancing emosi, karena mereka ramai-ramai maling. Saat yang tertangkap ditanya, bilangnya tidak tahu semua,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here