Jalan Penghubung Bojongmanik Cirinten Rusak Parah, Butuh Perbaikan 

oleh -24 views

Jalan Penghubung Bojongmanik Cirinten Rusak Parah, Butuh Perbaikan 

 

ANTERO.CO LEBAK – Jalan Poros Desa penghubung dua Kecamatan, antara Kecamatan Bojongmanik dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, kondisinya rusak parah.

Pasalnya, jalan sepanjang 2,5 Kilometer (Km) yang mengalami kerusakan ini hampir Enam tahun sejak tahun 2014, tidak tersentuh pembangunan atau perbaikan.

“Jalan poros desa sepanjang 2,5 Km yang menghubungkan dua Kecamatan, yakni Bojongmanik dan Kecamatan Cirinten rusak parah, kerena dari tahun 2014 sampai sekarang tidak pernah tersentuh perbaikan,” ujar Ade, salah seorang pengguna jalan, warga Desa Cimayang Kecamatan Bojongmanik, Rabu (22/07/2020).

Senada dikatakan Iskandar, masih warga desa setempat, ia mengharapkan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas terkait di Kabupaten Lebak untuk sesegera mungkin dan tidak menunda-nunda dalam perbaikan jalan yang kondisinya telah rusak parah ini.

“Akses jalan Bojongmanik Cirinten ini sudah lama tidak di perbaiki. Kami minta perhatian pemerintah agar jalan ini diperbaiki,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Cimayang Kecamatan Bojongmanik, Usri Afriyanto saat ditemui media mengatakan, jalan poros desa pernah di bangun pada tahun 2014 dari dana APBD, setelah itu tidak lagi tersentuh perbaikan, bahkan kondisinya memang sudah tidak layak untuk dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat, kelihatannya jalan seperti sungai kering.

“Jadi, untuk akses dari Kampung Pajagan Desa Cimayang sampai Kecamatan Cirinten perbaikan jalan tersebut benar benar sangat dibutuhkan masyarakat pengguna jalan,” ujar Usri.

Pihaknya berharap, semoga jalan poros desa ini segera di bangun, karena sudah di survey dan sudah di ukur oleh Dinas PUPR Kabupaten Lebak, mudah-mudahan di realisasi.

“Mudah-mudahan Kalau pun tidak tahun ini, semoga tahun 2021 segera di bangun, karena ini benar benar jadi prioritas masyarakat,” pintanya.

Menurutnya, akses jalan tersebut sebagai alat transportasi masyarakat untuk menjual hasil tani menuju kota. Selain itu untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Cimayang.

“Selain digunakan untuk akses umum dan akses pendidikan dan lain sebagainya, ini merupakan akses jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat guna meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebetulnya terkait dengan rencana kabupaten, memang tahun ini sudah masuk di Musrenbang sudah dianggarkan.

“Karena dengan adanya Covid-19 ada penundaan, dan memang kemaren sudah di ukur kembali dan dijanjikan tahun 2021 akan di bangun,” pungkas Usri.

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *