Jabar Akan Jadi Provinsi Pertama di Asia Tenggara Kembangkan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

oleh -3 views
Jabar Akan Jadi Provinsi Pertama di Asia Tenggara Kembangkan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar
Jabar Akan Jadi Provinsi Pertama di Asia Tenggara Kembangkan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

ANTERO CO, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar untuk skala industri. Tidak tanggung-tanggung, pengembangan ini akan dilakukan di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, proyek ini bekerjasama dengan pihak swasta selaku pemilik teknologi dalam pengolahan sampah plastik tersebut. Nilai investasinya mencapai Rp750 miliar per lokasi.

Jika berjalan mulus, pembangunannya akan dimulai pada pertengahan tahun ini di lima kawasan yakni Bandung Raya; Bogor Raya; Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang; Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan; serta Priangan timur (Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Banjar). “Kalau ini berhasil, Jawa Barat akan menjadi provinsi pertama di Asia Tenggara yang punya sistem pengelolaan sampah plastik,” kata Emil di Bandung, Rabu (05/02/2020).

Dia menambahkan, nantinya kapasitas di masing-masing pengolahan sampah itu mencapai ratusan ton dalam setiap hari. Sebagai contoh, Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dan Galuga di Kabupaten Bogor masing-masingnya mampu mengonversi 600 ton sampah plastik per hari.

Dia, saat ini sedang dikerjakan DED untuk kelima lokasi tersebut. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan membangun tempat pengolahan sampah plastik tersebut di Galuga untuk kawasan Bogor dan Sarimukti untuk kawasan Bandung. Masing-masing pengerjaannya memerlukan waktu sekitar sembilan bulan.

“Kita lihat mana yang duluan, Galuga atau Sarimukti,” katanya. Lebih lanjut dia katakan, dengan hadirnya tempat pengolahan sampah plastik ini, nantinya kawasan Bandung dan Bogor Raya memiliki dua tempat pengolahan sampah.

“Bogor ada Nambo (pengonversi sampah menjadi batubara) dan Galuga. Di Bandung ada Legok Nangka dan Sarimukti,” katanya.

Menurut dia, keberadaan TPAS Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat masih dibutuhkan sehingga pihaknya tidak akan menutup seperti yang direncanakan oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat sebelum Emil. Berdasarkan penelitian Institut Teknologi Bandung, tambah Emil, operasional TPAS Legok Nangka di Cicalengka, Kabupaten Bandung hanya mampu mengatasi 50% dari jumlah sampah yang dihasilkan dari kawasan Bandung Raya.

Menurut Ridwan Kamil, jika program konversi sampah plastik menjadi bahan bakar terealisasi, maka Jabar akan menjadi provinsi pertama di Asia Tenggara yang melakukan itu secara besar-besaran. ( Amir )

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *