Beranda Hukum Dan Kriminal Istri Hujat Wiranto Di Medsos, Anggota TNI AU Ditahan 5 Hari

Istri Hujat Wiranto Di Medsos, Anggota TNI AU Ditahan 5 Hari

Komandan Lanud Muljono Surabaya, Kolonel Pnb Budi Ramelan menjatuhi hukuman lima hari penjara dan penundaan pangkat kepada anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS. Hal ini akibat tindakan sang istri, FN yang diduga berkomentar bernuansa fitnah di media sosial tentang penusukan Menko Polhukam Wiranto.

ANTERO.CO – Seorang anggota Satuan Polisi Militer TNI AU (Satpomau) Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS, dijatuhi hukuman lima hari penjara dan sanksi administratif, usai istrinya, FS, melontarkan smindiran terhadap Menkopolhukam Wiranto, di media sosial.

Sanksi tersebut dijatuhkan kepada YNS usai digelarnya sidang disiplin yang dipimpin langsung oleh hakim disiplin Komandan Lanud Muljono Surabaya, Kolonel Pnb Budi Ramelan.

“Sidang telah digelar dan dipimpin langsung oleh Danlanud sebagai hakim disiplin,” ujar Kepala Penerangan Lanud Muljono, Surabaya, Mayor Sus Bendoro Raden Mas Prasetyo Aryo P.S, saat dikonfirmasi, Selasa (15/10).

Baca juga: Pengakuan Dandim Kendari Suami Irma Nasution

Sidang disiplin itu menghasilkan beberapa keputusan. Diantaranya yakni, menjatuhkan hukuman disiplin, terhadap Peltu YNS, berupa penahanan selama 5 hari.

Lalu menjatuhkan sanksi administratif berupa penundaan untuk mengikuti pendidikan pembentukan perwira selama 1 gelombang dan penundaan kenaikan pangkat selama 2 periode.

Baca juga: Profil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa

Hukuman itu dijatuhkan lantaran Peltu YNS dinilai telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata tertib militer.

“Ada dua poin yang dihasilkan dari sidang disiplin itu. Yakni hukuman secara administratif dan hukuman (fisik) disiplin. Ini termasuk hukuman ringan ya, maksimalnya kan 14 hari. Kalau hukuman berat kan hukumannya 21 hari (penjara),” ujarnya.

Baca juga: Kena Luka Tusuk, Usus Halus Wiranto Dipotong 40 Sentimeter

Kasus ini bermula saat, FS, istri dari Peltu YNS, diduga telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara dengan mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian kepada Menkopolhukam Wiranto.

FS dilaporkan Pom AU ke Polres Sidoarjo karena melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal Penyebaran Kebencian dan Berita Bohong

Kepolisian hingga kini masih mendalami peran FS. Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Zain Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya bakal melibatkan ahli IT dan bahasa untuk mendalami kasus tersebut.

“Dalam pemeriksaan ini kami melibatkan beberapa ahli. Di antaranya ahli IT dan ahli bahasa. Untuk perkembangan akan disampaikan lebih lanjut,” ujar Zain, dikonfirmasi Senin (14/10).

Baca juga: Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Menggunakan Pisau di Pandeglang, Banten

Nantinya, para saksi ahli tersebut bakal mendalami apakah yang dilakukan FS, telah memenuhi unsur pidana atau tidak. Hal itu juga akan menentukan langkah proses hukum selanjutnya.

Tak hanya itu, Zain mengatakan pihaknya juga telah mengantongi alat bukti berupa ponsel milik FS. Saat ini ponsel itu, tengah diperiksa di Laboratorium Forensik Polri.

“(Ponsel) akan dilakukan pemeriksaan juga. Terkait jejak rekaman digitalnya,” ujarnya.

Baca juga: Pelaku Penusuk Wiranto Punya Tiga Istri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here