Inspektorat Banten Periksa Tiga Kepsek Terkait Proses PPDB

oleh -0 views

ANTERO Serang – Inspektorat Provinsi Banten memeriksa tiga kepala sekolah terkait dengan proses Penerimaan Siswa Baru (PPDB) SMA dan SMK 2018 yang dilaporkan oleh masyarakat.

“Dua (Kepala Sekolah) dari Kabupaten Tangerang dan satu dari Tangsel, SMA dan dari SMK juga ada,” kata Kepala Inspektorat Banten Kusmayadi, Rabu (11/7/2018).

Namun, Kusmayadi tidak menjelaskan secara rinci laporan yang mengarah pada pemeriksaan ketiga prinsipal tersebut.

“Kontennya belum tahu, yang jelas hanya laporan soal PPDB, hanya sifatnya pendalaman atas aduan (masyarakat) ke kami,” terang Kusmayadi.

Kusmayadi mengatakan, sebelum pelaksanaan PPDB, sudah disampaikan ke semua sekolah bahwa audit akan dilakukan setelah PPDB selesai.

“Semua dimungkinkan, potensi kecurangan akan kita dalami di sekolah maupun di tingkat dinas pendidikan. Banyak laporan, yang nilainya tinggi tidak lulus yang kecil lulus, itu juga kita akan dalami,” ungkap dia.

Serta kuota di masing-masing sekolah yang telah ditetapkan. Jika setelah implementasi PPDB ditemukan penambahan kuota mahasiswa, maka audit akan dilakukan oleh inspektorat.

“Per rombel (rombongan belajar) hanya ada 36 siswa. Pihak sekolah menyampaikan jumlah rombel ke inspektorat hasil PPDB ini, kalau melebihi kuota nah ini kita pertanyakan, nanti kita uji di lapangan. Ini mencegah adanya jual beli kursi,” paparnya.

Kusmayadi tidak menampik jika banyak yang mendengar dugaan beli dan jual kursi mulai dari Rp5 hingga Rp15 juta per kursi.

“Tapi di mana saya belum tahu. Kalau ada bukti silahkan masyarakat melapor,” tandasnya. (*)

Baca juga:

» Praktik Pungli PPDB Online di Banten Capai Rp 15 Juta/Siswa

» Orangtua Siswa Keluhkan PPDB Online di Banten Ngadat

» WH Ancam Pecat PNS yang Pungli PPDB Online Banten

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *