Inilah Kronologis Lengkap Kasus Tuti Tursilawati

oleh -0 views
Inilah Kronologis Kasus Tuti Tursilawati
(Tuti Tursilawati ketika masih hidup dan bertemu dengan ibunya di Saudi pada April 2018) Kementerian Luar Negeri
I.      IDENTITAS KORBAN
Nama                           :  TUTI TURSILAWATI BT WARJUKI
Tempat/Tanggal Lahir :  Majalengka, 06 Juni 1984
No. paspor                  :  AN 169210
Status                         :  Janda anak 1 (Satu) bernama Aldo
Pendidikan                  :  SMP
Alamat                        :  Ds. Cikeusik RT.01 RW.01 Kec. Sukahaji Kab. Majalengka Jawa Barat
Nama PJTKI                :  PT. ARUNDA BAYU
Nama Direktur            :
 No. Tlp/HP/FAX         :  (021) 8007122, (021) 8577132/(021) 8007112, (021) 7429361, (021) 8096706
Alamat PJTKI              : Jln. Raya Condet No. 27 Rt/Rw. 01/08 Batu Ampar, Kramat Jati, Jaktim
Nama Agen                 :  ADIL FOR RECRUITMENT
Nama Direktur             :
No. Tlp/HP/FAX           :  7368466
Alamat Agen               :  Arab Saudi/ PO BOX. 4383
Nama Majikan              :  NAIF AL-OTEIBI
No. Tlp/HP/FAX            :  0505715955
Alamat Majikan             :  AL-Thaif
Negara Tujuan Bekerja :  Arab Saudi
Jenis Pekerjaan           :  PRT
Berangkat                   :  05 September 2009
Pulang                         :
Kasus Hukum               : Ancaman hukum Pancung / Qishas
II.    KRONOLOGI KEJADIAN BERDASARKAN KETERANGAN DARI ORANG TUA TUTI TURSILAWATI
  • Pada tahun 2009 Tuti meminta ijin ke orang tuanya untuk bekerja keluar negeri, dengan Negara tujuan Taiwan, alasan tuti berangkat keluar negri adalah masalah perekonomian dan perselisian yang terjadi dengan suaminya.
  • Setelah Tuti mendapatkan ijin dari orang tuanya, orang tua Tuti langsung menghubungi sudaranya yang pada waktu masih bekerja di Taiwan. setelah mendapatkan jaminan dari saudaranya Tuti yang berada di Taiwan, kalau saudaranya yang di Taiwan akan memperjuangkan Tuti, akhirnya Tutipun berangkat ke PT dengan diantar oleh keluarga yang saudaranya ada di Taiwan yang bernama Dede, kemudian Tutipun akhirnya tinggal di penampungan.
  • Setelah tinggal di penampungan selama 1 minggu, Tuti disuruh pulang dulu oleh PT untuk menyiapkan segala sesuatunya di karenakan dia harus mengikuti pendidikan, akan tetapi setelah Tuti berada di rumah ternyata Tuti diajak oleh ibunya untuk berangkat ke Negara Arab Saudi saja supaya bisa berangkat  bersama dengan ibunya.
  • Sekitar bulan Juli 2009, Tuti bersama ibunya dibawa oleh sponsor yang bernama Kisman yang beralamat di Ds. Tanjung Sari Kec. Sukahaji Kab. Majalengaka, ke PT. ARUNDA BAYU. Akan tetapi setelah tiba di PT, dan menurut pengakuan dari pihak PT, kalau Ibunya Tuti mengatakan bahwa Tuti itu adalah adiknya, Kemudian Tuti dan ibunya di tampung di PT selama 1,6 bulan
  • Sekitar bulan September 2009, Tuti dan ibunya diberangkatkan oleh PT ke Negara Arab Saudi, tapi Tuti dan ibunya ternyata berbeda majikan. Tuti mendapatkan majikan yang bernama Naif Al – Oteibi yang beralamat di Al – Thaif. Tuti oleh majikan di pekerjakan untuk mengurusi orang tuanya Naif Al – Oteibi yang benama Saud Malhaq Al – Oteibi yang sudah lanjut usia, awalnya Tuti selama bekerja di majikan tidak ada masalah, bahkan setelah dua bulan Tuti bekerja yaitu sekitar bulan November 2009, Tuti mengabari orang tuanya via telepon kalau Tuti dalam kondisi sehat dan baik – baik saja, dan Tuti juga mengatakan ke orang tuanya kalau Tuti kerjanya mengurusi orang tuanya majikan.
  • Sekitar bulan Februari 2010, Tuti juga menelpon lagi ke orang tuanya, “Tuti mengatakan ke orang tuanya kalau Tuti sangat capek sekali kerja ngurusin orang tuanya majikan, sehingga Tuti berniat ingin kabur, tapi oleh orang tuanya Tuti tidak memperbolehkan Tuti untuk kabur karena orang tuanya khawatir dan takut kalau Tuti sampai kabur akan membahayakan keselamatan Tuti, tapi orang tuanya menganjurkan ke Tuti kalau memang Tuti kerjanya sangat capek, lebih baik Tuti bilang ke majikan untuk minta pulang saja”.
  • Sekitar bulan Mei 2010, Tuti menelpon ke orang tuanya dan mengatakan kalau Tuti mau transfer uang, tetapi orang tuanya bilang; belum punya rekening, kemudian besoknya orang tuanya Tuti langsung membuat rekening dan setelah rekeningnya jadi, kemudian orang tuanya Tuti langsung kirim sms guna mengabari no rekeningnya, tetapi sms tersebut tidak sampai dan sampai saat ini pun tidak ada kiriman uang dari Tuti.
  • Selasa, 11 Mei 2010: Tuti pergi meninggalkan rumah majikan, kemudian Tuti dihampiri oleh seorang laki – laki asli dari Arab Saudi dengan mengendarai mobil sedan berwarna putih, kemudian orang tersebut menanyakan ke Tuti mau pergi kemana? Tuti menjawab kalau Tuti mau pergi ke Mekah” dan kemudian orang tersebut menawarkan jasa kalau orang tersebut mau mengantarkan Tuti ke Makah, Karena Tuti ini dalam kondisi yang panik, akhirnya tanpa berpikir panjang Tutipun mau pergi dengan orang tersebut. Tapi dalam perjalanan, orang tersebut bukannya mengantarkan Tuti ke Mekah akan tetapi Orang tersebut malah membawa Tuti kesuatu tempat dan menaruh Tuti di rumah kosong, kemudian orang tersebut menjemput 8 orang temannya, setelah temannya datang  kemudian Tuti di perkosa secara bergantian hingga waktu subuh tiba, setelah ke 9 orang ini memperkosa Tuti, kemudian Tuti baru diantar ke Mekah dan diturunkan didekat Masjidil Haram,  kemudian ke 9 orang tersebut langsung pergi dengan mengambil tas yang dibawa Tuti
  • Setiba di Mekah Tuti langsung menelpon temannya yang benama ela. kemudian ela menghubungi Rohidin untuk menjemput tuti, kemudian Rohidin datang menjemput Tuti dan langsung membawa Tuti ketempat tinggal saudaranya di Mekah untuk tinggal sementara dulu.(muhidin)
  • Pada hari kamis tanggal 13 Mei 2010, Rohidin datang lagi ketempat tinggal saudaranya bersama polisi Arab Saudi, dan kemudia Tuti diTangkap dan dibawa ke kantor polisi Thaif bersama Rohidin dan kedua saudaranya untuk diproses secara Hukum.
  • Rohidin dan kedua Sadaranya dibebaskan setelah dipenjara 3 bulan dan membayar dendanya dan kini Rohidin sudah pulang ke Indonesia.
  • Menurut pengakuan Tuti melalui Rohidin yang disampaikan ke orang tuanya Tuti, kalau sebenarnya pada saat Tuti memukuli majikan menggunakan sepotong kayu dan mengikat tangan dan kaki majikan terus menutup matanya majikan, itu sebenarnya majikan belum meninggal, dan menurut kabar kalau majikan itu baru meninggal 3 jam pada saat majikan sudah berada di Rumah Sakit, dan Rohidin juga menyampaikan ke orang tuanya Tuti, kalau keluarga majikan tinggal satu orang lagi yang belum terima dan memaafkan Tuti yaitu yang bernamaNaif Al – Otaeibi.
  • Selama bekerja Orang Tua belum pernah menerima kiriman uang dari anaknya.dan di kampong juga meninggalkan seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang.

Sumber : sbmidpn.blogspot.com/2012/08/kronologis-kasus-tuti-tursilawati-bt.html

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *