Skema Instalasi Listrik Rumah Sederhana + Gambar

oleh -34 views
Skema Instalasi Listrik Rumah Sederhana + Gambar
Skema Instalasi Listrik Rumah Sederhana + Gambar

SKEMA SAMBUNGAN ANTAR KABEL INSTALASI LISTRIK RUMAH

Ada dua teknik pemasangan kabel yang biasa diterapkan di sebuah rumah, yaitu in bow dan out bow. Keduanya sama-sama menempel di dinding rumah.

Untuk teknik in bow, unit perangkat listrik (stop kontak, kabel dan saklar) ditanamkan ke dalam dinding sehingga terlihat menyatu dengan dinding.

Sedangkan teknik out bow, unit perangkat listrik diletakkan pada permukaan dinding, seolah-olah menempel dan terlihat menonjol pada permukaan dinding.

Dari sudut keindahan, teknik in bow terasa pantas untuk diterapkan. Teknik ini cenderung permanen (tetap) karena untuk memasangnya perlu ditanamkan ke dalam dinding.

Berbeda dengan teknik out bow yang terlihat menonjol pada permukaan dinding, terkesan sedikit “berantakan”. Namun, teknik out bow lebih mudah dan murah dalam penerapannya.

Ada beberapa hal yang mendasari perlunya memasang titik stop kontak / saklar lampu berada pada posisi menempel di dinding.

Faktor keamanan dan kenyamanan adalah alasan terpenting untuk menjadikannya seperti itu. Selain tidak menghalangi / mengganggu penghuni rumah saat selama beraktivitas, letak stop kontak / saklar (biasanya) berada pada area yang memiliki tinggi sama dengan area sekitar bahu manusia. Posisi tersebut, selain memiliki kemudahan untuk di-akses, juga relatif terhindar dari gangguan (benturan / senggolan) gerakan anggota tubuh (tangan / kaki).
Kondisi posisi seperti itu akan berefek sama dengan kabel yang tersambung pada unit stop kontak / saklar. Sehingga, guna memenuhi kebutuhan pembuatan jalur kabel baru maupun penambahan / memodifikasi jalur kabel yang telah ada, teknik out bow cenderung aman diterapkan. Selain mudah untuk dikerjakan sendiri dengan biaya yang relatif lebih murah, waktu pengerjaannya pun dapat diatur sesuai kondisi dan kesempatan yang ada.

Disamping itu, keberadaan kabel dapat disembunyikan menggunakan protektor (pelindung) kabel sehingga hasil akhirnya terlihat lebih menyatu dengan dinding.

Cara Menyambung / memasang kabel pada stop kontak

memasang kabel pada stop kontak
memasang kabel pada stop kontak

Kode Angka :
1 : Kabel 3 x 2,5 mm² terhubung dengan sumber listrik.
2 : Kabel 3 x 2,5 mm² terhubung dengan jalur stop kontak baru.
3 : Kabel 3 x 2,5 mm² terhubung dengan jalur stop kontak lama.

Kode Huruf :
A : Sambungan 3 kawat Hitam (Line – Fasa)
B : Sambungan 3 kawat Biru (Neutral – Netral)
C : Sambungan 3 kawat Kuning (Earth – Arde)

Keterangan :

Skema Instalasi Listrik Rumah Sederhana
Skema Instalasi Listrik Rumah Sederhana

Pada keterangan Kode Huruf, saya menyebutkan sambungan antar kawat kabel berdasarkan warna pembungkusnya. Bukan jenis muatan arus listrik yang mengaliri kawat tersebut. Sebenarnya, tidak ada masalah dengan hal itu.

Secara default, warna pembungkus kawat mewakili jenis muatan arus listrik yang seharusnya dihantarkan pada kawat yang dibungkusnya, yaitu : hitam / merah = positif (L ⇒ Line), biru = netral (N ⇒ Neutral) dan kuning = arde (E ⇒ Earth). Selama kita mengerjakan menyambung kawat dengan berpedoman pada default-nya, kecil kemungkinan untuk terjadi kesalahan. Hal itu berlaku mulai dari kabel meteran PLN hingga berakhir di setiap stop kontak dan lampu penerangan.

Unit stop kontak yang saat ini beredar umum dipasaran, dapat kita temukan dengan jumlah titik yang berbeda-beda. Mulai dari satu hingga empat titik pararel yang biasa dijual pada toko-toko perlengkapan listrik. Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas bahan dari unit stop kontak itu sendiri. Anda dapat langsung mengenali tinggi-rendah kualitas bahan stop kontak dari harganya.

Kabel yang digunakan untuk menyambung unit stop kontak, lebih baik menggunakan kabel 3 x 2,5 mm² untuk rumah dengan kapasitas 900VA s/d 4400VA

Susunan sambungan kawat antar kabel untuk menyambung stop kontak tidaklah rumit, cukup mengikuti warna pembungkus kawat tembaganya saja (biru, hitam dan kuning).

Skema Instalasi Listrik Rumah Sederhana
Skema Instalasi Listrik Rumah Sederhana

Foto : Stopkontak Ganda/Double dan Susunan Pemasangan Kawat Kabel di Jeroannya.
Sehingga, jika hendak membuat jalur stop kontak baru di tengah jalur kabel antara sumber daya dan titik stop kontak, anda tinggal memotong di bagian tengah kabel.

Sediakan kabel baru sesuai panjang jalur yang hendak ditambahkan. Kelupaskan kulit setiap pembungkus kawat tembaga (9 kawat). Lilitkan setiap tiga kawat tembaga yang memiliki warna pembungkus sama menjadi satu, lalu bungkus setiap lilitan menggunakan pembungkus kabel / salotip (point A, B dan C pada gambar).

Memasangkan kawat tembaga pada unit stop kontak, juga tidak rumit. Ada perbedaan “jeroan” antara unit stop kontak satu titik dengan unit stop kontak lebih dari satu titik. Namun, secara konsep tetap sama. Kawat kuning selalu dipasangkan pada bagian yang memiliki tanda “arde” (biasanya pada bagian tengah). Sedangkan kawat biru dan hitam di sisi kiri dan kanan kawat kuning.

Ada beberapa aturan main yang sebaiknya anda ketahui dalam hal posisi memasangkan kawat berdasarkan jenis arus listrik di stop kontak dan steker.

Menyambung / memasang kabel ke lampu

Sumber listrik jalur penerangan / lampu, biasanya diambil dengan cara mencabangkan jalur kabel stopkontak yang telah ada. Dengan demikian, penyambungan antar kabel yang terjadi adalah antara kabel isi 3 (tiga) kawat dengan kabel isi 2 (dua) kawat. Kabel yang digunakan sebagai jalur utama untuk kebutuhan penerangan, cukup dengan menggunakan kabel 2 x 1,5 mm².

Kode Angka :

memasang kabel ke lampu
memasang kabel ke lampu
Gambar : Skema Susunan Sambungan Antar Kabel Stopkontak ke Kabel Lampu
  • 1 : Kabel 3 x 2,5 mm² terhubung dengan sumber listrik.
  • 2 : Kabel 3 x 2,5 mm² terhubung dengan stop kontak.
  • 3 : Kabel 2 x 1,5 mm² terhubung dengan jalur lampu

Kode Huruf :

  • A : Sambungan 3 kawat Fasa antara kabel sumber listrik, stopkontak dan lampu
  • B : Sambungan 3 kawat Netral antara kabel sumber listrik, stopkontak dan lampu
  • C : Sambungan 2 kawat Kuning (Earth – Arde) ke Stopkontak

Keterangan :

Sebenarnya, hanya dibutuhkan dua sambungan kawat saja untuk menyambung dari jalur kabel stop kontak ke jalur kabel penerangan, yaitu : kawat Fasa dan kawat Netral.

Tapi, pada prakteknya, kawat Arde yang ke stopkontak juga perlu diputus terlebih dulu dan kemudian di sambung ulang berbarengan dengan penyambungan kawat Fasa dan Netral pada jalur kabel lampu. itu dikarenakan perlu uluran kawat lebih panjang untuk menyambungkan kawat Fasa dan Netral dari kedua kabel (stopkontak dan lampu) tersebut.

Bersamaan dengan membuat jalur kabel lampu, pasti akan selalu diiringi dengan pembuatan jalur kabel saklar yang digunakan untuk menyala-matikan lampu. Karena memang secara tujuan dan pemakaian saklar itu sendiri, memang berkaitan untuk kepentingan menyala-matikan lampu.

Sama halnya dengan jumlah titik pada unit stop kontak, satu saklar dapat dilengkapi dengan beberapa swicth on-off (nyala/mati).

Switch on-off yang pernah saya temukan beredar di pasaran adalah satu hingga tiga switch pada sebuah saklar. Saklar dengan satu (tunggal) dan dua (ganda) switch on-off adalah yang paling umum beredar dan mudah ditemukan dipasaran. Secara kualitas, harga tetap merupakan parameter utamanya.

Spesifikasi kabel yang digunakan untuk menyambung saklar tunggal adalah 2 x 1,5 mm². Sedangkan kabel untuk menyambung saklar ganda menggunakan spesifikasi 3 x 1,5mm².

Di bawah ini, saya sajikan ilustrasi memasang saklar tunggal dan saklar ganda secara sederhana disertai urutan susunan warna kawat kabel. Anda dapat mengubah jumlah lampu yang hendak dipasang dari setiap titik lampu pada masing-masing skema.

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Tunggal

Kode Angka :

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Tunggal
Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Tunggal
Gambar : Skema Susunan Sambungan Antar Kabel untuk memasang Lampu Saklar Tunggal.
  • 1 : Kabel 2 x 1,5 mm² terhubung dengan sumber listrik / steker.
  • 2 : Kabel 2 x 1,5 mm² terhubung dengan saklar tunggal.
  • 3 : Kabel 2 x 1,5 mm² penghubung dengan lampu.
  • 4 : Unit Lampu

Kode Huruf :

  • A : sambungan kawat Netral antara kawat biru kabel no. 1 dengan kawat biru kabel no. 3.
  • B : sambungan kawat Fasa dengan kawat input saklar (Sambungan dari kawat hitam kabel no. 1 ke kawat hitam kabel no. 2).
  • C : sambungan kawat output saklar ke unit lampu no. 4 (Sambungan dari kawat biru kabel no. 2 ke kawat hitam kabel no. 3).

Keterangan :

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Tunggal
Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Tunggal
Foto : Saklar Tunggal dan Susunan Pemasangan Kawat Kabel di Jeroannya.

Ada 3 sambungan antar kabel dari 3 potong kabel terpisah dan yang harus dirangkai untuk membuat jaringan kabel menggunakan saklar tunggal.

Sambungan A adalah sambungan arus Netral dari kabel sumber listrik / steker dengan kabel yang terhubung ke lampu. Jalur kawat Netral (biru) ini, tidak dianjurkan sebagai jalur kawat yang dipasangi saklar. Saklar selalu diposisikan untuk dipasang di jalur kawat Fasa (hitam).

Sambungan B merupakan kawat arus Fasa yang dihubungkan ke kawat input saklar yang disematkan pada tungkai berwarna merah. Output arus Fasa dari saklar, dialirkan melalui kawat biru yang disematkan pada tungkai berwarna putih. Kawat output Fasa ini, dihubungkan (sambungan C) dengan kawat Fasa pada kabel yang terhubung ke lampu no. 4.

Cara Memasang Saklar Tunggal

Cara Memasang Saklar Tunggal
Cara Memasang Saklar Tunggal

Gambar : Skema Susunan Kawat Saklar Tunggal.
Cara pemasangan kabel pada saklar tunggal tidaklah sulit. Cukup dengan mengelupaskan kulit pembungkus pada masing-masing ujung kawat, kemudian tancapkan pada salah satu lubang disisi masing-masing tungkai berwarna merah dan putih. Kawat hitam (arus Fasa yang mengalir masuk ke saklar) ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna merah, sedangkan kawat biru (arus Fasa yang mengalir keluar dari saklar) ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna putih.

Begitu kawat ditekan-masuk hingga “mentok” ke ujung lubang, pengungkit otomatis akan mengunci-nya (menjepit). Sebelum terkunci, maka kawat akan mudah terlepas. Seandainya pengungkit tidak bisa berfungsi menjepit kawat, anda dapat menarik pengungkit “sedikit” ke atas agar kembali pada posisi semula (default).

Jika kawat yang telah tertancap hendak dilepaskan, cukup hanya dengan menekan kedua pengungkit tersebut.

Di bawah ini saya sajikan gambar skema sambungan antar kabel untuk memasang saklar tunggal. Mulai dari jalur steker hingga berakhir di lampu:

Cara Memasang Saklar Tunggal
Cara Memasang Saklar Tunggal

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Ganda

Kode Angka :

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Ganda
Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Ganda
Gambar : Skema Susunan Sambungan Antar Kabel untuk memasang Lampu Saklar Ganda.
  • 1 : Kabel 2 x 1,5 mm² terhubung dengan sumber listrik / steker.
  • 2 : Kabel 3 x 1,5 mm² terhubung dengan saklar ganda.
  • 3 : Kabel 3 x 1,5 mm² penghubung antara saklar dan sumber listrik dengan pecahan dua sambungan kabel.
  • 4 : Kabel 2 x 1,5 mm² penghubung antara kabel 3 dengan lampu.
  • 5 : Kabel 2 x 1,5 mm² penghubung antara kabel 3 dengan lampu.
  • 6 : Unit Lampu.
  • 7 : Unit Lampu.

Kode Huruf :

  • A : sambungan kawat Netral dari 2 kabel berbeda (sambungan kawat biru kabel no. 1 dengan kawat biru kabel no. 3).
  • B : sambungan kawat Fasa dengan kawat input saklar (sambungan kawat hitam kabel no. 1 ke kawat hitam kabel no. 2).
  • C : sambungan kawat output saklar dari switch pertama (sambungan kawat kuning kabel no. 2 ke kawat hitam kabel no. 3).
  • D : sambungan kawat output saklar dari switch kedua (sambungan kawat biru kabel no. 2 ke kawat kuning kabel no. 3).
  • E : sambungan kawat Netral dari 3 kabel berbeda (sambungan kawat biru kabel no. 3 dengan kawat biru kabel no. 4 dan kawat biru kabel no. 5).
  • F : sambungan kawat Fasa dari switch output saklar pertama ke unit lampu no. 6 (sambungan kawat hitam kabel no. 3 ke kawat hitam kabel no. 4).
  • G : sambungan kawat Fasa dari switch output saklar kedua ke unit lampu no. 7 (sambungan kawat kuning kabel no. 3 ke kawat hitam kabel no. 5).

Keterangan :

Ada 7 sambungan antar kabel dari 5 potongan kabel terpisah dan yang harus dirangkai untuk membuat jaringan kabel menggunakan saklar ganda.

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Ganda
Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Ganda
Foto : Saklar Ganda/Double dan Susunan Pemasangan Kawat Kabel di Jeroannya.

Sama dengan sambungan A pada saklar tunggal, sambungan A disini adalah sambungan untuk arus Netral (biru) yang diteruskan ke sambungan E.

Pada sambungan E, kawat Netral (biru) dipecah menjadi dua untuk masing-masing lampu. Sehingga, pada sambungan E ini terdapat tiga kawat biru dari kabel no. 3, no. 4 dan no. 5 yang dililit menjadi satu.

Sambungan B adalah sambungan arus Fasa antara kawat hitam dari kabel sumber listrik dengan kawat input saklar ganda. Arus Fasa yang didistribusikan melalui kawat hitam ini akan dipecah dalam saklar ganda menjadi dua output arus Fasa. Kedua output dialirkan melalui kawat kuning dan biru, dimana pendistribusiannya dikendalikan oleh masing-masing switch.

Sambungan CDF dan G adalah sambungan antar kabel yang mendistribusikan arus Fasa ke masing-masing lampu.

Cara Memasang Saklar Ganda

Cara Memasang Saklar Ganda
Cara Memasang Saklar Ganda
Gambar : Skema Susunan Kawat Saklar Ganda.

Teknik cara pemasangan kabel pada saklar ganda, tidak ada bedanya dengan saklar tunggal. Kawat hitam (arus Fasa yang mengalir masuk ke saklar) ditancapkan pada lubang di samping tungkai berwarna merah di switch paling kiri (pertama), sedangkan kawat kuning dan biru yang merupakan arus Fasa yang mengalir keluar dari saklar, ditancapkan pada lubang di samping tungkai berwarna putih di masing-masing switch.

Pada gambar, di bagian tengah antara kedua switch, anda melihat ada sedikit “potongan” kawat kabel (tembaga) yang dipasang terpisah peletakannya. Potongan kawat ini sering diistilahkan dengan sebutan “jumper“. Fungsinya untuk mengalirkan arus listrik dari switch pertama ke switch kedua. Sehingga, arus positif yang berada pada switch pertama (sebelah kiri) turut di distribusikan ke switch kedua (sebelah kanan). Jika potongan kawat tembaga itu tidak disertakan, maka switch kedua menjadi tidak berfungsi (mati) karena tidak memiliki sumber arus listrik.

Cara pemasangannya, cukup dengan memotong kawat kabel sepanjang 3-4 cm. Kelupaskan pembungkusnya, lalu bengkokkan kedua ujung kawat sepanjang kira-kira 1,5 cm, tancapkan pada lubang di samping pengungkit merah.

Sama dengan saklar tunggal, di bawah ini saya sajikan gambar skema sambungan antar kabel untuk memasang saklar ganda. Mulai dari jalur steker hingga berakhir di lampu :

Cara Memasang Saklar Ganda
Cara Memasang Saklar Ganda
Gambar : Skema Lengkap Susunan Kawat Memasang Saklar Ganda/Double.

Gambar-gambar skema susunan kawat lainnya yang berhubungan dengan pemakaian saklar tunggal dan saklar ganda di  blog ini, memiliki konsep susunan kawat yang sama sebagaimana yang diilustrasikan pada gambar skema pemasangan saklar tunggal dan saklar ganda di atas.

Lalu, bagaimana susunan kawat untuk pemasangan saklar yang memiliki lebih dari 2 (dua) switch?

Patokannya, harus tersedia satu kawat line-input untuk setiap pemasangan saklar. Kemudian tambahkan dengan jumlah switch yang terdapat pada saklar.

Misalnya, untuk memasang saklar dengan 3 (tiga) switch, maka dibutuhkan 1 (satu) kawat line-input dan 3 (tiga) kawat line-output.

Jadi, dibutuhkan kabel yang berisi 4 kawat untuk memasang saklar triple (tiga) switch.

Memasang Stop kontak + Saklar

Memasang Stop kontak + Saklar
Memasang Stop kontak + Saklar

Foto : Saklar+Stop Kontak
Selain saklar, juga terdapat sebuah model perangkat listrik yang terdiri dari gabungan antara stop kontak dan saklar sebagaimana gambar disamping kiri ini. Perangkat stop kontak + saklar ini tergolong unik, karena bagian saklar dari perangkat bisa dijadikan dua fungsi kepentingan pemakaian yang berbeda. Yaitu : (1) berfungsi sebagaimana saklar pada umumnya tanpa mengganggu aliran listrik pada stop kontak disampingnya dan (2) berfungsi untuk mematikan aliran listrik yang mengalir pada stop kontak yang berada di sampingnya.

Untuk kasus-kasus tertentu, kita dapat memanfaatkan pemakaian perangkat saklar + stop kontak ini pada situasi dimana aliran listrik stop kontak dapat dinyala-matikan tanpa perlu mencabut steker yang sedang tertancap.

Salah satu cara dari memanfaatkan perangkat stop kontak + saklar ini yang paling umum digunakan adalah menjadi titik sumber listrik untuk menancapkan charger-adaptor handphone.

Memasang Saklar / Stop kontak langsung di jalur kabel

Memasang Saklar / Stop kontak langsung di jalur kabel
Memasang Saklar / Stop kontak langsung di jalur kabel
Foto : Memasang Saklar Memotong di tengah Jalur Kabel

Tidak semua kondisi pemasangan saklar / stop kontak harus dengan menggunakan jalur kabel tersendiri yang sengaja di julur-kan khusus ke saklar / stop kontak. Pada kasus-kasus tertentu, sering dijumpai kondisi memasang saklar / stop kontak dengan cara “memotong” jalur kabel.

Teknik tersebut cukup efektif dalam beberapa hal, salah satunya adalah menghemat pemakaian kabel. Dengan demikian, tidak dibutuhkan kabel ekstra yang digunakan sebagai media untuk menghubungkan saklar / stop kontak dengan jalur kabel yang hendak di saklar-kan / stop kontak-kan.

Bagaimana cara kerja listrik di rumah? What kind of electricity is in a house

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *