Harlah Forum Petani Cilangkap, Pancasila Sebagai Hirarki Tertinggi

oleh -0 views
Harlah Forum Petani Cilangkap, Pancasila Sebagai Hirarki Tertinggi
Harlah FSMPC ke 1 yang digelar di Posko Perjuangan Setia Bersama Rakyat, di Kampung Cilangkap, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Kamis (2/8/2018).

ANTERO | Maja, LEBAK – Pancasila adalah suatu landasan dasar terbentuknya negara republik indonesia, dan menjadikan suatu dasar negara. Karena lahir dari perasaan Rakyat Indonesia yang selama perjalanannya termarjinalkan oleh kaum penjajah.

Demikian hal tersebut diungkapkan Suganda, Koordinator Petani Cilangkap saat mengisi acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Forum Solidaritas Masyarakat Petani Cilangkap (FSMPC) ke 1 pada Kamis 2 Agustus 2018 yang digelar di Posko Perjuangan Setia Bersama Rakyat, di Kampung Cilangkap, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Dengan kegiatan ini mari kita renungkan, bahwasannya Pancasila harus ditempatkan sebagai hirarki tertinggi didalam sebuah Undang Undang dasar. Sehingga tidak ada lagi ketimpangan sosial, Politik, Budaya di negri tercinta ini,” katanya.

Ia menuturkan, ketika suatu negara sudah menempatkan pancasila sebagai hirarki tertinggi dan pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, maka rakyat indonesia akan merasa terlindungi dan berkeadilan.

“Dalam kesempatan ini kami masyarakat petani Cilangkap juga menyampaikan dukungan yang setinggi tingginya terhadap anak kami para mahasiswa para pemuda yang sedang berjuang,” tandas Suganda usai menggelar acara Harlah FSMPC kepada ANTERO, Kamis (2/8/2018)

“Mereka berjalan kaki sepanjang 627 kilo meter dari Jakarta menuju ke Yogyakarta, dalam serangkaian suatu perjuangan nyata untuk bagaimana agar pancasila menjadi hirarki tertinggi,” tandasnya.

Harlah Forum Petani Cilangkap, Pancasila Sebagai Hirarki Tertinggi

Selain itu, jelas Suganda, diantara mereka yang melakukan aksi Longmarch jalan kaki sepanjang 627 kilo meter tersebut ada ada diantaranya sebagai anak kandung Petani Cilangkap yaitu saudara ACEU LAHMUDIN yang terlahir dari pasangan suami istri ibu Enjuh dan abah Udi yang terlahir sebagai petani Tulen di desa Cilangkap.

“Harapan kami yang tersirat didalam lubuk hati yang paling dalam terhadap anak kami mampu dan bisa menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal dasar untuk setia bersama Rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa hukum petani dari Lembaga Bantuan Hukum Tri Darma Indonesia, Yudi Rijali Muslim mengatakan, kekuatan petani adalah bagian dari ketahanan Nasional.

“Dengan kekuatan itu, sehingga mampu menciptakan petani yang handal kuat serta berkomitman untuk menjaga kedaulatan Negara,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir unsur DPD, DPW, DPP dan Pasukan Brigade ARUN Serta berbagai ORMAS, LSM, OKP, Insan Pers dan unsur Lembaga Masyarakat Lainnya.(BH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *