Habiburokhman Dilaporkan ke Polisi Mengenai Pernyataan Mudik Neraka

Habiburokhman Mudik Neraka
Habiburokhman (Netralnews/Adiel Manafe)

ANTERO BANTEN – Ketua Dewan Advokasi DPP Gerindra Habiburokhman kembali dilaporkan ke polisi mengenai pernyataan ‘mudik neraka’. Sekarang, ia dilaporkan oleh Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) ke Kepolisian Daerah Banten.

Sebut ‘Mudik Neraka’, Habiburokhman Dipolisikan

“Iya betul. Laporannya tanggal 21 Juni kemarin, (terlapor) Habiburokhman terkait statement dia ‘mudik tahun ini seperti neraka’,” kata Sekjen Jari’98 Peri Supriadi saat dihubungi wartawan, Jumat (22/6/2018).

Baca juga: Lawan Hoax, Masyarakat Banten Berorasi Di Alun-Alun Kota Serang

Peri berkata, pernyataan Habiburokhman tidak cocok dengan fakta di lapangan. Menurutnya, Habiburokhman telah membohongi masyarakat dengan masalah kemacetan di Pelabuhan Merak, Banten itu.

“Ya menurut saya itu satu penyesatan dalam membuat opini. Intinya tidak sesuai keadaann di lapangan,” katanya.

Peri mengklaim dirinya memantau situasi arus mudik pada tanggal 13 Juni 2018 lalu di Tol Jakarta-Merak hingga ke Pelabuhan Merak, Banten. Dari hasil pantauannya itu, menurutnya tidak ada kemacetan seperti yang digambarkan oleh Habiburokhman.

“Kan dia bilang dari subuh sampai (jam) setengah satu (siang). Ya sebenarnya ada kemacetan, tapi tidak stuck seolah-olah ada kemacetan yanf parah, tidak. Setahu saya di lapangan jam 11.00 WIB itu sudah kosong malahan nggak ada penumpukan kendaraan,” papar Peri.

Menurutnya, situasi di Pelabuhan Merak saat itu masih dalam taraf wajar dalam situasi arus mudik. Antrean kendaraan hanya terjadi di gerbang tiket.

“Kan mau masuk pelabuhan itu ada gate harus bayar tapi tidak stuck, tidak macet, lancar,” ucapnya.

Baca juga: Penyebar Hoax Asal Kota Cilegon Pernah Gabung dengan MCA

Kemudian Peri menjelaskan dalam kapasitas apa dia memantau situasi arus mudik ke Pelabuhan Merak. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai fungsi kontrol sosial atas kinerja pemerintah dalam menangani arus mudik.

“Kami memiliki organisasi di mana kami sebagai komunitas kontrol sosial, dalam hal ini kami memberi tahu ASDP serta masyarakat kami memiliki kewajiban untuk memantau kinerja aparatur dalam mengatasi kondisi arus mudik,” katanya.

Peri mengaku tidak ada yang menyuruhnya melaporkan Habiburokhman ke polisi. “Tidak ada yang memintanya, kami sebagai bagian dari organisasi elemen-elemen masyarakat kami hanya ingin menyampaikan masalah yang secara alami jadi tidak mengada-ada,” tambahnya.

Ditanya apakah dia punya bukti bahwa pada 13 Juni 2018, kondisi Pelabuhan Merak lancar, dia menjawab “Jika Anda berbicara ada bukti CCTV di pelabuhan, lihat saja.

Selanjutnya, Peri menegaskan dirinya siap jika Habiburokhman melaporkan kembali ke polisi untuk melaporkannya. “Terus maju dan coba tulis bahannya, tapi saya tidak tahu apa yang saya laporkan,” katanya.

Baca juga: 6 Kasus Berita Hoax di Banten, dari PKI Serang Ulama hingga Teror Bom

Laporan Peri itu tertuang dalam tanda bukti laporan bernomor LP/193/VI/Res.2.5/2018/Banten-SPKT1 tanggal 21 Junib2018. Habiburokhman dilaporkan atas tuduhan pelanggaran pidana Pasal 14 ayat (1) atau 15 UU RI No 1 Tahun 1946.

Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Abdul Karim belum menjawab saat dikonfirmasi soal laporan tersebut. Habiburokhman juga belum menjawab saat dimintai konfirmasi.

Habiburokhman sebelumnya dilaporkan oleh seorang mahasiswa bernama Danick Danoko kepada Polda Metro Jaya terkait ‘terjebak di neraka’. Dia juga melaporkan kembali wartawan yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya karena menuduhnya berbohong.

Habiburokhman sendiri telah membantah dirinya menyebarkan kebohongan tentang kemacetan di Merak. Dia mengaku memiliki bukti kuat.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here