Gus Yaqut Imbau Eks HTI Kembali ke NKRI

Gus Yaqut Imbau Eks HTI Kembali ke NKRI
Gus Yaqut Imbau Eks HTI Kembali ke NKRI

ANTERO JAKARTA – Ketua Umum Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menghargai putusan pengadilan HTI di PTUN Jakarta, Senin (7/5/2018) yang menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ini memperkuat SK Menkumham tentang Pembubaran HTI yang dikeluarkan pada Juni 2017.

Menurut Yaqut, bukti bahwa HTI telah melanggar Ordonansi Komunitas (mengubah Organisasi Perrpu) telah menjadi fakta hukum yang tak terbantahkan. Kegiatan HTI telah bertentangan dengan ideologi Pancasila, yaitu penyebaran khilafah.

“HTI harus menghormati keputusan pengadilan. HTI harus menghentikan semua kegiatannya dan propaganda khilafah dalam bentuk apapun. HTI harus mematuhi dan mematuhi hukum di Indonesia, mengakui Pancasila sebagai dasar negara,” kata Yaqut Cholil Qoumas dalam rilis resminya. pada Senin (7/5/2018).

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut mengatakan, gerakan HTI jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 yang mengancam keutuhan bangsa.

Ia menegaskan, NKRI atas dasar Pancasila adalah wujud. Bangsa ini harus berdiri teguh dan menerapkan Pancasila sebagai Kalimatun Sawa (sikap dan langkah yang sama) dalam administrasi negara.

“Jadi, jika ada kelompok yang ingin mengganti NKRI berdasarkan Pancasila dengan negara Islam melalui Daulah Islamiyah dan khilafah, mereka akan menghadapi Ansor dan juga orang NU,” kata Gus Yaqut.

Pada putusan Gus Yaqut menginstruksikan semua anggota Ansor dan Banser dengan masyarakat untuk mengawasi keputusan PTUN ini. Anggota Ansor dan Banser diminta untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa HTI telah dibubarkan. Dia meminta anggota Ansor dan Banser untuk tidak diprovokasi.

Gus Yaqut juga menghimbau kepada semua administrator, anggota atau simpatisan HTI untuk kembali ke NKRI. Tidak boleh bermusuhan.

“Jangan bermusuhan, saya tidak bisa meminta semua anggota Ansor dan Banser untuk memeluk mereka, kembali ke Bumi Pertiwi, bersama dengan NKRI berdiri, bangun negeri tercinta ini,” kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut berpendapat, mantan HTI adalah saudara seiman, sehingga tidak boleh dimusuhi apalagi dikucilkan.

“Dengan menghormati keyakinan yang berbeda, kami menghormati, membangun hubungan baik, apalagi saudara-saudara Muslim kami,” kata Gus Yaqut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini