Gugus tugas Covid 19 Curug Dan Pengelola Sepakat Tutup Sementara lokasi wisata MBS selama libur Nataru

oleh -66 views

ANTERO.CO, CURUG,- Satuan Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Curug yang dipimpin langsung oleh Camat Kecamatan Curug Andi Heryanto,SIP.MM Bersama Dengan Kapten Inf Roni K (Danramil Curug), AKP Dedi Rudiman,SH (Kapolsek Curug) Melakukan Rapat Koordinasi terkait Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Dengan Beberapa Pengelola Wisata di Ruangan kerja Camat kecamatan Curug kota serang, Senin (28/12/2020)

Rapat koordinasi tersebut dilakukan dalam rangka tindak lanjut surat edaran walikota Serang No:556/1044/Setda Tentang Pencegahan penyebaran Corona Virus Desease (Covid 19) di wilayah kota serang dan menjaga ketentraman dan ketertiban pada pergantian tahun 2020 ke tahun 2021.

Kapolsek Curug AKP Dedi Rudiman, SH Menjelaskan ada Tiga poin hasil kesepakatan bersama antara Satgas Covid dan pengelola tempat wisata yang Ada di wilayah hukum kecamatan Curug

“Hasilnya yaitu :
Pertama, Taman wisata Mahoni Bangun Sentosa (MBS) Sepakat untuk menutup sementara Lokasi wisata selama tiga hari pada tanggal 30,31 desember 2020 dan 1 januari 2021 Demi menghindari membludaknya pengunjung sehingga penerapan protokol kesehatan dirasa tidak akan maksimal.
Kedua, Tempat wisata Waterboom Tembong tetap Buka dikarenakan pengunjung setiap hari besar tidak lebih dari 50-100 Orang (Tapi tetap dengan penerapan Ketat Protokol kesehatan).
Ketiga, tempat wisata Religi “Kapal Bosok” juga tidak dilakukan penutupan dikarenakan pengunjung juga tidak melebihi 50-100 orang, tapi tetap wajib menyediakan sarana Cuci Tangan dan terus menghimbau pengunjung untuk memakai Masker dan menjaga Jarak.
Jelas Kapolsek melalui media pesan WhatsApp, Selasa (29/12/2020)

Sementara Camat Kecamatan Curug Andi Heryanto,SIP.MM Berharap Agar beberapa Poin hasil kesepakatan bisa Dilaksanakan dengan baik dan bukan hanya kesepakatan lisan saja, Agar penekanan penyebaran Covid 19 dapat terus di Minimalisir

“Harapan saya bagaimana supaya hasil kesepakatan kita dan para pengelola tempat wisata itu sendiri bisa dilaksanakan dengan baik dilapangan sehingga bisa meminimalisir Terutama timbulnya Cluster baru yang di Sebabkan dari pengunjung tempat Wisata itu sendiri. Ungkapnya

(Arie)

 

“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *