Minggu, Maret 29, 2020
Beranda Hukum Dan Kriminal Gugatan PT Amoeba dan PT Awi Ditolak Dan Eksepsi Polres Lumajang Juga...

Gugatan PT Amoeba dan PT Awi Ditolak Dan Eksepsi Polres Lumajang Juga Ditolak PN Kab Kediri

ANTERO.CO JAKARTA – Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri dinilai tendensius oleh Solihin HD. Menurut dia, setelah putusan praperadilan antara PT Amoeba dengan PT AWI dan Hakim tidak mempertimbangkan bukti P1 dan P2 tentang SP3

” Kami rasa Hakim tendensius dalam mempertimbangkan bukti tentang P1, P2 karena scan-an (scan) itu diambil dari email yang dapat dijadikan alat bukti juga dan itu bisa dicek kebenarannya dibareskrim polri dan polda jatim ,” ujar Solihin HD,SH selaku penasehat hukum dari PT Amoeba dan PT AWI seperti release yang diterima ANTERO.CO di Jakarta, Sabtu (07/12/2019).

Menurut Solihin HD Kalau itu dipertimbangkan secara cermat dan benar maka selesai sudah perkara kita dan itu faktanya.

“Tentunya harus dipertimbangkan subjek suratnya tentunya dengan bukti-bukti scan-an atau foto copy-nya,” tambahnya.

Diutarakan Solihin HD, Hakim PN Kabupaten Kediri yang dipimpin oleh Guntur Pambudi Wijaya tidak mempertimbangkan keseluruhan bukti-bukti yang ada.

” Praperadilan ditolak bisa saja, tetapi yang harus digarisbawahi bahwa prosedural penyidikan apakah sudah sesuai apa belum. Belum masuk ke materi pokoknya, yang penting materi pokoknya1 apakah mereka memenuhi unsur-unsurnya bisa P21,” imbuhnya.

Ditambahkan Solihin HD , perkara pidana tersebut sebelumnya telah di SP3 baik ditingkat Mabes Polri maupun di Polda Jatim itu sendiri.

” Perkara sudah dihentikan Mabes Polri dan Polda Jawa Timur itu tidak dibantah oleh termohon (Polres Lumajang),” ungkapnya.

Lebih lanjut Solihin HD mengatakan tindakan penyidik yang melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang milik PT Amoeba dan PT AWI dianggap tidak sesuai prosedur. PT Amoeba dan PT AWI beberapa waktu lalu mengajukan praperadilan terhadap Tim Cobra Polres Lumajang.

” Faktanya ada rill buktinya itu, dan bukti inilah yang bisa menghentikan perkara. Blunder ini, karena tidak bisa dipertimbangkan akhirnya kemana-mana. Kemudian jelas benda-bendanya ada di PT AWI, apa bisa itu penyidikan itu saksi tidak ada. PT AWI tidak pernah disidik sama sekali hanya dihubung-hubungkan dalam perkara ini,” tandasnya. (S Handoko)

- Advertisment -