Geliat Warem Beserta Kupu-Kupu Malam Resahkan Warga Cikande

oleh -20 views

Geliat Warem Beserta Kupu-Kupu Malam Resahkan Warga. (Foto/ilustrasi)

 

ANTERO.CO SERANG – Warung remang-remang (Warem) di pinggir jalan nasional Jakarta-Serang menjadi tempat lokalisasi. Mulai dari wilayah perbatasan desa Parigi hingga ke wilayah perbatasan desa Leuwilimus kecamatan Cikande kabupaten Serang. Info didapat, para wanita malam atau Pekerja Sex Komersial (PSK) sendiri pada umumnya datang dari luar daerah

Di sepanjang jalan nasional Jakarta-Serang dari sebelah kiri dan kanan itu terdapat Warem, nampak para perempuan yang berdandan seronok diduga sedang menjajakan dirinya, dengan mematok harga mulai dari kisaran Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.

Untuk menggali informasi terkait keberadaan Warem dilokalisasi Bisnis Esek-Esek di sepanjang jalan ini, pada Jum’at malam 08 Januari 2021, media berhasil menemui salah seorang pemilik Warem sebut saja Si Mamih, malam itu  dengan bujuk rayunya ia menawarkan wanita esek-esek berikut tarif harganya yang bervariatif.

“Hayu mas mau cewek gak mas, tinggal pilih aja tuh cantik-cantik. Ada yang 150 ada juga yang 300, tergantung si masnya mau yang mana, ada yang muda ada juga yang dewasa, kalau mau yang muda nanti agak malaman. Bentar lagi juga pada datang,” ucapnya penuh nada merayu.

Ironisnya, tempat yang di duga jadi lokalisasi ini hampir tidak pernah didatangi atau di razia oleh aparat penegak hukum yang ada di wilayah setempat.

Pantauan media, lokalisasi ini tampak ramai mulai dari pukul 20.00 WIB malam. Dan mulai dari pukul 19.00 WIB sudah terlihat aktivitas wara wiri atau hilir mudik para PSK yang berusia sekitar 30-40 an.

Di atas pukul 22.00 WIB, biasanya para wanita malam (PSK) yang datang ke lokalisasi ini berumur 20-an. Para pelanggan yang datangpun rata-rata para sopir mobil-mobil besar, namun tak jarang para tamu yang datang para remaja.

DH, salah seorang warga setempat melihat fenomena Warem dengan Wanita esek-esek yang berada di wilayahnya itu, dirinya mengku merasa resah. DH pun meminta pihak intansi terkait melakukan penertiban agar Warem itu segera dibubarkan.

“Saya merasa resah dengan adanya aktivitas dari para wanita malam (PSK-red). Adanya kegiatan itu, saya merasa malu karena wilayah saya sudah dikotori dengan kegiatan-kegiatan seperti itu,” tutur DH, Sabtu (9/1/2021).

“Harapan saya supaya tempat-tempat itu dibubarkan, dan para wanita malam (PSK) nya di bina sama dinas sosial, agar menjadi manusia yang lebih baik lagi, bisa mencari nafkah dengan cara yang halal,” katanya menambahkan.

Menanggapi hal ini, Rasmidi SH salah seorang aktivis Pemerhati Lingkungan sekaligus Ketua LSM Penjara DPD Provinsi Banten mengatakan, ia meminta dalam hal ini intansi yang berwenang di kabupaten Serang Provinsi Banten turun ke lokasi untuk melakukan penertiban Warem tersebut.

“Saya minta kepada intansi terkait harus menindak dan membubarkan warung remang-remang (Warem-red) itu,” tegasnya.

 

Laporan: Messa-Zami

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *