Galian Muara Cihara Disegel, Warga di Lebak Minta Keadilan Pihak Terkait

oleh -55 views

Galian Muara Cihara Disegel, Warga di Lebak Minta Keadilan Pihak Terkait 

 

ANTERO.CO LEBAK – Sejumlah warga mengatasnamakan masyarakat kecil di pesisir Muara Cihara di pantai Muara Cihara, melakukan aksi unjuk rasa, di pintu gerbang masuk ke lokasi tambang pasir laut Muara Cihara, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu 21 Maret 2021, menyusul adanya penyegelan dan pemagaran di lokasi galian pasir tersebut.

Mereka melakukan aksi tersebut sebagai bentuk protes agar galian pasir di wilayah Muara Cihara dapat dibuka kembali. Pasalnya, galian pasir tersebut merupakan sebagai mata pencaharian mereka (masyarakat kecil) dalam mencari nafkah untuk kebutuhan kehidupan keluarganya sehari-hari.

Aktivis Lebak Selatan, Rahmat Hidayat mengaku merasa terpanggil melakukan aksi tersebut bersama masyarakat kecil yang notabene hilang pekerjaannya lantaran lokasi galian pasir disegel dan dipagar alias ditutup.

“Kami disini hanya ingin segelnya dibuka, agar mereka para pekerja bisa kembali menjalankan aktivitasnya. Kami mohon segera legalitas kan atau diberi petunjuk, bukannya kami tidak taat pada aturan tapi kami minta keadilan,” tegasnya.

Menurut Rahmat, ada beberapa lahan yang memang layak mesti dilarang, tapi kata dia, mengapa di lokasi ini (Muara Cihara) dilarang.

“Tolong bapak ibu (pihak terkait) yang di sana, saya asli aktivis tidak ada kepentingan pribadi,” ujarnya.

Jika tuntutan mereka tersebut tidak di tanggapi oleh pihak terkait, maka mereka menuntut atau meminta penertiban semua tambang yang ada di wilayah Lebak Selatan.

Menurut mereka, bukan hanya di muara Cihara saja yang di tutup tapi semua harus di tertibkan kembali sesuai dengan aturan yang ada jadi terkesannya tidak pilih kasih.

“Karena galian pasir pantai bukan cuma di Muara Cihara saja, diantaranya ada galian pasir pantai Rancalele di Sukajadi dan ada galian pasir pantai di Cikumpay, termasuk galian galian batu bara yang ada di wilayah Lebak Selatan,” terang warga disela-sela aksinya.

Hingga berita ini diterbitkan media masih berupaya konfirmasi terhadap pihak terkait dalam hal ini intansi dalam bidang tersebut, baik Kabupaten maupun Provinsi setempat. (bud/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *