Gabungan Aksi Demo Mahasiswa Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Korupsi di Banten

oleh -49 views
Gabungan Aksi Demo Mahasiswa Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Korupsi di Banten
Gabungan Aksi Demo Mahasiswa Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Korupsi di Banten

ANTERO.CO SERANG – Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi ekstra kampus yang tergabung dalam Koalisi Banten Menggugat (KASIBAT) mengepung KP3B, Kamis (3/6/2021).

Ditengah hujan deras, para aktivis kampus menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di Provinsi Banten. Mereka mendesak pemerintah Banten untuk mengusut tuntas korupsi di Banten.

Baru 10 menit jalannya aksi, KP3B diguyur hujan deras. Sebagian aparat kepolisian dan petugas Satpol PP yang menjaga jalannya aksi di gerbang utama Kantor Gubernur langsung kocar-kacir, sementara puluhan mahasiswa tak geser satu langkah pun, mereka tetap melanjutkan aksinya.

Ditengah hujan yang semakin deras, mahasiswa dengan kompak menyampaikan sumpah mahasiswa. Mereka menilai gubernur harus bertanggungjawab atas korupsi yang masih menggerogoti birokrasi Pemprov Banten.

Ketua Umum HMB Jakarta Muhammad Fahri dalam orasinya mengatakan, terjadinya kasus korupsi di Banten sangat menciderai masyarakat. Menurutnya, dalam hal ini bukan hanya kerugian materi, tapi juga kerugian moral provinsi Banten itu sendiri.

Fahri juga menambahkan, pihaknya akan terus mengawal kasus korupsi sampai tuntas.

“Banten yang terkenal dengan identitas jawara dan ulama hari ini betul-betul tercoreng. Bagaimana tidak, tindakan korupsi sama sekali tidak mencerminkan karakter keduanya. Kasus korupsi yang terjadi hari ini juga sangat biadab. Bisa-bisanya uang pesantren, masker di korupsi. Kita tahu pesantren di Banten itu jadi aset penting untuk mengharmonisasi kehidupan masyarakat Banten, umumnya Indonesia. Kita bisa mengikis pemikiran radikalisme di Banten lewat pesantren. Oleh karena itu, kita harus sama-sama sadar bahwa Banten hari ini sedang tidak baik-baik saja,” kata Fahri

“Kami akan terus memantau perkembangan Kejati dalam pengusutan kasus korupsi di Banten. Jika dari Kejati tidak ada perkembangan, kami akan melakukan aksi ke KPK, meminta KPK turun gunung menyelidiki kasus korupsi di Banten. Saya mau kasus ini dibongkar semuanya, dan diberantas sampai ke akar-akarnya. Kebetulan saya juga menemukan satu orang lagi yang terlibat dalam kasus korupsi dana hibah ponpes. Ada datanya, orang ini berinisial “AH”. Saya cek di beberapa media nama ini tidak pernah disebut,” tegas Fahri.

Aktivis HMI Cabang Serang Dede Ruslan Rafiudin dalam orasinya mengatakan, banyaknya kasus tindak pidana korupsi di Provinsi Banten, menandakan Gubernur Banten tidak serius dalam melaksanakan program pemberantasan korupsi yang dijanjikannya.

“Kami yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Banten Menggugat (Kasibat) menganggap Gubernur Banten Wahidin Halim sebagai Gubernur magang. Tiga korupsi yang masih ditangani Kejati Banten, di antaranya kasus dana hibah untuk pesantren tahun 2018 dan 2020, kasus pengadaan lahan UPT Samsat Malingping tahun 2019, dan terbaru kasus pengadaan masker tahun 2020 tanggungjawab seorang gubernur,” ungkapnya.

Dede melanjutkan, mahasiswa mendesak Kejati Banten untuk memeriksa Gubernur Banten.

“Kami berharap Kejati Banten segera mencari dalang dari tiga kasus korupsi yang sudah mencoreng nama baik Provinsi Banten,” tegasnya.

Disela aksi, Ketua GMNI Cabang Serang Arman Maulana menilai komitmen Gubernur Banten terhadap pencegahan korupsi hanya teori.

“Apa yang terjadi di provinsi banten tentu menjadi sebuah ironi bagi kita, tiga kasus korupsi menjadi sebuah jawaban bagaimana gubernur gagal melaksanakan agenda reformasi birokrasi di Banten,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Arman juga menyayangkan DPRD Banten yang tidak berani menggunakan haknya dalam mengawasi jalannya pemerintahan. “Tentu korupsi APBD ini perlu ada tindakan konkret dari DPRD. Harusnya dewan yang terhormat menggunakan hak interpelasi untuk meminta keterangan Gubernur Banten,” tegasnya. (Helmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *