Efek Buruk Begadang dan Bangun Siang Untuk Kesehatan

Efek Buruk Begadang dan Bangun Siang Untuk Kesehatan
Efek Buruk Begadang dan Bangun Siang Untuk Kesehatan

ANTERO.CO – Akibat sering begadang dan bangun siang – Anda pasti merasa kurang tidur. Tidur hanya selama beberapa jam karena Anda harus begadang mengerjakan tugas, tugas kantor, atau alasan lainnya. Keesokan harinya, kantuk mendera sepanjang hari, terasa lemas, kurang fokus, kurang antusias, atau suasana hati menjadi buruk sehingga mudah marah.

Efek Negatif Begadang

  • efek begadang bagi remaja
  • dampak positif begadang
  • cara mengatasi begadang
  • akibat sering begadang dan bangun siang
  • makalah tentang begadang
  • bahaya begadang menurut islam
  • efek begadang bagi berat badan
  • dampak begadang bagi mahasiswa

Banyak orang tidak menyadari bahwa itu semua terjadi karena kurang tidur di malam hari. Tidak hanya mempengaruhi keesokan harinya, kurang tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

Kurang tidur dikaitkan dengan penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara kebiasaan tidur dan risiko penyakit.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan orang, terutama pria, begadang untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak dapat mereka lakukan di siang hari. Tetapi bagi kebanyakan orang, terutama remaja, diperkirakan bahwa begadang adalah kebiasaan yang sudah lazim dan masuk akal untuk dilakukan.

Tidak jarang mereka menghabiskan sepanjang malam melakukan aktivitas tanpa mendapat manfaat apa pun. Namun, banyak juga yang melakukan kegiatan malam hari dengan tujuan belajar, bekerja atau berbisnis.

  • akibat sering begadang dan bangun siang
  • dampak negatif begadang
  • cara mengatasi begadang
  • efek begadang bagi remaja
  • efek begadang bagi wajah
  • manfaat begadang
  • efek begadang untuk pria
  • makalah tentang begadang

Terlepas dari apakah begadang atau tidak, tentu saja Anda perlu mengetahui berbagai efek negatif dari sering begadang untuk kesehatan yang rentan baik bagi pria maupun wanita. Di bawah ini kami sajikan beberapa efek negatif karena sering begadang untuk kesehatan.

Efek Negatif Akibat Sering Bergadang

Seperti kita ketahui bahwa begadang adalah aktivitas yang dilakukan seseorang pada malam hari bahkan hingga dini hari. Ada dua kegiatan umum yang dilakukan, yaitu kegiatan negatif dan kegiatan positif.

Gaya hidup buruk seperti begadang benar-benar tidak direkomendasikan untuk semua orang. Ini karena waktu malam bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan positif dan negatif. Malam adalah waktu biologis bagi tubuh untuk beristirahat. Tubuh perlu istirahat sekitar 7-8 jam per hari setelah melakukan aktivitas di siang hari.

Kita harus tidur setiap malam untuk mendukung hormon korteks adrenal dalam meningkatkan metabolisme tubuh dan juga merilekskan otak dan juga pikiran lelah kita setelah bekerja di siang hari.

Namun, hanya ada beberapa orang yang tetap begadang setiap malam, kecuali mereka yang bekerja di malam hari dan beristirahat di siang hari. Namun, Anda perlu tahu bahwa kebiasaan begadang memiliki efek negatif pada kesehatan tubuh kita. Berikut ini, kami menjelaskan beberapa efek negatif dari begadang di malam hari, termasuk:

1. Obesitas

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko bertambahnya berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) yang lebih tinggi, dan orang yang tidur 8 jam per malam memiliki BMI terendah.

BMI adalah alat ukur seseorang dikatakan memiliki tubuh kurus atau gemuk berdasarkan tinggi badannya.

Semakin gemuk tubuh, semakin tinggi BMI yang dimilikinya. Kurang tidur dikaitkan dengan meningkatnya rasa lapar dan nafsu makan, menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas.

Selama tidur, tubuh memproduksi hormon yang membantu mengendalikan nafsu makan, metabolisme energi, dan pemrosesan glukosa. Tidur yang kurang membuat hormon dan hormon lain bekerja.

Kurang tidur berhubungan dengan hormon yang mengatur nafsu makan, yang merupakan kadar leptin yang lebih rendah (hormon yang menstimulasi sinyal kenyang ke otak) dan kadar grelin yang lebih tinggi (hormon yang merangsang sinyal rasa lapar ke otak).

Jadi, kurang tidur membuat tubuh merasa lapar, meski sudah makan. Kurang tidur juga dapat meningkatkan produksi hormon kortisol atau hormon stres dan juga terkait dengan peningkatan produksi insulin.

Insulin adalah hormon yang mengatur penyimpanan glukosa dan lemak. Tingkat insulin yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan berat badan, faktor risiko obesitas.

2. Kesulitan berkonsentrasi

karena sakit kepala Tidak sedikit orang mengalami kesulitan berkonsentrasi karena pusing dan sakit kepala yang timbul. Namun, begadang tidak menyebabkan sakit kepala dan pusing dan kurang konsentrasi di sore hari.

Orang yang biasanya begadang cenderung bangun dalam keadaan sakit kepala dan pusing. Ini tentu saja mengakibatkan otak mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Orang yang begadang akan tampak lesu dan juga tidak bersemangat bekerja atau bekerja.

3. Diabetes melitus tipe 2

Kurang tidur berhubungan dengan risiko diabetes melitus tipe 2. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit ini karena mempengaruhi kerja glukosa dalam tubuh.

Penelitian yang memang mengurangi waktu tidur pada orang sehat dari 8 jam menjadi hanya 4 jam per malam menunjukkan bahwa tubuh mereka memproses glukosa lebih lama daripada jika mereka tidur selama 12 jam.

Selama tidur, tubuh terus memproses glukosa untuk menjaga kadar gula darah.

4. Penyakit jantung dan hipertensi

Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa hanya satu malam orang yang menderita hipertensi (tekanan darah tinggi) kurang tidur, dapat menyebabkan tekanan darah mereka meningkat pada hari-hari berikutnya.

Dampak ini bisa berkembang menjadi penyakit jantung dan stroke. Orang yang sudah mengalami hipertensi sebaiknya tidur di malam hari dalam waktu yang cukup agar tidak memperparah penyakit.

Penelitian lain menunjukkan bahwa tidur terlalu sedikit (kurang dari 5 jam) dan terlalu banyak tidur (lebih dari 9 jam) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner pada wanita.

5. Sistem kekebalan tubuh menurun

Jangan heran jika sistem kekebalan tubuh Anda menurun, ini adalah efek negatif karena sering begadang. Hal ini tentunya disebabkan oleh sistem metabolisme tubuh dan juga relaksasi tubuh menjadi sangat berkurang.

Karena itu, penyakit ini akan dengan mudah menyerang tubuh kita seperti demam, masuk angin, flu, diare, dan juga perasaan tidak enak di tubuh.

Faktanya adalah bahwa ketika kita begadang tubuh akan terus dipaksa untuk terus melakukan pekerjaan.

Meskipun pada malam hari, tubuh membutuhkan perbaikan sel-sel tubuh yang kita gunakan di siang hari.

6. Gangguan mood

Sehari kita tidur malam dapat menyebabkan lekas marah dan kemurungan pada hari berikutnya. Masalah tidur jangka panjang, seperti insomnia, berhubungan dengan depresi, kecemasan, dan stres mental.

Penelitian yang dilakukan pada 10.000 orang menunjukkan bahwa orang dengan insomnia lima kali lebih mungkin menjadi depresi daripada mereka yang tidak.

Studi lain melaporkan bahwa orang yang tidur 4,5 jam per malam menunjukkan perasaan lebih stres, sedih, marah, dan lelah secara mental.

Orang yang tidur 4 jam per malam juga menunjukkan penurunan dalam optimisme dan keterampilan sosialisasi.

Juga dilaporkan bahwa semua konsekuensi dari kurang tidur ini dapat diatasi ketika orang tersebut kembali ke durasi tidur normal.

7. Nafsu makan menurun

Tidak dapat dipungkiri bahwa begadang akan berdampak pada kurang nafsu makan. Kebutuhan sehari-hari tubuh memang sangat diperlukan untuk kesehatan tubuh.

Namun, bagaimana jika nafsu makan Anda berkurang? Tentu saja ini bisa dikatakan zona yang sangat berbahaya.

Pola makan yang tidak teratur dan hilangnya nafsu makan akan menyebabkan tubuh Anda melemah dan juga mengembangkan penyakit seperti sakit maag, sakit perut, dan penyakit lainnya.

8. Berkurangnya kesehatan kulit

Kurang tidur dapat menyebabkan kulit mengencang, menyebabkan garis-garis halus dan lingkaran hitam di bawah mata banyak orang.

Hal ini terjadi karena kurang tidur membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan dan menyebabkan tubuh memecah kolagen di kulit sehingga kandungan kolagen di kulit berkurang.

Ini tidak baik untuk kesehatan kulit. Kolagen adalah protein yang membuat kulit halus dan elastis.

9. Insomnia

Tidak perlu mengabaikan efek negatif karena sering begadang. Insomnia sering dialami oleh semua orang, pria atau wanita. Sering begadang pasti akan mengubah pola tidur kita.

Seseorang yang sering tidur larut malam akan sangat sulit tidur di malam hari dan akan menghabiskan sepanjang malam sampai pagi datang.

10. Penyebab kanker

Jangan abaikan efek negatif dari sering begadang. Memang terdengar klise, bahwa begadang bisa menyebabkan kanker.

Namun, jika Anda terus melakukan kebiasaan buruk ini, tidak menutup kemungkinan bahwa tubuh Anda akan terkena kanker.

Bahkan, begadang akan memengaruhi produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur ritme sirkadian (sistem biologis dalam tubuh).

Hormon ini sangat membantu dalam memerangi sel kanker seperti kanker payudara, kanker prostat dan juga penyakit Parkinson.

Jika produksi hormon ini terganggu, maka cepat atau lambat itu akan menyebabkan sel kanker tumbuh tanpa hambatan sama sekali.

11. Kesuburan terganggu

Bagi Anda yang benar-benar mendambakan keturunan, tentu saja Anda harus menghindari kebiasaan begadang.

Namun, begadang benar-benar memengaruhi kesuburan baik pada wanita maupun pria. Ini akan menyebabkan kualitas sperma dan juga sel telur menjadi buruk dan mempengaruhi siklus menstruasi.

Bagaimana mengganti waktu tidur?

Satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali tidur yang hilang adalah dengan mendapatkan lebih banyak tidur.

Kita dapat mengganti lebih sedikit waktu tidur di hari libur. Cobalah menambah waktu tidur satu jam atau lebih.

Yang harus Anda lakukan adalah tidur ketika Anda merasa lelah di malam hari, dan biarkan tubuh bangun di pagi hari dengan sendirinya.

Dengan begitu, kita akan mendapatkan waktu tidur normal secara perlahan. Kurangi kebiasaan begadang di malam hari jika benar-benar tidak ada yang bisa dilakukan.

Selain itu, cobalah untuk mengurangi konsumsi minuman berkafein, terutama sebelum tidur.

Minuman berkafein dapat membantu mengurangi kantuk di malam hari selama beberapa jam, tetapi dampak negatifnya adalah dapat merusak pola tidur dalam jangka panjang.

Baca juga:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here