Dua Orang Nelayan Asal Curugbitung Kabupaten Lebak Terlantar di Kota Batam-Kepri

oleh -11 views

Dua Orang Nelayan Asal Curugbitung Kabupaten Lebak Haerudin (29) dan Supiyani (35) Terlantar di Kota Batam-Kepri

 

ANTERO.CO BATAM – Dua orang asal Kecamatan Curug Bitung, Kabupaten Lebak yang bekerja di sebuah kapal ikan, terlantar di Kota Batam. mereka adalah, Haerudin (29) dan Supiyani (35).

Awalnya mereka diterima bekerja di sebuah kapal ikan di Pelabuhan Muara Baru Jakarta. Pada Februari 2020 dengan kapal ikan mereka bersama awak lainnya berlayar menuju Kepulauan Riau.

Dalam pelayaran di perairan Kepulauan Riau kapal rusak berat. Sehingga nakhoda memutuskan untuk merapat ke Tanjung Balai Karimun untuk perbaikan kapal. Akan tetapi karena kendala ketiadaan spare part dll sampai dengan awal Mei 2020 kapal belum bisa diperbaiki.

Karena masih lama menunggu perbaikan kapal. menyebabkan 6 orang ABK diantaranya 2 orang asal Kabupaten Lebak, Banten, 1 orang asal Kabupaten Karawang dan 3 orang asal Kabupaten Bogor memutuskan untuk resign dan pulang kampung melalui Batam. Oleh juragan kapal (tekong) mereka diberikan uang transport masing- masing @ Rp1 juta/orang.

Karena situasi COVID-19 dan adanya PSBB di Batam dan sekitarnya, menyebabkan mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Jawa, baik lewat laut, udara maupun darat. Kondisi tersebut menyebabkan mereka tertahan di Batam. dan kondisi tersebut pula menyebabkan perbekalan mereka habis untuk biaya sehari- hari. Berkat pertolongan relawan di Batam untuk tempat tinggal, makan dan sebagainya. update mereka masih bisa bertahan hidup.

Calon Pengurus PUB Kota Batam dan Kepri bersama relawan lain telah mendatangi 2 orang asal Kabupaten Lebak tersebut untuk melakukan wawancara, mendata identitas dan kronologis peristiwa.

Calon pengurus PUB Batam telah menghubungi ajudan Bupati Lebak. Oleh ajudan Bupati Lebak diarahkan agar menghubungi Bagian Humas agar menginformasikan ke pihak Dinsos Kabupaten Lebak.

Akan tetapi, update belum ada jawaban dan tindak lanjut dari Dinsos.
Sedangkan untuk membantu optimal (memulangkansampai ke Kabupaten Lebak) para calon pengurus PUB Batam/Kepri belum mampu. Karena keterbatasan sumber dana. Begitu juga keluarga kedua orang asal Lebak tersebut yang tergolong miskin. Maklum mayoritas orang Banten di Batam/Kepri adalah pekerja kasar/lepas dan pedagang keliling. Situasi dan Kondisi PSBB akibat COVID-19 menyebabkan mereka kehilangan mata pencaharian.

Diharapkan kepada warga Lebak dapat menginformasikan hal tersebut di atas kepada Dinsos Kabupaten Lebak dan pihak terkait lainnya.

Kejadiannya awal Mei 2020.
Kejadian di Batam. Saat ini berada di Sagulung, Batam. Yang menanggung biaya selama ini masyarakat setempat dan RT/RW, Relawan, untuk hari ini dari PUB Kota Batam juga membantu.Yang menampung, kebetulan mereka sudah sewa rumah untuk 1 bln s/d tgl 10 juni 2020. (Bud/Red)

Sumber : Info dari PUB PUSAT, dan PUB KEPRI DAN BATAM

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *