Doni Kades Babakan Jaya Menjelaskan Terkait Adanya Pemberitaan Dugaan Jalan Poros Rabat Beton

oleh -948 Dilihat
oleh

Serang, antero.co – Menanggapi adanya impormasi berita di salah satu media online terkait adanya pemberitaan jalan poros desa yang di duga tidak sesuai RAB, di kampung Lebe Desa Babakan Jaya Kecamatan Kopo Kabupaten Serang Banten. Rabu 29/03/2023

“Doni Kepala Desa Babakan saat di konfirmasi media menjelaskan, betul pak semalam ada orang yang mengkroscek pekerjaan pengecoran jalan di kampung lebe / Rangkas Kole, saya atas nama pemerintah desa mengucapkan terimakasih atas adanya kontrol sosial dari teman – teman lembaga dan media yang sudah memantau pekerjaan di desa kami”.

Namun kami juga sangat menyayangkan pada teman media yang melaksanakan kontrol sosial saat melakukan pengecekan dengan menggunakan meteran dengan tidak konpirmasi terlebih dahulu, bahkan kami semalam itu bukan melarang untuk meliput, namun kami mengajak pada salah satu anggota media yang hadir pada malam kemarin, untuk di ajak ngobrol di depan, jangan di belakang di karenakan sedang ada kegiatan masyarakat kami yang sedang bekerja, untuk mengklarifikasinya di depan bukan di belakang banyak yang sedang bekerja di malam hari, “Ujarnya.

Dengan adanya pengerjaan di Desa kami yang di anggap di duga tidak sesuai RAB bahkan menduga ketebalan coran kurang silahkan buktikan saja, namun kami sudah bekerja dengan maksimal untuk pembangunan desa kami menjadi lebih baik, guna kepentingan untuk umum masyarakat kami khususnya Desa Babakan Jaya Umumnya Kecamatan Kopo

Tadi pun kami berterimakasih pada Raden Ismoyo ketua Arun Kabupaten Serang sudah hadir dan ikut mengkroscek atas adanya impormasi dari pemberitaan di salah satu media online, dengan adanya kunjungan ini kami membuktikan pembangunan di tempat kami dengan cara tidak di tutup – tutupi dan pembangunan kami sesuai dengan transparan dengan mengedepankan impormasi publik.”Katanya.

Sementara itu Raden Ismoyo Ketua Arun Kabupaten Serang menuturkan, awalnya kami penasaran dengan adanya pembicaraan di grup what’s,ap sehingga kami langsung mendatangi lokasi tersebut, namun menurut pantauan kami dan pengecekan kami pembangunan tersebut standar dan kami tidak menemukan dugaan tersebut, ini menurut kami.

Dengan adanya impormasi dugaan dan ukuran ketebalan yang kurang saat kami pertanyakan pada Kades setempat, beliu menjelaskan pada kami karena saat pengecoran terkepal yang ada di atas pengerasan di taruh batu dan kepala desa tersebut menduga takutnya orang yang mengontrol dengan menggunakan alat meteran pas mencokoknya itu takut kena batu untuk menutupi terpal yang ada di atas agregat.”Katanya.

Kami di sini tidak ada keberpihakan ataupun punya kepentingan cuman hanya ingin tau pembenaran tersebut seperti apa di lapangan yang jadi perbincangan di grup what’s,ap namun setelah kami kroscek tidak seheboh menjadi pembicaraan di dalam grup what’s,ap kami namun pengerjaanya standar sesuai rancangan anggaran bangunan yang sudah di tentukan”.Pungkasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.