Minggu, Maret 29, 2020
Beranda Nasional BUMN Dipecat Erick Thohir, Ari Askhara Rupanya Punya Kekayaan Fantastis

Dipecat Erick Thohir, Ari Askhara Rupanya Punya Kekayaan Fantastis

ANTERO.CO – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) adalah daftar seluruh harta kekayaan Penyelenggara Negara yang dituangkan di dalam formulir LHKPN yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). LHKPN tidak hanya mencakup harta seorang penyelenggara negara, namun juga keluarga inti seperti pasangan dan anak yang masih menjadi tanggungan.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra tercatat memiliki harta kekayaan sebanyak Rp37,5 miliar.

Dalam data terakhir di laman elhkpn.kpk.go.id, kekayaan Ari terdiri dari harta bergerak dan tak bergerak.

Harta tak bergerak Ari meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 23,2 miliar di sejumlah wilayah.

Tanah dan bangunan mlik Ari tersebar di Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi, Jawa Barat dan tiga wilayah di Bali.

Sementara itu, harta bergerak Ari meliputi beberapa kendaraan dengan harga total Rp1,37 miliar. Dia memiliki mobil Mitsubishi Pajero Sport keluaran 2012, sedan Mazda 6 keluaran 2017, dan minibus Lexus produksi 2016.

Ari juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp95 juta.

Selain itu, Ari mempunyai harta kas dan setara kas senilai Rp 10,4 miliar dan harta dalam bentuk lain Rp 2,3 miliar. Dalam LHKPN 2018, Ari tercatat tak memiliki utang.

Kekayaan petinggi badan usaha milik negara (BUMN) itu melesat Rp 8,2 miliar dalam setahun. Pada 31 Desember 2017, harta Ari tercatat Rp 29,3 miliar.

Selain itu, Ari mempunyai harta kas dan setara kas senilai Rp 10,4 miliar dan harta dalam bentuk lain Rp 2,3 miliar. Dalam LHKPN 2018, Ari tercatat tak memiliki utang.

Kekayaan petinggi badan usaha milik negara (BUMN) itu melesat Rp 8,2 miliar dalam setahun. Pada 31 Desember 2017, harta Ari tercatat Rp 29,3 miliar.

Kala itu, dia menjabat direktur utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Bila dibandingkan dengan laporan 2018, kekayaan Ari banyak meningkat pada sektor tanah dan bangunan.

Pada 2017, dia tak memiliki tanah dan bangunan yang berbeda dari laporan kekayaan pada 2018. Namun, nominal kekayaan pada harta jenis ini hanya Rp 18,4 miliar, sedangkan di 2018 Rp 23,2 miliar.

Kendaraan milik Ari pada 2017 juga tak berbeda dengan laporan yang disampaikan di 2018. Total nilai kendaraannya kala itu Rp 1,6 miliar. Selain itu, dia memiliki harta bergerak lainnya Rp 112 juta, kas dan setara kas Rp 7,1 miliar, dan harta lainnya Rp 2,1 miliar, tanpa utang.

Saat menjadi direktur human capital dan pengembangan sistem PT Wijaya Karya (Persero) pada 2016, kekayaan Ari Rp 24,4 miliar. Sementara itu, saat menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pelindo III di 2015, kekayaannya mencapai Rp14, 9 miliar.

Baca juga:

- Advertisment -