Diklaim Perusahaan, Warga Patok Ulang Tanah Bengkok Milik Desa Curugbadak

oleh -1 views

ANTERO CO, LEBAK – Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Curugbadak, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak melakukan pematokan ulang tanah milik desa atau aset desa yang lazim disebut tanah Bengkok, seluas hampir 1 Hektar lebih di Blok Cipondok, Kampung Cipondok RT 04/01, Desa setempat pada Jum’at 26 April 2019. 

Ketua LPM Desa Curugbadak, Saliman mengatakan, pematokan ulang batas- batas tanah bengkok di blok Cipondok ini melibatkan unsur kelembagaan desa yakni, BPD, LPM, tokoh masyarakat, ketua RT dan RW dan disaksikan warga masyarakat. Hal ini menyusul tanah milik aset desa ini seluas hampir 1 Hektar lebih diduga diklaim milik perusahaan pengembang perumahan yang saat ini proyeknya sedang dikerjakan. 

“Pematokan ulang dilakukan demi mengamankan aset desa yang menjadi tanggung jawab pemerintahan desa bersama semua kelembagaan desa Curugbadak,” terangnya. 

Selain itu,  jelas Saliman, untuk keutuhan luasan dari tanah desa yang menjadi aset desa dan sekaligus sebagai bentuk informasi kepada masyarakat desa terkait tanah yang dimiliki desa Curugbadak. 

“Sepengetahuan kami bahwa tanah bengkok itu ada, karena tanah yang saat ini diklaim oleh pihak perusahaan, statusnya mutlak tanah Bengkok,” ujarnya. 

Menurutnya, pihak pemeintahan desa pun belum pernah merasa menjual kepada pihak pengembang perumahan atau ke pihak perusahaan dalam hal ini PT. Bukit Nusa Indah Perkasa. 

Dijelaskan Saliman, aksi pematokan batas tanah bengkok ini dilakukan warga masyarakat untuk mencari kebenaran status tanah Itu sendiri yang saat ini sudah diklaim oleh pihak perusahaan. 

“Bila memang perusahan itu telah membeli tanah ini (tanah aset desa atau bengkok-red) dari mana, dan siapa yang menjualnya. Sementara, status tanah ini merupakan aset tanah milik desa,” tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Curugbadak H. Agus Supandi. S.Pdi menuturkan, berdasarkan serah terima saat awal menjabat Kades pada tahun 2007, dalam serah terima aset desa dari kades yang lama sudah jelas tanah bengkok itu ada, termasuk yang di blok Cipondok seluas hampir 1 Hektar lebih yang saat ini diklaim milik pengembang perumahan PT Bukit Nusa Indah Perkasa.

“Kalau memang pihak perusahaan mengklaim, kami ingin tahu asal muasal tanah tersebut, sehingga mereka bisa mengklaim,” tukasnya. 

Agus menegaskan, bahwa tanah di blok Cipondok yang saat ini dilakukan pematokan ulang bersama kelembagaan desa dan masyarakat merupakan aset, tanah milik desa atau tanah bengkok di Desa Curugbadak. 

“Oleh karena itu, pemdes, kelembagaan desa bersama masyarakat wajib untuk mempertahankan aset desa yang sudah ada,” tandasnya. 

Hingga berita diterbitkan Antero.co masih berupaya konfirmasi terhadap pihak perusahaan yang diduga telah mengklaim kepemilikan tanah tersebut. (Bud/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *