Diduga Tak Kantongi Ijin, YLPK Perari Desak BPOM Kabupaten Tangerang Sidak Gudang Produksi Minuman

oleh -68 views

Diduga Tak Kantongi Ijin, YLPK Perari Desak BPOM Kabupaten Tangerang Sidak Gudang Produksi Minuman

 

ANTERO.CO TANGERANG – Gudang Produksi Minuman Kemasan di Wilayah Kabupaten Tangerang Diduga tidak mengantongi Izin, Ketua dan Sekjen YLPK Perari DPC Cilegon meminta BPOM Kaupaten Tangerang untuk Sidak Gudang Produksi Minuman tersebut.

Diduga Gudang Produksi Minuman Cup di Kabupaten Tangerang tersebut bisa membahayakan Masyarakat Kabupaten Tangerang.

Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang selanjutnya disingkat BPOM adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

Badan POM berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Badan POM mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2017 dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Obat dan Makanan terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

Dalam rangka melaksanakan tugas di bidang pengawasan Obat dan Makanan, diharapkan agar Badan POM bisa melakukan sidak terhadap keberadaan salah satu gudang yang diduga memproduksi minuman kemasan jenis cup ilegal yang beralamat di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Hal itu diungkapkan Sekjen Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK Perari Dpc Cilegon) Rahmat Zamzami, sebagai Lembaga yang bergerak di bidang Perlindungan Konsumen, dirinya akan membawa permasalahan ini ke Ranah Hukum.

“Jika memang terbukti bahwa gudang tersebut memproduksi minuman kemasan cup ilegal, tentunya saya tidak akan tinggal diam. Karena ini sudah jelas merugikan konsumen khusunya masyarakat,” ungkapnya dilokasi, Senin (11/01/2021).

Rahmat menambahkan, selain dibawa ke Ranah Hukum, dirinya meminta kepada Badan POM agar melakukan sidak untuk membuktikan kebenarannya terhadap keberadaan gudang yang diduga ilegal.

“Selain itu juga, saya khawatir apabila minuman kemasan itu di minum oleh anak-anak dan berefek tidak baik buat mereka,” tukasnya.

Hal Senada dikatakan Maulana, Ketua YLPK Perari DPC Cilegon yang bergerak di bidang Perlindungan Konsumen mengatakan apabila minuman kemasan jenis cup tersebut diduga tidak memiliki izin, tentu saja hal ini tidak bisa di diamkan begitu saja.

“Harus ada tindakan dari Badan POM sebagai lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia,” tegasnya.

Selanjutnya Maulana menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan waspada dalam membeli suatu produk makanan dan minuman.

“Jangan sampai kita sebagai konsumen dirugikan yang diakibatkan pelaku usaha yang mementingkan keuntungan pribadinya tanpa memikirkan dampak yang akan dirasakan Masyarakat,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya konfirmasi terhadap pemilik gudang produksi minuman tersebut, dan media hanya bertemu dengan sejumlah karyawan. (Messa/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *