Diduga Salah Obat Pasien Meninggal Di Klinik

oleh -122 views

Diduga Salah Obat Pasien Meninggal Di Klinik

 

ANTERO.CO SERANG  – Sungguh malang nasib yang dialami Marlina (28) asal Kampung Cireundeu Pande RT10/RW03, Desa Cireundeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. ini awalnya berniat berobat di sebuah Klinik . Namun Dokter diduga memberikan obat yang salah, sehingga kondisinya justru memburuk sampai akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan Awak media , Marlina dilaporkan diberi obat pil berbentuk tablet BISOPROLOL, FUMARATE, sesuai anjuran dokter Klinik tempatnya berobat Bisoprolol adalah obat untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi, angina pektoris, aritmia, dan gagal jantung. Bisoprolol termasuk ke dalam golongan obat penghambat beta (beta blockers).
Ferrous fumarate adalah suplemen zat besi yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kekurangan zat besi.

Kondisi ini biasanya sering terjadi pada wanita hamil dan orang dengan anemia. Zat besi termasuk dalam kelas obat yang disebut vitamin. Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah merah dan menjaga kesehatan.

Marlina meninggal dunia, pada selasa malam jam 12:00 Wib di kelinik ar-rahmah, wilayah kubang kecamatan petir kabuapten serang , di duga akibat obat yang di konsumsinya dari dokter spesialis klinik rawat inap,ar-rahmah, obat, sesak nafas ,dan batuk, tapi di keterangan resep dokter tertera tertulisan dengan jumlah 5 bua rupa obatnya berbentuk 4 tablet dan 1 botol sirup.

Inisial (ng) seorang pria, ia mengatakan sangat di sayangkan, bahwa warga cirendue ini ,bertujuan berobat medis ke kelinik ar-rahmah, terdekat bukan nya reda, malah meninggal dunia. di duga penyebabnya, adalah obat yang di berikan kepada pasien marlina, berbentuk tablet bisoprolol , fumarate, yang baru di konsumsi 1/2 pil, sesuai anjuran dokter, pasien dalam jangka waktu selang beberapa menit mulutnya mengeluarkan busa , dan pada saat itu pula pihak keluarga pun, lansung kembali membawanya ke kelinik ar-rahmah, kembali.

Namun marlina tidak dapat tertolong setelah sampai diklinik menghembuskan nafas terahirnya di ruangan kelinik ar-rahmah nyawanya tak bisa di selamatkan, karna busa yang keluar dari mulutnya tak henti-henti keluar.

Dalam surat keterangan pelaporan marlina saat ke klinik hanya 1 keterangan tapi heran setelah marlina meninggal Nampak muncul catatan ke2 di catat,dengan tinta di buku, bahwa pasien kena serangan jantung, sedangkan keluarga korban, mengatakan bahwa marlina, tidak punya penyakit riwayat jantung, terangnya (NG)

Saat awak media konfirmasi ke kelinik yang ada hanya dokter Rijal yang sedang bertugas , ia pun bersedia menerangkan terkait pasien marina meninggal dugaan itu awal datang pasien, waktu itu malam hari jam 19:00 Wib..

“Menurut saya kalo secara medis sudah benar,” kata Rijal, Selasa (30/03/2021) kemarin.

“Akan tetapi saya juga tidak menyangka kalo kejadianya bisa seperti ini, pasien bisa Overdosis dan lansung meninggal dunia di kelinik ini. Terangnya Rijal
Saya jawab sebisa saya, karna posisi saya di sini hanyalah sebagai dokter, yang membantu saja, karna bukan kewenangan saya,” tambahnya.

Menurutnya, adapun hal yang lainnya terkait urusan pasien meninggal itu urusanya dokter Irwan.

“Beliaulah yang pada saat itu menangani marlina dan keterangan yang dicatat untuk resep juga ,bukan saya,” terang Rijal kepada awak media saat ditemui di ruangan kelinik ar-rahmah (Bahrudin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *